Uster ingin promosikan Anambas lewat SMN 2018

id Siswa Mengenal Nusantara,BUMN hadir untuk negeri,Anambas,Uster Chorneles

Uster ingin promosikan Anambas lewat SMN 2018

Uster Chorneles, siswa Anambas peserta program Siswa Mengenal Nusantara 2018. (Antaranews Kepri/Saud MC Kashmir)

Saya ingin memperkenalkan budi daya ikan hidup di Anambas jika sampai di daerah tujuan nanti
TERSIRAT nama Uster Chorneles dalam peserta Siswa Mengenal Nusantara (SMN) 2018, membuat pelajar kelas XI jurusan Agribisnis Perikanan SMK Negeri 2 Anambas ini  turut antusias terhadap program BUMN Hadir Untuk Negeri tersebut.

Bagi dirinya, menjadi peserta SMN adalah suatu posisi strategis untuk mengenal Indonesia lebih jauh, dan mempromosikan potensi daerah ke daerah lain sebagai bagian dari NKRI.

"Saya ingin memperkenalkan budi daya ikan hidup di Anambas jika sampai di daerah tujuan nanti," kata Uster Chorneles di Anambas, Minggu.

Etikad tersebut disampaikan Uster dengan alasan, sebagai kampung halaman, Desa Air Sena, Kecamatan Siantan Tengah, dikenal sebagai penghasil budidaya ikan terbesar di Kabupaten Anambas.

"Bahkan masuk wisata Desa Perikanan, karena itu saya berharap melalui SMN ini  semoga BUMN bisa mengembangkan daerah saya," ujar anak sulung dari dua bersaudara pasangan (alm) Edi Samosir dan Nian Natalia tersebut.

Uster tidak hanya beritikad baik terhadap kampung halamannya, dia juga merasa bangga bisa mewakili nama keluarga ikut sebagai peserta SMN 2018, meskipun tanpa kehadiran sosok ayah dalam hidupnya saat ini.

Untuk itu, demi mengejar cita-cita menjadi TNI AL, pelajar kelahiran Tarempa, 11 September 2001 ini rela bekerja paruh waktu di depot pengisian ulang air minum sejak Februari 2018 untuk membantu kebutuhan sekolah dan ekonomi keluarga.

"Saya kerja antar jemput galon dari sore sampai malam, paginya sekolah. Uangnya untuk tabungan masa depan, karena saya ingin membuktikan bahwa saya bisa menjadi orang sukses," ucap Wakil Ketua OSIS SMK Negeri 2 Anambas tersebut.

Menurut Danton Paskib Kecamatan Siantan Tengah 2017 ini, pilihan bekerja yang ia jalani tersebut merupakan proses belajar mandiri tanpa menyusahkan orang lain bahkan keluarga.

Sementara pada saat sekolah, Uster harus menempuh sekitar 1 kilo perjalanan darat dengan berjalan kaki menuju dermaga lalu menyebrang sekitar 5,6 mil untuk tiba di SMK Negeri 2 Anambas.

"Sekarang ini biaya pompong untuk sekolah masih ditanggung oleh pemerintah selama 6 bulan kedapan, selepas dari itu tak tau lagi kemungkinan bayar sendiri," ucapnya.

Peraih piagam atlet renang O2SN tingkat kecamatan 2013 silam ini berpendapat, perihal keseharian yang ia jalani merupakan proses belajar mandiri, dan disiplin untuk mencapai cita-cita menjadi TNI AL, karena ia ingin ikut menjaga lautan Indonesia dari kapal asing yang masuk ke perairan Indonesia untuk menangkap ikan secara ilegal.

"Sekaligus saya ingin mencari identitas ayah saya, karena ayah saya seorang TNI AL," tegasnya.

Kata Uster, seandainya ia menjadi orang sukses nantinya, maka ia ingin sekali menjaga kelestarian perairan Anambas, karena masih banyak masyarakat di pedesaan membuang sampah di lautan.

"Sebab itu saya generasi muda penerus bangsa harus menjaga lingkungan di perairan Anambas agar tidak tercemar," tuturnya.
 
Pewarta :
Editor: Rusdianto Syafruddin
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar