Jerman nyatakan Inggris dan Irlandia Utara sebagai kawasan varian virus
Sabtu, 22 Mei 2021 14:03 WIB
Para pelajar mengikuti ujian sekolah menengah di auditorium Paul Natorp Gymnasium di Berlin, Jerman, Senin (26/4/2021), di bawah penerapan pembatasan untuk menghadang penyebaran penyakit virus corona (COVID-19). REUTERS/Annegret Hilse/hp/cfo
Berlin (ANTARA) - Lembaga kesehatan masyarakat Jerman pada Jumat (21/5) menyatakan Inggris dan Irlandia Utara sebagai kawasan varian virus dan karena itu mewajibkan siapa saja yang datang dari Inggris untuk menjalani karantina dua pekan sejak saat kedatangan.
Di Inggris, kasus varian COVID-19 yang pertama kali muncul di India terus meningkat.
"Kami ingin bermain aman," kata sumber di kalangan pemerintah Jerman. "Dalam tahap gerakan vaksinasi penting ini, masuknya mutasi bermasalah musti dihindari sejauh mungkin."
Klasifikasi menyangkut Inggris dan Irlandia utara itu, yang akan mulai berlaku pada Minggu tengah malam (23/5), berarti bahwa aturan karantina juga diterapkan pada penerima vaksin lengkap dan mereka yang telah sembuh dari COVID-19.
Menteri Kesehatan Jerman Jens Spahn awal Mei ini mengatakan bahwa gelombang ketiga infeksi COVID-19 di Jerman "tampaknya akan berhenti", namun pejabat pemerintah tetap berhati-hati.
"Jika kita ingin terus menekan tingkat infeksi, maka kita perlu mencegah penularan varian virus mengancam perkembangan positif ini," kata juru bicara Kementerian Kesehatan.
"Langkah ini berat bagi Inggris, namun diperlukan untuk mencegah penyebaran cepat varian India di Jerman," katanya. Ia menambahkan bahwa hanya ketika lebih banyak penerima vaksin, Jerman dibekali senjata melawan ancaman seperti itu.
Sumber: Reuters
Di Inggris, kasus varian COVID-19 yang pertama kali muncul di India terus meningkat.
"Kami ingin bermain aman," kata sumber di kalangan pemerintah Jerman. "Dalam tahap gerakan vaksinasi penting ini, masuknya mutasi bermasalah musti dihindari sejauh mungkin."
Klasifikasi menyangkut Inggris dan Irlandia utara itu, yang akan mulai berlaku pada Minggu tengah malam (23/5), berarti bahwa aturan karantina juga diterapkan pada penerima vaksin lengkap dan mereka yang telah sembuh dari COVID-19.
Menteri Kesehatan Jerman Jens Spahn awal Mei ini mengatakan bahwa gelombang ketiga infeksi COVID-19 di Jerman "tampaknya akan berhenti", namun pejabat pemerintah tetap berhati-hati.
"Jika kita ingin terus menekan tingkat infeksi, maka kita perlu mencegah penularan varian virus mengancam perkembangan positif ini," kata juru bicara Kementerian Kesehatan.
"Langkah ini berat bagi Inggris, namun diperlukan untuk mencegah penyebaran cepat varian India di Jerman," katanya. Ia menambahkan bahwa hanya ketika lebih banyak penerima vaksin, Jerman dibekali senjata melawan ancaman seperti itu.
Sumber: Reuters
Pewarta : Asri Mayang Sari
Editor : Evi Ratnawati
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Menaker sebut kewajiban pemberian THR dari perusahaan masih tetap H-7 sebelum Idulftri
25 February 2026 12:24 WIB
Puluhan perusahaan di Kepri abaikan kewajiban reklamasi pascatambang
09 February 2021 19:26 WIB, 2021
Terpopuler - Jagat
Lihat Juga
Arab Saudi tegaskan angkut jemaah haji ilegal didenda 50.000 riyal dan hukuman penjara
07 May 2026 12:28 WIB