Bom Katedral Makassar serangan terhadap kebinekaan
Minggu, 28 Maret 2021 15:24 WIB
Aparat kepolisian melakukan pemeriksaan di sekitar sisa-sisa ledakan dugaan bom bunuh diri di depan Gereja Katolik Katedral, Makassar, Sulawesi Selatan, Ahad (28-3-2021). ANTARA FOTO/Abriawan Abhe/foc.
Jakarta (ANTARA) - Pengurus Pusat Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi) mengutuk keras aksi bom bunuh diri di Gerbang Gereja Katedral Makassar sebagai serangan terhadap kebinekaan di Indonesia.
"Serangan bom bunuh diri ini sangat melukai bangsa Indonesia. Apalagi, dilakukan di kala umat Katolik sedang merayakan Minggu Palma," kata Sekretaris Umum Bamusi Nasyirul Falah Amru dalam keterangan pers di Jakarta, Ahad.
Nasyirul Falah Amru, akrab disapa Gus Falah, menegaskan bahwa bom bunuh diri itu merupakan serangan terhadap kebinekaan dan persatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Gus Falah menduga jika aksi teror itu merupakan balasan dari tindakan Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri yang meringkus para teroris di berbagai wilayah Indonesia awal tahun 2021.
"Aparat kepolisian hendaknya harus selalu siaga sebab para teroris ternyata tak berhenti mengganggu NKRI," ujarnya.
Ia juga mengingatkan pihak intelijen harus bekerja keras mencegah terjadinya aksi teror biadab seperti itu. Akibat aksi teror itu menunjukkan intelijen 'kecolongan', dan jangan sampai kecolongan itu berulang kali.
Sebelumnya, Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Pol. Argo Yuwono menyebutkan total 14 korban terluka akibat ledakan bom di depan gerbang masuk Gereja Katedral, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Ahad.
Argo memerinci tiga korban luka dirawat di Rumah Sakit Stella Maris, tujuh korban dirawat di Rumah Sakit Akademis, dan empat orang dirawat di Rumah Sakit Pelamonia. Mereka mengalami luka pada bagian luar, seperti kaki, kepala, lengan, dan betis.
"Serangan bom bunuh diri ini sangat melukai bangsa Indonesia. Apalagi, dilakukan di kala umat Katolik sedang merayakan Minggu Palma," kata Sekretaris Umum Bamusi Nasyirul Falah Amru dalam keterangan pers di Jakarta, Ahad.
Nasyirul Falah Amru, akrab disapa Gus Falah, menegaskan bahwa bom bunuh diri itu merupakan serangan terhadap kebinekaan dan persatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Gus Falah menduga jika aksi teror itu merupakan balasan dari tindakan Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri yang meringkus para teroris di berbagai wilayah Indonesia awal tahun 2021.
"Aparat kepolisian hendaknya harus selalu siaga sebab para teroris ternyata tak berhenti mengganggu NKRI," ujarnya.
Ia juga mengingatkan pihak intelijen harus bekerja keras mencegah terjadinya aksi teror biadab seperti itu. Akibat aksi teror itu menunjukkan intelijen 'kecolongan', dan jangan sampai kecolongan itu berulang kali.
Sebelumnya, Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Pol. Argo Yuwono menyebutkan total 14 korban terluka akibat ledakan bom di depan gerbang masuk Gereja Katedral, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Ahad.
Argo memerinci tiga korban luka dirawat di Rumah Sakit Stella Maris, tujuh korban dirawat di Rumah Sakit Akademis, dan empat orang dirawat di Rumah Sakit Pelamonia. Mereka mengalami luka pada bagian luar, seperti kaki, kepala, lengan, dan betis.
Pewarta : Fauzi
Editor : Evi Ratnawati
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Jumat Agung, Masjid Istiqlal sediakan parkir bagi umat Kristen yang melaksanakan ibadah
18 April 2025 13:50 WIB
Terowongan Silaturahim Masjid Istiqlal-Gereja Katedral dibuka untuk peserta misa hari ini
24 December 2024 12:16 WIB, 2024
Menkopolhukam perintahkan aparat untuk tingkatkan pengamanan di rumah ibadah
28 March 2021 20:28 WIB, 2021
Terpopuler - Hukum
Lihat Juga
Polda Kepri gagalkan peredaran 353 keping vape mengandung etomidate di Kota Batam
12 February 2026 17:40 WIB