Logo Header Antaranews Kepri

'Sabar' bantah kampanye saat masa tenang

Senin, 25 Juni 2018 19:29 WIB
Image Print
. Syahrul-Rahma pada Debat Publik putaran terakhir yang digelar KPU Tanjungpinang. (Antaranews Kepri/Pradanna Putra)
Angga menegaskan pernyataan yang di hadapan para saksi itu untuk menyemangati mereka sehingga dapat melaksanakan tugas secara maksimal.

Tanjungpinang (Antaranews Kepri) - Tim calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tanjungpinang, Syahrul-Rahma (SABAR) membantah telah melakukan kampanye saat masa tenang di hadapan para saksi.

Ketua Tim Pemenangan "SABAR", Ade Angga, di Tanjungpinang, Senin, menegaskan, kegiatan yang dilakukan "SABAR" di Gedung Muhamadiyah merupakan kegiatan internal untuk memberikan mandat kepada para saksi.

"Itu kegiatan internal kami, bukan kampanye. Bukan untuk pemantapan saksi, melainkan pendistribusian mandat untuk para saksi," ucapnya, yang juga Ketua DPD Partai Golkar Tanjungpinang.

Angga mengemukakan kegiatan itu sebelum dilaksanakan sudah disampaikan kepada Panwaslu Tanjungpinang. Seandainya dilarang, Tim SABAR tidak akan melaksanakannya.

"Kami tidak dapat laksanakan kegiatan itu di posko lantaran melibatkan 734 orang saksi. Jadi membutuhkan ruangan yang besar," kata Angga.

Angga menegaskan pernyataan yang di hadapan para saksi itu untuk menyemangati mereka sehingga dapat melaksanakan tugas secara maksimal.

"Saksi itu memiliki tugas yang berat. Mereka ujung tombak pemenangan," ucapnya.

Sebelumnya, berdasarkan pantauan Antara di Gedung Muhamadiyah Tanjungpinang, Syahrul dan Angga membakar semangat ratusan saksi yang akan bertugas di TPS pada hari pemungutan suara.

Dalam kegiatan itu, Ade Angga dan Syahrul diduga melakukan kampanye.

"SABAR!" kata Angga. Kemudian para saksi menyahut dengan kata "menang". Kemudian di hadapan para saksi, Angga mengatakan insya Allah, Syahrul dan Rahma sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tanjungpinang periode 2018-2023.

Angga mengatakan saksi juga harus bergerak memenangkan Syahrul-Rahma. Para saksi harus mampu menjadi "Duta SABAR" mengajak saudara dan tetangga untuk memilih Syahrul-Rahma.

"Kami harap saudara-saudara tidak hanya sebagai pengawas dan penulis di tempat pemungutan suara, melainkan juga dapat bersilaturahim dengan lima keluarga. Ajak mereka ciptakan perubahan. Pasti menang kalau satu saksi bisa mengajak lima keluarga," ujarnya.

Angga mengatakan kegiatan pemantapan saksi sengaja diselenggarakan di Gedung Muhamadiyah, karena di gedung ini Syahrul dan Rahma mendeklarasikan diri sebagai calon wali kota dan wakil wali kota.

"Tetapi kami tidak mau bernostalgia dalam sejarah. Saksi yang merupakan orang pilihan harus mampu menciptakan sejarah baru. Kemenangan untuk Syahrul-Rahma," katanya.

Sementara itu di hadapan para saksi "SABAR", Syahrul mengatakan semua di ruangan ini sepakat memilih "SABAR". Pertemuan kali ini merupakan pertemuan terakhir menjelang pemungutan suara.

"Kita harus benar-benar menjadi pejuang dan penentu pemenang `SABAR`. Anda semua adalah pejuang dan penentu. Sebagai saksi tidak boleh ragu, tidak boleh takut. Tanggal 27 Juni 2018, hanya takut pada Allah. Keluar dari ruangan ini, kita jadi pejuang. Jangan takut dengan baju apapun," kata Syahrul. (Antara)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026