
Pelanggan PDAM Tirta Kepri harus bersabar tunggu perbaikan pompa air

Tanjungpinang (ANTARA) - Anggotar Komisi II DPRD Provinsi Kepri Rudy Chua meminta pelanggan PDAM Tirta Kepri yang disuplai dari waduk Sei Gesek Bintan harus bersabar karena perbaikan pompa air terdampak banjir masih membutuhkan waktu sekitar sepekan lagi.
“Ternyata ada hambatan dalam proses pengeringan dan perbaikan pompa, dinamo dan panel listrik yang muncul setelah banjir kemarin, kemungkinan pekerjaan perbaikan akan delay atau mundur seminggu lagi,” ujar Rudy Chua usai turun ke waduk Sei Gesek, Jumat.
Dia mengatakan untuk saat ini Simpang Batu 10 sampai Batu 5 di Tanjungpinang sudah dialihkan, distribusinya dibantu dengan air dari Sei Pulai.
Namun, katanya, yang menjadi masalah adalah dari Simpang Batu 10 ke arah Gesek belum bisa terbantu oleh air dari Sei Pulai.
Dikatakannya banyak perumahan sepanjang jalan tersebut seperti Air Raja, Galaxi, Griya Surya Indah, Griya Hangtuah Permai 1 & 4, Permata Bintan, Griya Permata Indah terputus dialiri air bersih.
Menyiasati itu, untuk sementara akan dibantu dengan droping air melalui air mobil tangki.
“Mengingat PDAM hanya memiliki tiga mobil tangki, tentu mobilitasnya sangat terbatas. Tadi kami sudah koordinasi dengan BPBD Provinsi dan Kota Tanjungpinang dan mereka akan bantu dengan tiga mobil tangki untuk memenuhi kebutuhan ribuan warga masyarakat di daerah tersebut,” jelas Rudy.
Politisi Hanura itu turut mengimbau Ormas dan LSM serta Parpol untuk bisa membantu droping air ke warga yang membutuhkan. PDAM akan menyediakan suplai air secara cuma-cuma di Waduk Sei Pulai.
“Jadi yang berniat membantu cukup sediakan mobil tangki dan bisa berkoordinasi ke PDAM tentang titik yang perlu dibantu. Dengan gotong royong tentu akan lebih mudah dan cepat untuk membantu warga yang terimbas tersebut, dan lagi pihak yang mau ikut terlibat bisa menghubungi 21574,” tutur Rudy Chua.
Pompa PDAM Tirta Kepri rusak akibat terendam banjir yang terjadi di Pulau Bintan (Tanjungpinang-Bintan) pada Sabtu (2/1). Imbasnya, distribusi air bersih ke belasan ribu pelanggan air jadi terganggu.
Salah seorang warga perumahan Permata Galaxi di Tanjungpinang Ismail mengeluh tidak mendapatkan air bersih untuk keperluan sehari-hari sejak kerusakan yang terjadi di PDAM Tirta Kepri.
"Saya terpaksa membeli air tangki (60 ribu per tangki) buat keperluan mandi, cuci baju dan memasak. PDAM harus bergerak cepat memperbaiki kerusakan yang ada, karena saya merasa dirugikan sebagai pelanggan yang tiap bulannya tepat waktu membayar tagihan air," katanya menegaskan.
Pewarta : Ogen
Editor:
Evi Ratnawati
COPYRIGHT © ANTARA 2026
