Warga Lingga tidak pernah mengonsumsi beras lokal

id lingga, padi sawah, beras lokal

Warga Lingga tidak pernah mengonsumsi  beras lokal

Lahan persawahan di Panggak Darat, Lingga. Foto Antara/Nikolas

Lingga (ANTARA) - Warga Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau sampai sekarang belum pernah mengonsumsi beras lokal, yang di bangga-banggakan pemerintah setempat.

Agung, salah seorang pemuda di Daik, Rabu, mengatakan, sampai sekarang belum pernah melihat bentuk beras dari pertanian di Sungai Besar, Panggak Darat maupun Panggak Laut.

"Jangankan makan beras lokal, lihat berasnya pun kami tidak pernah," kata Agung, yang juga mahasiswa di salah satu kampus di Tanjungpinang.

Ia merasa heran terhadap berita di sejumlah media daring yang menginformasikan panen padi di sejumlah sawah di Lingga yang seolah-olah mampu menutupi kebutuhan masyarakat lokal. Padahal padi yang dipanen tersebut tidak cukup menutupi kebutuhan kebutuhan warga yang tinggal di perkampungan sekitar sawah.

"Ada cukup banyak berita yang mengaburkan fakta bahwa sawah yang dibangun itu tidak mampu menutupi kebutuhan warga lokal," ucapnya.

Zainudin (62), warga Kecamatan Senayang, di Daik Lingga, Selasa, mengaku belum pernah melihat beras lokal yang berasal dari berbagai kawasan di Lingga.

"Saya mau beli kalau ada yang jual. Saya mau rasakan, enak atau tidak," katanya, yang sehari-hari bekerja sebagai nelayan.

Sejak awal, ia tidak terlalu yakin padi yang diproduksi petani lokal mampu menutupi kebutuhan masyarakat. Hal itu disebabkan rata-rata warga pesisir Lingga bekerja sebagai nelayan, bukan petani.

"Kecuali kami dibimbing, diarahkan orang yang paham, dan dapat kepastian kalau ini pekerjaan yang menghasilkan untuk keluarga," ujarnya.

Sutina (43), warga Daik pun belum mengonsumsi beras yang diproduksi petani lokal tersebut. Namun ia mengetahui ada sejumlah persawahan di Daik seperti di Panggak dan Sungai Besar.

Sementara terkait sawah di Sungai Besar, Narto tidak ingin menjelaskan lebih terperinci.

"Saya tidak begitu paham soal itu," ucapnya tersenyum.

Berdasarkan pantauan, sawah di Sungai Besar, Daik, tampak ditumbuhi rumput sehingga seperti semak. Di lokasi itu juga tidak tampak petani yang bekerja di sawah.

Data Badan Pusat Statistik Kepulauan Riau luas sawah di daerah tersebut mencapai 132  hektare. 

Berdasarkan pantauan di Sungai Besar, Panggak Darat dan Panggak Laut, pagi yang ditanam tidak terlalu luas. Bahkan di lokasi tersebut tumbuh semak belukar, dan pepohonan pisang.

Di Panggak Darat, Daik, sawah memiliki padi di atas lahan yang tidak mencapai 3 ribu meter. 

"Bisa lihat sendiri, dan nilai sendiri apakah bisnis beras yang digeluti pemda ini berjalan dengan baik atau tidak," singgung anggota DPRD Lingga Sui Hiok.

Pewarta :
Editor: Evi Ratnawati
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar