Pengelolaan air Pulau Bintan perlu dibenahi

id Pengamat, benahi pengelolaan air,Pulau Bintan

Pengelolaan air Pulau Bintan perlu dibenahi

Kondisi Waduk Gesek di Bintan,buruk (Nikolas Panama)

Tanjungpinang (ANTARA) - Pengamat lingkungan, Kherjuli mendesak pemerintah daerah untuk membenahi pengelolaan air bersih di Pulau Bintan (Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan), Kepulauan Riau.

"Sampai sekarang kondisi ketersediaan air dan kualitas air masih bermasalah. Ini perlu dibenahi," kata Kherjuli di Tanjungpinang, Selasa.

Ia mengemukakan saat intensitas curah hujan tinggi pun kondisi Pulau Bintan tetap potensial krisis air karena wadah penampung air (waduk) 'existing' belum mampu menampung air larian dalam jumlah besar.

Kondisi itu, lanjutnya diperburuk dengan Water Treatment Proses (WTP) yang terbangun, namun jumlahnya masih di bawah jumlah kebutuhan saat ini, yang diperkirakan 350 liter/detik - 400 liter/detik.

"Existing saat ini baru 250 liter/detik. Data PDAM Tirta Kepri menunjukkan bahwa baru 41 persen jumlah penduduk terlayani. Dengan pemakaian rata-rata masih di bawah 17 m3/keluarga/bulan," ujarnya.

Ia mengemukakan kajian potensi sumber daya air di Pulau Bintan telah dilakukan berbagai pihak sejak tahun 80-an. Dari hasil kajiannya, menyimpulkan bahwa potensi Sumber Daya Air di Pulau Bintan, khususnya air permukaan, sangat potensial dan berlimpah.

Untuk menutupi neraca air di Pulau Bintan yang defisit, akibat ketersediaan berada di bawah kebutuhan, baik untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari maupun non domestik lainnya.

Sementara untuk jangka pendek, kata dia pemerintah melalui Balai Wilayah Sungai Kementerian PU telah menyiapkan Waduk Kawal.

"Kami apresiasi itu. Walau masih jauh dan terkesan lambat. Karena masalah yang kita hadapi saat ini, bukan lagi persoalan air baku saja, tetapi lebih pada air bersih yang dapat dikonsumsi," ucapnya.

Ia mengemukakan permasalahan yang dihadapi sekarang bagaimana percepatan penyediaan air minum perkotaan dapat terwujud sehingga PDAM mampu memberikan pelayanan dengan cakupan dan kualitas yang baik.

Pemerintah Provinsi Kepri baru-baru ini mengusulkan Sistem Pengelolaan Air Minum (SPAM) Regional Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau kepada
Badan Perencanaan Pembangunan Nasional.

"Kualitas air masih diragukan masyarakat, meski hasil uji laboratorium menunjukkan layak minum. Namun sampai sekarang pelanggan tidak menggunakan air tersebut untuk diminum karena pipa distribusi air ditemukan permasalahan seperti berkarat," ucapnya.
Pewarta :
Editor: Evi Ratnawati
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar