Gapura Ranggam juara Festival Lampu Colok Karimun

id lampu colok karimun,gapura ranggam

Ruas jalan di Kelurahan Sei Raya, Kecamatan Meral, Kabupaten Karimun dipadati pengendara yang berkeliling menyaksikan festival lampu colok yang digelar setiap tahun menyambut malam 27 Ramadhan. (Antaranews Kepri/Rusdianto)

Pemerintah Kabupaten Karimun, menurut dia, setiap tahun mengadakan lomba atau Festival Lampu Colok untuk memotivasi warga melestarikan tradisi atau budaya yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Karimun (Antaranews Kepri) - Gapura Kampung Ranggam, Kecamatan Tebing tampil sebagai juara pertama dalam Festival Lampu Colok yang menjadi tradisi masyarakat Kabupaten Karimun dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri.

"Gapura Gabungan Pemuda Ranggam meraih juara 1, sedangkan juara 2 diraih Ujung Baru Desa Teluk Radang Kecamatan Kundur Utara, dan juara 3 diraih Kampung Baru Desa Urung," kata Kabid Sejarah dan Cagar Budaya Dinas Pariwisata Seni dan Budaya Karimun Azmizar Firtarti di Tanjung Balai Karimun, Senin.

Azmizar mengatakan, Festival Lampu Colok merupakan tradisi masyarakat Melayu di Kabupaten Karimun. Masyarakat di berbagai kampung membangun gapura berbentuk miniatur masjid yang diterangi nyala lampu colok (lampu pelita) terbuat dari kaleng minuman yang diberi sumbu dan berbahan bakar minyak tanah.

Selain gapura, masyarakat juga menyalakan lampu colok di kiri kanan jalan dan di depan rumah. Gapura dan pemukiman penduduk mulai diterangi lampu colok mulai malam 27 Ramadhan hingga malam takbiran Hari Raya Idul Fitri.

Pemerintah Kabupaten Karimun, menurut dia, setiap tahun mengadakan lomba atau Festival Lampu Colok untuk memotivasi warga melestarikan tradisi atau budaya yang diwariskan dari generasi ke generasi.

"Penilaian dilakukan dewan juri yang independen. Penilaian berdasarkan keindahan gapura, keserasian dan harus diterangi dengan lampu colok," kata dia.

Para pemenang meraih hadiah uang pembinaan total Rp37 juta, dengan rincian untuk juara 1 meraih Rp10 juta, juara 2 Rp8 juta dan juara 3 Rp6 juta.

Kemudian, untuk juara IV meraih Rp4 juta, juara V Rp3 juta dan juara harapan Rp1 juta dan Rp1 juta.

Azmizar mengapresiasi tingginya partisipasi masyarakat mengikuti Festival Lampu Colok yang ditunjukkan dengan banyaknya peserta yang mendaftar.

"Tidak hanya peserta dari Pulau Karimun Besar, dari Pulau Kundur juga banyak yang mendaftar," kata dia.

Festival Lampu Colok, menurut dia, merupakan agenda rutin dan merupakan salah satu agenda yang diharapkan dapat mendorong kunjungan wisatawan, di samping melestarikan budaya daerah.

Secara terpisah, tokoh masyarakat Kampung Ranggam Kecamatan Tebing Amir Aca mengucapkan terima kasih kepada kalangan pemuda yang cukup kreatif membangun gapura colok, sehingga berhasil meraih juara pertama.

"Ini menunjukkan bahwa pemuda sangat peduli dengan budaya kita. Kemenangan yang diraih adalah kemenangan kita semua, dan yang penting kita telah berpuasa sebulan penuh yang ditutup dengan suasana kegembiraan," kata dia. (Antara)
Pewarta :
Editor: Danna Tampi
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar