Petugas Lapas dan Rutan dilatih marinir perkuat keamanan

id latihan fisik,petugas lapas,petugas rutan,marinir batam

Petugas Lapas dan Rutan dilatih marinir perkuat keamanan

Kepala Regu Lapas dan Rutan wilayah Sumatera mendapatkan pelatihan fisik dan mental dari anggota Batalyon Infanteri 10/Marinir Satria Bhumi Yudha Kota Batam. Pelatihan ini dilaksanakan guna memperkuat sistem pengamanan di Lapas dan Rutan. (Antaranews Kepri/Messa Haris)

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Hukum dan HAM sedang melakukan upaya serius membenahi manajemen Lapas dan Rutan
Batam (Antaranews Kepri) - Guna memperkuat sistem pengamanan pada Lapas dan Rutan Sebanyak 80 kepala regu jaga Lapas dan Rutan di wilayah Sumatera dilatih di Mako Marinir, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau. 

Kepala Balai Pendidikan dan Pelatihan Hukum dan Hak Asasi Manusia Provinsi Kepulauan Riau Kementerian Hukum dan HAM, Hendy Emil, di Batam, Senin, mengatakan kegiatan tersebut dilaksanakan mulai Senin (25/2) hingga Sabtu (2/3) mendatang. 

"Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Hukum dan HAM sedang melakukan upaya serius membenahi manajemen Lapas dan Rutan," katanya.

Kata dia, minimnya SDM, sarana dan prasarana, over kapasitas serta kesejahteraan pegawai di lingkungan Kemenhumham, sering dituding menjadi penyebab 
banyaknya masalah dalam Lapas dan Rutan. 

Menurutnya permasalahan yang kerap terjadi di Lapas dan Rutan seperti pelarian warga binaan, kerusuhan, pungli, jual beli 
fasilitas dan peredaran narkoba.

"Maka kami merasa perlu untuk menggelar pelatihan ini dan pelatihan yang akan digelar yakni pelatihan teknis pengamanan bagi 
kepala regu jaga pada Lapas dan Rutan sebanyak dua angkatan," ujarnya.

Dia mengatakan setiap angkatan akan diikuti 40 peserta dari wilayah Aceh, Sumatera Utara, Riau, Kepulauan Riau, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Jambi, dan Kepulauan Bangka Belitung.

"Jadi di dua angkatan ini ada 80 peserta yang mengikuti Diklat di Mako Marinir, Kota Batam," paparnya. 

Kepala BPSDM Hukum dan HAM, Mardjoeki mengatakan pelatihan ini bertujuan untuk membentuk karakter dan meningkatkan kualitas petugas Lapas dan Rutan yang profesional dan akuntabel. 

"Yang paling utama adalah transparan serta membangun mereka (petugas Lapas dan Rutan) agar lebih inovatif dan mampu bersinergi dengan berbagai pihak," katanya.(Antara)
Pewarta :
Editor: Rusdianto Syafruddin
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar