KPU Batam tunggu hasil verifikasi pendukung calon perseorangan

id kpu batam,pilkada ditunda,pilkada batam,penanganan corona,virus corona,corona,covid-19,2019-ncov,novel coronavirus 2019

KPU Batam tunggu hasil verifikasi pendukung calon perseorangan

Anggota KPU Batam William Seipattiratu (ANTARA/Naim)

Batam (ANTARA) - Komisi Pemilihan Umum Kota Batam Kepulauan Riau masih menunggu hasil verifikasi pendukung pasangan calon kepala daerah dari jalur perseorangan Rian Ernest-Yusiani oleh Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil kota setempat.

"Saat ini kami masih menunggu Disduk, karena waktu verifikasi administrasi, sampai besok," kata anggota KPU Batam William Seipattiratu di Batam, Senin.

Meskipun KPU RI menunda sejumlah tahapan Pilkada, termasuk masa verifikasi faktual pendukung calon kepala daerah jalur perseorangan, ia tetap berharap verifikasi administrasi di Disduk segera selesai.

Klarifikasi ke Disduk Batam dibutuhkan untuk memastikan, bahwa pemberi dukungan adalah benar warga Batam yang memiliki hak memilih dalam Pilkada Serentak 2020.

"Karena dalam verifikasi yang kami lakukan, ada pemberi dukungan yang namanya tidak tercantum dalam daftar pemilih tetap dalam Pemilu 2019 dan DP4," kata William.

Ia menjelaskan, DPT yang digunakan KPU sebagai referensi adalah untuk Pemilu 2019, dan DP4 yang terbaru adalah data per 31 Desember 2019.

Sementara, mungkin saja pemberi dukungan baru mendapatkan KTP elektronik pada awal Januari, sehingga datanya belum masuk dalam DPT dan DP4.

KPU Kota Batam juga menunda beberapa kegiatan sosialisasi kepada pemilih terkait penyelenggaraan Pilkada Serentak 2020, untuk mengantisipasi penularan Virus Corona.

Penundaan kegiatan itu sesuai dengan keputusan KPU RI dan imbauan Wali Kota Batam untuk meminimalkan kegiatan pertemuan dengan banyak peserta, demi mencegah penularan penyakit yang menyerang saluran pernafasan COVID-19.

Selain berbagai sosialisasi, KPU Batam juga mempertimbangkan cara pelantikan Panitia Pemungutan Suara.
Pewarta :
Editor: Rusdianto Syafruddin
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar