Gus Sholah bersama Dompet Dhuafa dirikan RS KH Hasyim Asyari

id gus sholah, parni hadi,gus sholah wafat,gus sholah-dompet dhuafa

Gus Sholah bersama Dompet Dhuafa dirikan RS KH Hasyim Asyari

Ketua Pembina Yayasan Dompet Dhuafa Republika Parni Hadi menyampaikan belasungkawa kepada istri Gus Sholah, Nyai Farida (duduk), di rumah duka, Jalan Bangka Raya, Tendean, Mela Mampang, Jakarta Selatan, Senin (3-2-2020) pagi. ANTARA/dokumentasi pribadi/Parni Hadi

Semarang (ANTARA) - Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng Jombang Dr. (H.C.) Ir. K.H. Salahuddin Wahid (Gus Sholah) semasa hidupnya bersama Yayasan Dompet Dhuafa Republika (YDDR) mendirikan RS K.H. Hasyim Asyari di kompleks Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur.

"Inna lillhi wa inna ilaihi rjiun, Keluarga Besar Dompat Dhuafa berduka atas wafatnya Gus Sholah yang juga Dewan Pembina Yayasan Dompet Dhuafa Republika di RS Harapan Kita Jakarta, Ahad (2/2)," kata Pendiri Yayasan Dompet Dhuafa Republika Parni Hadi di rumah duka, Jalan Bangka Raya, Tendean, Mela Mampang, Jakarta Selatan, Senin pagi.

Sebelumnya, Irfan Wahid, putra almarhum, mengabarkan melalui akun Twiter-nya pada pukul 21.16. "Gus Sholah baru saja wafat pada pukul 20.55. Mohon dimaafkan seluruh kesalahan. Allahummahfirlahu warhamhu wa'afihi wa'fuanhu....” tulis akun @ipangwahid.
Suasana rumah duka di Jalan Bangka Raya, Tendean, Mela Mampang, Jakarta Selatan, Senin (3-2-2020) pagi. ANTARA/dokumentasi pribadi/Parni Hadi


PH (sapaan akrab Ketua Pembina YDDR Parni Hadi) turut berduka mendalam atas wafatnya kiai karismatik yang juga sahabatnya.



"Beliau adalah bagian dari keluarga besar Dompet Dhuafa," kata PH melalui pesan WA-nya kepada ANTARA di sela-sela bertakziah di rumah duka.

Gus Sholah bersama PH menginisiasi pendirian Rumah Sakit K.H. Hasyim Asyari Dompet Dhuafa di Pesantren Tebuireng, Jombang. Peletakan batu pertama pendirian RS ini pada tanggal 19 September 2018 oleh Mundjidah Wahab, Plt. Bupati Jombang saat itu.

PH menjelaskan bahwa Rumah Sakit Hasyim Asyari Dompet Dhuafa merupakan rumah sakit keenam yang dibangun dari dana umat melalui Dompet Dhuafa. Rumah sakit ini dibangun tiga lantai di atas tanah seluas 1 hektare yang merupakan wakaf dari keluarga besar K.H. Hasyim Asyari.

Sementara itu, Ketua Pengurus Yayasan Dompet Dhuafa Nasyith Majidi mengatakan bahwa RS Hasyim Asyari Dompet Dhuafa memenuhi fasilitas dan pelayanan sebagai rumah sakit tipe C. Karena tipe C, RS tersebut dapat melayani lebih banyak duafa.

Ia berharap kehadiran RS Hasyim Asyari Dompet Dhuafa dapat menyempurnakan lingkungan Ponpes Tebuireng dalam menebar manfaat bagi masyarakat Jombang.

Rumah sakit ini, kata Nasyith Majidi, akan melayani kebutuhan masyarakat berlandaskan kesetaraan akses layanan kesehatan.

"Inisiasi pendirian RS tersebut muncul saat Gus Sholah berkunjung ke RS Rumah Sehat Terpadu (RST) Dompet Dhuafa Parung, Bogor," Nasyith Majidi dalam rilisnya yang diterima ANTARA, Senin.

Kunjungan pertama Salahuddin Wahid menjadi sejarah inisiasi pendirian RS Hasyim Asyari Dompet Dhuafa di Jombang. Agenda keliling di beberapa ruang rumah sakit memantapkannya untuk membuka bentangan kebaikan di Jombang, Jawa Timur.

"Kita mulai di Pondok Pesantren Tebuireng," kata Gus Sholah ketika itu.
Hingga beberapa bulan setelahnya, ada kesepakatan antara Dompet Dhuafa dan keluarga besar K.H. Hasyim Asyari untuk mewakafkan sebidang tanah seluas 1 hektare. Lokasinya masih dalam lingkungan Pesantren Tebuireng di Jombang.

Tidak jauh dari sebidang tanah itu, terletak makam Gusdur yang atap kubahnya terlihat dari kejauhan.

Nasyith Majidi mengatakan bahwa pembangunan RS K.H. Hasyim Asyari sedang berjalan.

Ia berharap dalam waktu tidak lama lagi segera dapat beroperasi.

"Meski Gus Sholah tidak sempat menyaksikan langsung RS yang diinisiasinya saat beroprasi nanti,akan menjadi amal jariah almarhum dan keluarga besar K.H. Hasyim Asyari dan para donatur Dompet Dhuafa," kata Nasyith Majidi.

Dalam rilisnya, dia menyampaikan, "Selamat Jalan Gus Sholah... doa kami dan para duafa, husnulkhatimah."
Pewarta :
Editor: Evi Ratnawati
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar