Logo Header Antaranews Kepri

Pemkot Tanjungpinang terkendala anggaran terapkan PSBB

Senin, 27 April 2020 20:09 WIB
Image Print
Ilustrasi - Penjual koran di Jalan Basuki Rahmad Tanjungpinang tidak mengenakan masker dan tidak menjaga jarak fisik saat berinteraksi. (ANTARA/Nikolas Panama)

Tanjungpinang (ANTARA) - Pemerintah Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau belum dapat melaksanakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) lantaran mengalami keterbatasan anggaran.

Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kepri, Teguh Ahmad Syafari, di Tanjungpinang, Senin, mengatakan berdasarkan hasil analisis tim ahli, ibu kota Kepri itu sudah memenuhi persyaratan untuk melaksanakan PSBB.

Namun, kata dia, pemerintah kota setempat bukan tidak ingin melaksanakan PSBB, melainkan harus memikirkan dampaknya, terutama terhadap perekonomian dan masyarakat kurang mampu.

"Setelah kami hitung kebutuhan anggaran, ternyata tidak mencukupi anggaran untuk menyediakan sembako untuk masyarakat yang terdampak pandemi COVID-19," ujar Teguh Ahmad Syafari yang juga Sekretaris Daerah Pemkot Tanjungpinang itu.

Teguh tidak merinci kebutuhan anggaran untuk menyediakan sembako.

Namun, berdasarkan data Dinas Sosial Tanjungpinang jumlah keluarga yang berhak mendapatkan sembako tersebut mencapai 21 ribu keluarga.

Ia menyebut data tersebut data berubah dan potensial meningkat karena penambahan angka pengangguran akibat penutupan berbagai jenis usaha di Tanjungpinang.

Ia menyebut target penerimaan daerah setempat sebagai "terjun bebas".

Baca juga: Tanjungpinang akan terapkan jam siang dan malam cegah COVID-19

Baca juga: Pasien positif COVID-19 di Tanjungpinang bertambah lagi

Ia mencontohkan pendapatan yang bersumber dari dana transfer pusat, menurun menjadi Rp700 miliar. Padahal dana transfer pusat merupakan napas pembangunan di Tanjungpinang.

Hal itu disebabkan pendapatan asli daerah dan sumber pendapatan lain yang sah di Tanjungpinang hanya 30 persen dari dana transfer pusat. Pendapatan asli daerah diperkirakan turun

Pemkot Tanjungpinang berupaya mengalihkan berbagai kegiatan untuk fokus dalam penanganan COVID-19, namun tidak cukup seandainya diterapkan PSBB.

Contohnya, katanya, proyek fisik tidak dilaksanakan, namun yang sudah terlanjur dilaksanakan mulai Februari-Maret, tetap dikerjakan.

Jika Pemerintah Provinsi Kepri memiliki anggaran untuk membantu pelaksanaan PSBB maka Tanjungpinang siap melaksanakan hal itu.

"Kami lagi bahas kebutuhan anggaran untuk pelaksanaan PSBB secara komprehensif dan akan menyampaikannya kepada Pemprov Kepri," katanya.

Jumlah pasien positif COVID-19 di Tanjungpinang 23 orang. Salah satu pasien positif COVID-19 adalah Wali Kota Tanjungpinang, Syahrul, yang sejak 11 April 2020 dirawat di RSUP Kepri.

Baca juga: Polisi amankan puluhan remaja aksi balap liar di Tanjungpinang

Baca juga: Wali Kota Tanjungpinang tidak lagi dibantu alat terapi ginjal



Pewarta :
Editor: Rusdianto Syafruddin
COPYRIGHT © ANTARA 2026