Gerakan Batam Baru representasi anak muda

id Gerakan Batam baru representasi anak muda,pilwako batam 2020,pilwako,pilkada 2020

Gerakan Batam Baru representasi anak muda

ilustrasi Batam baru (Antara Kepri/Nurjali)

Proses politik ini kan berkaitan juga dengan regulasi yang akan mendorong tingkat investasi. Kita anak muda yang dalam usia produktif, punya kepentingan di sana dan harus jadi pendorong utama untuk kemajuan kota ini
Batam (ANTARA) - Gerakan Batam Baru yang dibentuk oleh Rian Ernest, sebagai salah satu tagline yang diusungnya untuk maju menjadi calon independen di Pemilihan Wali Kota Batam 2020, adalah representasi anak muda, karena mayoritas gerakan ini diisi anak-anak asli Batam, yang berusia 20 hingga awal 30 tahun.

"Ini merupakan representasi gerakan Batam Baru yang memang membawa semangat muda dan baru untuk Kota Batam. Tim utama Batam Baru usianya di bawah 30 tahun semua," kata Jonathan Sihaloho (25), salah satu Koordinator Batam Baru kepada Antara, Kamis (16/1).

Dirinya sendiri tertarik untuk bergabung, menggalang dukungan karena melihat ada harapan baru untuk proses politik di Batam. Dan pencalonan Rian Ernest melalui jalur independen sendiri, dilakukan secara serius bisa jadi pembelajaran politik yang bagus untuk anak muda Batam. 

"Selama ini mindset anak muda Batam soal politik itu sudah negatif. Tapi, bersama Rian kita coba bangun proses politik yang bersih dan langsung bersinggungan dengan konstituen. Ini proses yang harus didukung," kata Jonathan yang merupakan seorang enterpreneur.

Ia juga merasa keterlibatan anak muda dalam proses politik di Batam, sudah seharusnya mulai dibangun. Apalagi, kondisi perekonomian di kota yang harusnya jadi pusat industri ini sedang mengalami tren yang menurun. 

"Proses politik ini kan berkaitan juga dengan regulasi yang akan mendorong tingkat investasi. Kita anak muda yang dalam usia produktif, punya kepentingan di sana dan harus jadi pendorong utama untuk kemajuan kota ini," kata Jonathan.

Hal senada juga diamini oleh Fransiskus Xaverius (25) yang juga tergabung sebagai koordinator pusat Batam Baru. Menurutnya, sudah terlalu lama Batam bergerak lambat tanpa ada perubahan yang berarti. Proses politik seakan tidak bisa menopang kemajuan zaman dan kebutuhan ekonomi masyarakat di Batam.

"Saya bergabung juga karena pengalaman pribadi menghadapi birokrasi yang berbelit-belit dan lama. Kegelisahan dan ketidakpedulian anak muda juga muncul karena kepemimpinan yang begitu-begitu saja," kata Fransiskus yang lahir dan besar di Kota Batam.

Menurutnya, Pemilihan Wali Kota Batam 2020 ini harus jadi momen di mana anak muda turun langsung dan memastikan pemimpin terbaik yang terpilih. Ia meyakini, apa yang dibangun oleh Rian Ernest melalui Batam Baru adalah hal positif yang layak didukung dalam proses politik di Batam.

"Rian ini cukup gila karena secara nasional dia sudah populer tapi mau turun ke Batam. Keinginannya menggebrak kebiasaan lama karena pengalaman di birokrasi DKI zaman Ahok, saya rasa jadi modal yang cukup membuat perubahan di Batam," kata Fransiskus.

Saat ini relawan Batam Baru sudah mengumpulkan 14,822 dukungan dan KTP dari masyarakat, seperti yang tercatat di situs batambaru.com. Melalui relawan yang tersebar di seluruh kecamatan dan lima posko utama di beberapa kecamatan, mereka punya target mengumpulkan hingga 60.000 dukungan untuk Rian Ernest.
Pewarta :
Editor: Evi Ratnawati
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar