Warga Kepri antusias tukar uang khusus kemerdekaan RI

id uang peringatan kemerdekaan, bi kepri,penukaran uang kemerdekaan di kepri

Warga Kepri antusias tukar uang khusus kemerdekaan RI

Deputi Kepala Perwakilan BI Kepri, M Arif Kurniawan dan Kepala Unit Pengelolaan Uang Rupiah BI Kepri, Indra Gunawan dan petugas BI Kepri berfoto bersama usai memberikan keterangan kepada pers di Batam, Selasa.

Batam (ANTARA) - Bank Indonesia menilai warga Provinsi Kepulauan Riau antusias menukarkan uang rupiah khusus HUT ke-75 RI, pecahan 75.000 kepada masyarakat.

"Kalau menurut saya, masyarakat Kepri sangat antusias," kata Deputi Kepala Perwakilan BI Kepri, M Arif Kurniawan dalam taklimat media di Batam, Kepulauan Riau, Rabu.

BI mencatat, pada Selasa, hingga pukul 12.00 WIB, sudah 135 warga yang memesan uang edisi khusus itu, dari 150 kuota penukaran yang ditetapkan BI setiap harinya.

"Sudah di atas 80 persen," kata dia.

Pihaknya akan terus melakukan sosialisasi kepada warga yang berminat menukarkan rupiah pecahan 75.000 itu, hingga kuota 900.000 lembar untuk masyarakat Kepri, habis.

"Kami siap mendistribusikan kepada seluruh elemen masyarakat," kata dia.

Ia menyampaikan BI Kepri menyiapkan dua loket penukaran, khusus warga yang sudah mengantongi nomor pesanan daring.

"Kami melihat kondisi di lapangan. Saat ini ada 2 loket, ada skala batasan maksimal 1 menit. Ke depan, kalau memang banyak, kami akan melihat kondisi di lapangan," kata dia.

Dalam kesempatan itu juga dijelaskan, masyarakat bisa menukar rupiah baru itu secara kolektif.

"Untuk memudahkan mitra strategis kami, kami layani secara kolektif. Aturan sama dengan yang perorangan," kata dia.

Penukar kolektif harus membawa KTP asli milik dirinya dan yang menitipkan, bersama bukti pemesanan aplikasi pintar, surat penunjukan pengambilan kolektif oleh lembaga.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Unit Pengelolaan Uang Rupiah BI Kepri, Indra Gunawan menyampaikan dari target 150 orang pemesan setiap hari, pada Selasa sudah terdapat 135 orang pemesan.
 
Pewarta :
Editor: Rusdianto Syafruddin
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar