Bos Panbil optimistis "Karimun Goldcoast" imbangi Batam

id Panbil,Karimun Goldcoast,Coastal area

Bos Panbil optimistis "Karimun Goldcoast" imbangi Batam

Bos Panbil Johanes Kennedy Aritonang (kanan) mengamati gambar Karimun Goldcoast dalan soft launching pertokoan , Sabtu (19/1). (Antaranews Kepri/Rusdianto)

Karimun (ANTARANews Kepri) - Komisaris Utama Panbil Group Johanes Kennedy Aritonang optimistis pengembangan kota baru "Karimun Goldcoast" di Coastal Area, Kabupaten Karimun, bisa mengimbangi pengembangan investasi di Kota Batam.

"Kita ingin Karimun punya fasilitas seperti Batam, punya terminal feri berkelas internasional sehingga tidak heran Karimun bisa mengejar Batam, tidak perlu terlalu lama," kata dia di sela peluncuran penjualan rumah toko atau "shophouses" yang menjadi bagian dari proyek "Karimun Goldcoast" di Coastal Area, Tanjung Balai Karimun, Sabtu.

Kennedy mengatakan selama ini Panbil fokus pada pengembangan usaha di Batam yang relatif sudah terbangun dan sudah ramai. Kini, kata dia, Panbil mulai melirik Bintan dan Karimun untuk ekspansi usaha.

"Untuk Karimun kita mulai dengan proyek Karimun Goldcoast yang kita bangun dalam lima fase," ujarnya.

Fase pertama, jelas dia, pembangunan terminal feri berkelas internasional sebagai pengganti pelabuhan domestik dan internasional di Taman Bunga, Tanjung Balai Karimun.

"Sehingga pintu masuknya lebih selesa. Kalau sekarang di Taman Bunga itu seperti kampung, jadi wajahnya akan berubah karena penumpang akan disambut dengan mal, apartemen, hotel, vila dan `shophouses`," ujarnya.

Fase kedua, kata dia, pembangunan vila terapung, marina hingga pusat bisnis. "Sampai fase 5. Ini pengembangan besar sehingga tidak kita lakukan sekaligus," tambahnya.

Untuk mengejar Batam, ujar dia, Panbil juga akan mendorong pengembangan bandara, pembangunan pelabuhan kontainer di samping pelabuhan kargo dan roro Parit Rempak serta pelabuhan Malarko.

"Kalau itu semua sudah terbangun, maka Karimun bisa maju. Selain penduduk Karimun, penduduk dari Selatpanjang dan Meranti nanti tidak perlu lagi ke Batam," kata dia.

Proyek "Karimun Goldcoast", kata dia, dibangun secara bertahap sehingga akan tersambung dengan kota lama (Tanjung Balai Karimun) namun tentunya memakan waktu sesuai dengan permintaan dan perkembangan kota.

"Untuk sekarang kita belum bicara keuntungan. Tapi nanti tentu akan banyak investor atau perusahaan yang datang. Dimana-mana, pengembangan kota dilakukan bertahap, Sentosa di Singapura saja dibangun mulai dari tahun 1978, dan sekarang sudah jadi," tuturnya.

Panbil membangun proyek Karimun Goldcoast sebagai kawasan bisnis terpadu di atas lahan seluas 100 hektare di pesisir timur Pulau Karimun Besar yang dikenal dengan nama Coastal Area.

Proyek ini diproyeksikan akan mengubah wajah Karimun jadi kawasan hunian eksklusif berkelas internasional dengan akses ke Singapura berjarak sekitar 1 jam, dan Malaysia berjarak 45 menit dalam waktu tempuh perjalanan menggunakan kapal feri.

Untuk tahap awal, pengembangan proyek ini dimulai pada lahan seluas 20 hektare untuk pembangunan terminal feri internasional dan domestik, pusat perbelanjaan, hotel, apartemen, restoran "seafood", pertokoan dan perkantoran, vila dan "Goldcoast Festival".
Pewarta :
Editor: Kabiro kepri
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar