UMRAH Tanjungpinang akan luncurkan e-Learning Syarah

id internet

UMRAH Tanjungpinang akan luncurkan e-Learning Syarah

ilustrasi internet (Antaranews)

Tanjungpinang (ANTARA) - Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau akan meluncurkan program e-Learning Syarah.

Untuk tahap awal, ditargetkan bisa diikuti 1.309 orang mahasiswa, 20 tenaga pelajar, 20 pejabat, ujar Rektor UMRAH, Prof Syafsir Akhlus di Tanjungpinang, Senin.

"Diakses melalui https://syarah.umrah.ac.id/," tambahnya.

Syarah berasal dari Bahasa Melayu yang bermakna penjelasan. Program e-Learning ini akan diluncurkan 9 September 2019 pukul 09.09 WIB di Kampus UMRAH.

"Program ini diharapkan semakin meningkatkan kualitas UMRAH," ucapnya.

Akhlus menjelaskan program Syarah UMRAH berbasis internet sebenarnya sudah selesai dilaksanakan beberapa waktu lalu. Namun program itu membutuhkan tingkat maksimum transfer data yang tinggi, yang potensial menjadi penghambat ketika dilaksanakan program tersebut.

Hal itu yang menyebabkan UMRAH berinovasi dari internet menjadi intranet. Pengguna Syarah UMRAH tidak perlu mengeluarkan biaya untuk membeli paket internet, namun fasilitas intranet hanya dapat dipergunakan oleh mahasiswa di kampus.

"Itu juga untuk memastikan kehadiran mahasiswa di kampus. Yang harus dikawal secara ketat, program itu tidak digunakan di luar kampus oleh mahasiswa," ujarnya.

Sementara dosen dapat mengajar mahasiswa, meski sedang berada di luar kota. Model pembelajarannya sama seperti di dalam kelas, hanya saja pertemuannya dilakukan melalui sistem.

Bentuk pembelajaran sama, menggunakan papan tulis, komunikasi dua arah dan multiarah, dan terjadwal, serta bebas bertanya.

Saat belajar, mahasiswa maupun dosen dapat mempresentasikan materi pembelajaran. Bahkan di dalam sistem mereka dapat berinteraksi, dan melakukan "screen sharing".

Bahan-bahan yang siapkan dosen maupun mahasiswa yang tersimpan di dalam laptop juga dapat diperlihatkan dalam proses pembelajaran.

"Sistem yang memadukan berbagai program pembelajaran yang itu tetap mengedepankan organisasi kelas, hanya suasana kelas dipindahkan ke dalam sistem," katanya.
Pewarta :
Editor: Rusdianto Syafruddin
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar