Polri diminta tidak berpuas diri

id Kapolda Kepri,Didid Widjanardi,HUT Bhayangkara

Kapolda Kepri, Irjen Didid Widjanardi (ANTARA/Danna Tampi)

Ini semua bukan semata kinerja Polri semata tapi ini terbangun secara sinergi dan integritas dari TNI, Polri dan elemen masyarakat
Batam (Antaranews Kepri) - Para personel kepolisian diminta tidak merasa bangga dan puas diri yang berlebihan saat merayakan HUT Bhayangkara ke-72, dikarenakan masih banyak tugas yang harus dihadapi.

"Beliau menyampaikan kepada seluruh personel Polri untuk tidak terlalu euforia dan rasa bangga yang berlebihan," kata Kapolda Kepri, Irjen Didid Widjanardi saat membacakan amanat Presiden Joko Widodo, di Batam, Rabu.

Kapolda mengatakan ke depan beberapa tugas terkait keamanan, ketertiban dan masyarkaat (Kamtibmas) yang harus dijalani adalah melakukan pengamanan perhelatan akbar Asian Games. 

Kapolda menambahkan pada HUT Bhayangkara ke-72, Presiden Joko Widodo mengucapkan terima kasih kepada seluruh anggota Polri di seluruh Indonesia karena dapat menjaga Kamtibmas dengan baik. 

Presiden kata Kapolda mengapresiasi seluruh personel Polri atas kinerja dan pelaksanaan tugas pengamanan selama Ramadhan, hari raya Idul Fitri dan pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak di 171 daerah. 

"Beliau (Presiden) menyampaikan ini semua terwujud karena sinergitas semua aparat baik TNI, Polri, instansi terkait dan elemen masyarakat," kata Kapolda. 

Presiden lanjut Kapolda, juga mengapresiasi seluruh personel Polri yang ikut andil dalam mewujudkan keamanan dan itu terbukti dengan hasil survei internasional menyebutkan Indonesia masuk dalam 10 negara teraman di dunia. 

"Ini semua bukan semata kinerja Polri semata tapi ini terbangun secara sinergi dan integritas dari TNI, Polri dan elemen masyarakat," kata Kapolda. 

Namun kata Kapolda, Polri diminta untuk terus membenahi diri untuk mengurangi kelemahan-kelemahan yang ada. Sehingga ke depan jauh lebih baik lagi. 

Selain itu, Polri juga diminta untuk memberikan pelayanan yang humanis kepada masyarakat di bidang hukum dan Kamtibmas. 

"Di samping pelayanan yang ramah dan murah senyum, personel Polri juga tetap harus profesional dan sehingga tidak ada lagi sosok polisi yang serem dan angker," ujar Kapolda.

Selain itu dalam instruksi Presiden Joko Widodo, Polri diminta harus terus mengantisipasi dan mencegah berbagai potensi konflik horizontal dengan mengangkat sentimen primordial. Seperti mempertentangkan perbedaan suku, agama, dan ras. Polri juga harus tetap membangkitkan rasa persaudaraan, menggalang kerukunan dan persatuan antarelemen masyarakat, sehingga kita tidak masuk dan terjebak dalam lingkaran permusuhan dan kebencian.

Presiden juga menginstruksikan seluruh jajaran Polri untuk terus meningkatkan kinerjanya melalui upaya-upaya memantapkan soliditas internal dan profesionalisme untuk menumbuhkan dan memperkokoh semangat kebersamaan dalam menghadapi tantangan ke depan yang semakin kompleks.

Melakukan perbaikan terhadap kelemahan-kelemahan yang ada, terutama dalam penegakan hukum harus dilakukan secara profesional, transparan, dan berkeadilan.

Menekan budaya koruptif dan hindari tindakan yang berlebihan atau kekerasan eksesif karena kontra produktif akan berdampak pada turunnya tingkat kepercayaan publik kepada Polri.

Polri diminta untuk kedepankan langkah-langkah pencegahan melalui "proactive policing strategy" dan tindakan humanis dalam menangani setiap permasalahan sosial yang timbul.

Serta meningkatkan sinergi, koordinasi, dan komunikasi dengan tni dan semua elemen pemerintah maupun masyarakat sebagai implementasi pendekatan sinergi polisional.(Antara)   
Pewarta :
Editor: Rusdianto Syafruddin
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar