BP Batam promosikan PDSI di Pulau Jawa

id pusat data dan sistem informasi ,PDSI,bp batam

BP Batam promosikan PDSI di Pulau Jawa

Kepala PDSI BP Batam, Sylvia Malaihollo (tiga dari kanan) saat melakukan business gathering di Bandung, Jawa Barat. PDSI BP Batam menawarkan IT Center mereka untuk penyimpanan data di instansi pemerintahan di Pulau Jawa. (ANTARA/Humas BP Batam)

Batam (ANTARA) - Badan Pengusahaan (BP) Batam mempromosikan Pusat Pengolahan Data dan Sistem Informasi (PDSI) atau IT Centre ke instansi pemerintah yang ada di Pulau Jawa.

Kepala PDSI BP Batam, Sylvia Malaihollo, di Batam, mengatakan, IT Center BP Batam memiliki fokus bisnis sebagai penyedia layanan data center di Indonesia secara eksternal, serta menerapkan seluruh proses layanan operasional dari sisi IT based dari sisi internal.
 
"Saat ini sudah tidak ada lagi yang dilakukan secara manual oleh BP Batam, semuanya diselesaikan dengan sistem informasi yang terintegrasi dengan pemerintah pusat," katanya, Senin. 
 
Kata dia, kebutuhan terhadap infrastruktur IT yang kompleks dan andal saat inj sangat diperlukan. 

"Kita juga mendorong pemanfaatan komputasi awan (cloud computing) juga  sangat penting, karena kita tidak harus memikirkan infrastruktur IT yang rumit dan harus kita kelola sendiri," ujar Sylvia.
 
Karena itu lanjutnya, para peserta yang hadir dalam acara Business Gathering yang diadakan BP Batam di Bandung Jawa Barat, Kamis (22/8) lalu, agar menggunakan kemudahan yang dimiliki Data Center BP Batam.

Karena kata dia Data Centre BP Batam dapat memberikan layanan aman dan andal untuk kebutuhan penerapan sistem pemerintahan berbasis elektronik yang berstandar internasional bagi instansi pemerintahan.
 
"Pusat PDSI BP Batam juga meluncurkan layanan IT Center berupa Private Cloud, Colocation, Replikasi Data, dan Layanan yang dikelola secara profesional yang dapat memberikan sumber daya dan efisiensi yang maksimum dengan kebutuhan dari Instansi," jelasnya.

Layanan tersebut dinilai fleksibel serta menyesuaikan dengan kebutuhan instansi dengan harga yang kompetitif.
 
Direktur Layanan Aplikasi Informatika Pemerintahan Kementerian Komunikasi & Informatika RI Bambang Dwi Anggono, salah satu narasumber dalam businees gathering menjelaskan, bahwa sistem analisa merupakan salah satu kunci dalam penerapan industri 4.0 yang menyeluruh dan maksimal.
 
Kata dia, ada beberapa kendala yang dialami instansi pemerintahan dalam implementasi industri 4.0.

Pertama minimnya dokumen perencanaan, belum meratanya telekomunikasi, kerentanan terhadap informasi, duplikasi informasi yang sangat tinggi, dan SDM yang bersertifikasi IT.(Antara)
Pewarta :
Editor: Rusdianto Syafruddin
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar