Tim WHO beri pengarahan media tentang temuan Wuhan pada Selasa

id Wuhan China,asal-usul covid-19,tim penyelidik WHO,tim who di wuhan

Tim WHO  beri pengarahan media tentang temuan Wuhan pada Selasa

Seorang pekerja menggunakan APD lengkap berdiri di pasar Baishazhou saat kunjungan tim Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang bertugas menyelidiki asal-usul pandemi virus corona (COVID-19), di Wuhan, provinsi Hubei, China (31/1/2021). ANTARA/REUTERS/Thomas Peter/aa. (REUTERS/THOMAS PETER)

Wuhan, China (ANTARA) - Anggota tim yang dipimpin Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang mencari petunjuk tentang asal-usul COVID-19 akan mengadakan  pengarahan untuk media pada Selasa.

Tim penyelidik dari WHO itu telah hampir sebulan melakukan pertemuan dan kunjungan lokasi di kota Wuhan di China, yakni tempat penyakit infeksi virus corona baru pertama kali diidentifikasi.

Pengarahan media itu dijadwalkan pada pukul 15.30 waktu setempat pada Selasa sore, menurut kementerian luar negeri China. WHO sebelumnya mengatakan pengarahan itu akan dilakukan pada pukul 16.00 sore.

WHO mengatakan pengarahan media itu juga akan mengikutsertakan para ahli dari pihak China yang telah terlibat dalam penyelidikan asal-usul COVID-19.

Tim penyelidik WHO tiba di Wuhan pada 14 Januari lalu dan setelah dua pekan menjalani karantina, mengunjungi situs-situs utama seperti pasar makanan laut Huanan -- lokasi kelompok infeksi virus corona pertama yang diketahui, serta mengunjungi Institut Virologi Wuhan, yang telah terlibat dalam penelitian virus corona.

Para anggota tim penyelidik WHO telah berusaha untuk membatasi ekspektasi tentang misi penyelidikan tersebut, dan ahli zoologi Peter Daszak pekan lalu mengatakan kepada Reuters bahwa salah satu tujuan mereka adalah untuk "mengidentifikasi langkah selanjutnya untuk mengisi celah informasi."

Anggota lain tim WHO itu, pakar penyakit menular Dominic Dwyer, mengatakan mungkin butuh waktu bertahun-tahun untuk memahami sepenuhnya asal-usul COVID-19.

Amerika Serikat mengatakan China perlu lebih terbuka dalam hal berbagi data dan sampel serta memungkinkan akses ke pasien, staf medis, dan pekerja laboratorium. Beijing kemudian menuduh Washington memolitisasi misi ilmiah untuk penyelidikan asal-usul COVID-19 itu.

Sumber: Reuters
 
Pewarta :
Editor: Evi Ratnawati
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar