Seorang wartawan terluka saat meliput demontrasi

id Seorang wartawan,terluka, saat, liputan, demontrasi, ricuh

Seorang wartawan terluka saat meliput demontrasi

Ilustrasi - Sejumlah jurnalis dari Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI), dan Pewarta Foto Indonesia (PFI) menggelar aksi solidaritas menolak kriminalisasi terhadap wartawan di Bundaran Simpang Lima, Banda Aceh, Aceh, Senin (30-9-2019). ANTARA FOTO/Irwansyah Putra/wsj.

Tanjungpinang (ANTARA) - Mata seorang wartawan media daring di Tanjungpinang Andreas Febricho terluka saat liputan aksi demonstrasi di Kantor DPRD Provinsi Kepulauan Riau, Selasa.

Pria yang akrab disapa Ajo itu berada di belakang anggota kepolisian yang sedang memukul mundur mahasiswa yang mendesak ingin masuk ke Kantor DPRD Provinsi Kepri. Botol minuman mineral berhamburan, salah satunya mengenai mata Ajo.

"Saya lagi jalan, kemudian tiba-tiba dilempar botol air.Saya tidak tahu siapa pelakunya," ucap Ajo.

Kaca mata Ajo pecah, lalu jatuh ke lantai. Kemungkinan matanya terluka akibat goresan kacamata.

Ajo lantas dibawa oleh sejumlah wartawan dalam ruang klinik DPRD Provinsi Kepri.

Ketika masuk ruangan, beberapa pria berpakaian preman dan Satpol PP menghalanginya.

Mereka menyangka Ajo dan wartawan lainnya adalah mahasiswa.

Perdebatan panas pun terjadi. Bahkan, seorang polisi datang dengan suara dan wajah tampak emosi.

Setelah dijelaskan, akhirnya Ajo diperbolehkan masuk ke ruang klinik.

Hasil pemeriksaan, tim medis menyatakan mata Ajo tidak terluka parah, lantas korban diobati.

Saat unjuk rasa, kaca ruang penjagaan Satpol PP Kepri rusak. Sejumlah termos kaca milik DPRD Provinsi Kepri juga pecah.
Pewarta :
Editor: Rusdianto Syafruddin
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar