Logo Header Antaranews Kepri

Pengamat sebut paslon harus siap kalah

Minggu, 24 Juni 2018 23:23 WIB
Image Print
Paslon Syahrul-Rahma dan Lis-Maya bersalaman seusai Debat Publik putaran terakhir yang diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Tanjungpinang. (Antaranews Kepri/Pradanna Putra)
Dachroni justru mengkhawatirkan masing-masing timses dan paslon yang belum siap kalah.

Tanjungpinang (Antaranews Kepri) - Pengamat politik Raja Dachroni menyebutkan pasangan calon (paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tanjungpinang, Syahrul-Rahma dan Lis Darmansyah-Maya harus siap kalah, dan menunjukkan sikap sportifitas.

"Apapun hasil Pilkada Tanjungpinang, Rabu 27 Juni 2018 mendatang, kedua paslon dan tim sukses harus siap kalah, dan menunjukkan sikap sportifitas. Sikap siap kalah dan sportif adalah bukti dan awal untuk mewujudkan pilkada yang aman dan damai," kata Dachroni di Tanjungpinang, Minggu.

Jika memperhatikan indeks kerawanan pemilu yang dilansir Bawaslu yakni ada dua hal yang dikhawatirkan terjadi pada pilkada yakni politik uang dan politik identitas.

"Saya tidak khawatir dengan kedua hal ini karena potensinya di Tanjungpinang sangat kecil hanya 28 persen masyarakat yang percaya, dan terpengaruh dengan politik identitas," ucapnya yang juga Ketua Program Studi Ilmu Pemerintahan Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIPOL) Raja Haji Tanjungpinang.

Dachroni justru mengkhawatirkan masing-masing timses dan paslon yang belum siap kalah.

"Nah, kami harapkan kedua paslon siap kalah dan bisa mengkondisikan tim suksesnya. Ini memang hari tenang tapi bagi paslon ini bukan merupakan hari yang menenangkan," ucapnya.

Sementara terkait survei elektabilitas paslon, menurut dia perlu didudukkan, karrna survei bukanlah penentu. Hasil survei dari berbagai pihak merupakan peta politik atau kompas dalam merancang stratergi pemenanangan.

"Survei merupakan referensi menyusun strategi. Kalau diperhatikan enam institusi yang sudah merilis, selisih suara 10 hingga 15 persen dan ada juga 14 persen ke atas yang belum menentukan pilihan," kata Dachroni.

Dachroni menambahkan, hal itu memang unik, karena idealnya menjelang hari mendekati pemungutan suara seharusnya semua pemilih mantap dalam menentukan pilihan.

"Tapi masih ada yg belum bersikap, sementara saya perkirakan masing-masing pemilih paslon bisa juga mengubah pilihannya, jadi sebenarnya masih sangat dinamis dan bakal banyak kejutan, kendati demikian kita berharap siapapun yang terpilih nanti bisa meningkatkan kualitas pelayanan publik, mengatasi pengangguran dan peningkatan kesejahteraan masyarakat," jelasnya. (Antara)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026