
Developer perumahan turut picu banjir dan longsor di Tanjungpinang

lPemkot Tanjungpinang, Kepri, menuding developer perumahan turut memicu terjadinya banjir dan longsor di daerah tersebut, selain dipicu saluran drainase tersumbat, curah hujan tinggi dan air pasang laut besar.
Kepala BPBD Tanjungpinang Dedy Sjufri Yusda, Senin, mengatakan banjir dan longsor rata-rata menimpa kawasan perumahan terutama di Kecamatan Tanjungpinang Timur.
"Tanjungpinang Timur jadi wilayah yang paling terdampak. Ratusan rumah terendam banjir, belasan di antaranya terkena longsor, salah satunya di perumahan Cenderawasih," kata Dedy.
Dia menyebut banjir dan longsor di area perumahan disebabkan developer membangun rumah di atas lahan resapan air, namun tidak ditimbun tanah lebih dari satu kali supaya ketinggian tanahnya mencukupi.
"Seharusnya pembangunan perumahan di atas lahan resapan air, developer menimbun tanah lebih dari satu kali biar aman dan tidak berpotensi menimbulkan keretakan pada pondasi rumah," ungkapnya.
Lebih lanjut, Dedy menyampaikan saat ini pihaknya dengan instansi terkait tengah mendata kerusakan fisik sekaligus kerugian materi akibat banjir dan longsor yang terjadi, Sabtu (2/1).
Berdasarkan data sementara, katanya, sudah terdata sekitar 3.210 warga terdampak banjir dan longsor yang tersebar di tiga kecamatan se Kota Tanjungpinang.
"Tidak ada korban jiwa. Warga terdampak bencana sudah dievakuasi di posko darurat bencana sampai situasi kondusif," sebut dia.
Pewarta : Ogen
Editor:
Evi Ratnawati
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
