SKPT Natuna resmi beroperasi

id SKPT Natuna, SKPT Selat Lampa, Susi Pudjiastuti, Menteri KKP, Ekspor ikan natuna

SKPT Natuna resmi beroperasi

Menteri Susi Pudjiastuti saat menandatangani prasasti peresmian SKPT Selat Lampa, Natuna, Senin (7/10) (cherman)

Natuna (ANTARA) - Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Natuna dalam rangka Peresmian Operasional Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT), ekspor perdana hasil perikanan dan penenggelaman kapal ikan di Selat Lampa, Natuna, Senin.

"Sejak saya menjabat, empat tahun kita membangun SKPT Selat Lampa, sebelumnya juga sudah di rintis, saya katakan ini masih belum 100 persen, karena masih perlu banyak dukungan dari berbagai pihak untuk mengoperasikannya sehingga benar-benar seperti yang kita harapkan," Kata Susi.

Ia menjelaskan sejauh ini telah dilakukan bimbingan terhadap nelayan, sementara dalam proses pembangunan SKPT juga didukung oleh berbagai kementerian terkait, diantaranya Kementerian PUPR, ESDM, Perhubungan dan lainnya.

" Semua ini demi menjaga kedaulatan laut agar dapat terjaga dengan membangun Indonesia dari pinggiran," katanya.

Menteri Susi juga mengatakan dengan meningkatkan ekonomi pulau terdepan secara tidak langsung akan meningkatkan kedaulatan NKRI.

"Ini cara yang paling efisien meningkatkan pertahanan kita," ujarnya.

Selain itu, ia juga menyampaikan dampak dari seringnya dilakukan penenggelaman kapal ikan ilegal berdampak pada naiknya harga ikan.

"Tidak hanya itu, dampaknya juga saat ini banyak gurita di Natuna," jelasnya.

Ia berpesan kepada Bupati Natuna agar SKPT 711 menjadi peluang besar bagi daerah tersebut. 

"Ada potensi 600 kapal beroperasi di laut Natuna, tolong pemda kelola potensi ini dengan baik sehingga SKPT akan menjadi pendapatan daerah," kata Susi. 

Ia menyadari ada kendala pada daerah atas wewenang kelautan, wewenang ada pada provinsi, namun peluang Pemerintah Natuna ada pada distribusi sebagai PAD atas aktifitas SKPT itu sendiri.

"Memang butuh komitmen semua pihak, harus konsisten, jangan ada lagi perdagangan ikan di tengah laut agar negara dapat memantau dan menghitung jumlah tangkapan serta alat tangkapnya jelas," imbuhnya.

Lanjutnya, laut Natuna akan menjadi motor ekonomi perikanan dunia, Ia juga berterima kasih kepada Negara Jepang atas bantuannya kepada Natuna dalam hal ini akan membangun pasar ikan modren di Natuna.

"Saya hatap ada dua titk selain SKPT Selat Lampa, ada pula bagian utara, agar mengimbangi pertumbuhan ekonomi, Natuna penerima terbesar sebanyak 6 miliar setelah Morotai," ungkapnya. 

Sementara itu, Bupati Natuna, Hamid Rizal dalam sambutannya mengatakan dengan adanya SKPT, masyarakat telah merasakan manfaat ditandai dengan meningkatnya ekonomi masyarakat setempat.

"Pendapatan nelayan dan masyarakat Natuna pada umumnya meningkat, bahkan jauh meningkat, pada tahun 2016 pertumbuhan ekonomi hanya 3,5 persen dengan adanya SKPT pertubuhan ekonomi masyarakat Natuna menjadi 5,8 persen," ungkap Bupati.

Ia juga berharap pertumbuhan ekonomi Natuna terus naik dan dia juga  mengucapkan terima kasih atas perhatian menteri selama ini untuk Natuna sangat luar biasa.

"Terima kasih ibu atas bimbingan dan santunan yang selama ini telah diberikan kepada warga kami, semoga kedepannya ibu semakin sukses," ucap Bupati Natuna.

Untuk di ketahui, sejak tahun 2015 pembangunan SKPT Selat Lampa telah menghabiskan anggaran sebesar 221,7 miliar. Acara peresmian juga di hadiri kedutaan negara sahabat yaitu Dubes Norwegia, Vegard Kaale.

Usai melaksanakan peresmian Menteri Susi bersama Dubes melakukan penanaman pohon di kawasan SKPT dilanjutkan dengan pelepasan ekspor perdana 15 ton gurita ke Jepang dengan nilai Rp1.1 miliar, selanjutnya melakukan penenggelaman 2  kapal pelaku illegal fishing asal Vietnam di perairan Pulau Tiga, Kecamatan Pulau Tiga.

 
Pewarta :
Editor: Evi Ratnawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar