Kunjungan wisman selama September turun 12,09 persen

id kunjungan,wisatawan,mancanegara,kepri,batam,bintan

Pariwisata Pulau Penyengat menjadi andalan untuk menarik kunjungan wisman ke Tanjungpinang, Kepulauan Riau. (Antaranews Kepri/Ogen)

Selama September 2018, kunjungan wisman Batam turun sebesar 3,31 persen, sementara Bintan turun 41,24 persen
Tanjungpinang (Antaranews Kepri) - Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Provinsi Kepulauan Riau selama September 2018 tercatat sebanyak 207.841 kunjungan, turun 12,09 persen dibanding Agustus 2018 yang mencapai 236.436 kunjungan.

Menurut Kepala BPS Provinsi Kepri, Zulkifli, penurunan terjadi akibat kunjungan wisman melalui Batam dan Bintan, dua pintu masuk yang selama ini memberi andil terbesar terhadap kedatangan wisman di, mengalami penurunan.

"Selama September 2018, kunjungan wisman Batam turun sebesar 3,31 persen, sementara Bintan turun 41,24 persen," jelasnya kepada Antara, Kamis (1/11).

Lanjut Zulkifli, rata-rata jumlah kunjungan wisman dari 10 negara terbanyak yang berkunjung ke Provinsi Kepulauan Riau mengalami penurunan jika dibandingkan bulan sebelumnya. Kecuali wisman asal Australia dan Amerika.

"Sebagai contoh kunjungan wisman Australia bulan September 2018 naik menjadi 2.996 kunjungan dibanding Agustus 2018 sebanyak 2.324 kunjungan," imbuhnya.

Kendati demikian, dikatakan Zulkifli, secara kumulatif selama periode Januari-September 2018 angka kunjungan wisman ke Provinsi Kepri mencapai 1.870.317 kunjungan, atau naik 21,97 persen dibanding jumlah kunjungan pada periode yang sama tahun 2017.

Dia menambahkan, jumlah kunjungan wisman terbesar secara kumulatif disumbangkan oleh Kota Batam yaitu 1.357.471 kunjungan, diikuti Kabupaten Bintan 347.134 kunjungan, Kota Tanjungpinang 102.744 kunjungan dan Kabupaten Karimun 62.967 kunjungan.

"Kunjungan wisman terbanyak masih didominasi oleh wisman Singapura. Dengan total mencapai 891.699 kunjungan atau 47,468 persen dari jumlah wisatawan mancanegara yang datang ke Provinsi Kepulauan Riau," kata Zulkifli.
Pewarta :
Editor: Rusdianto Syafruddin
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar