Pangeran William kritik para miliader yang berwisata ke luar angkasa
Senin, 18 Oktober 2021 10:57 WIB
Duchess of Cambridge Pangeran William dan Kate Middleton tiba di upacara penghargaan Earthshot di London, Inggris 17 Oktober 2021. (ANTARA/REUTERS/HENRY NICHOLLS)
Jakarta (ANTARA) - Pangeran William mengecam para miliarder yang terlibat dalam "perlombaan" pariwisata luar angkasa, dengan mengatakan bahwa para pemikir terbesar di dunia seharusnya fokus pada pemecahan masalah lingkungan yang dihadapi Bumi.
Mengutip Reuters, Senin, selama wawancara dengan BBC yang disiarkan baru-baru ini, William muncul untuk mengkritik orang terkaya di dunia sekaligus bos Amazon Jeff Bezos, bos Tesla Elon Musk dan warga Inggris Richard Branson, yang semua berlomba-lomba untuk mengantarkan era baru perjalanan ruang angkasa menjadi hal yang komersil untuk kesenangan pribadi.
"Kita membutuhkan beberapa otak dan pikiran terhebat di dunia yang berusaha memperbaiki planet ini, bukan mencoba menemukan tempat berikutnya untuk pergi dan tinggal," kata William.
Komentarnya muncul setelah Musk berbicara tentang misi ke Mars, dan Bezos menggambarkan penerbangan luar angkasa perdananya pada bulan Juli sebagai bagian dari membangun jalan ke luar angkasa "sehingga anak-anak kita dan anak-anak mereka dapat membangun masa depan".
"Kita perlu melakukan itu untuk memecahkan masalah di Bumi ini," kata Bezos, yang pada pekan lalu merayakan pengiriman aktor "Star Trek" William Shatner ke luar angkasa dengan pesawat ruang angkasa New Shepard miliknya.
Berbicara tentang isu-isu lingkungan telah menjadi hal utama dari keluarga kerajaan Inggris, dan William (39) mengikuti jejak mendiang kakeknya dan suami Ratu Elizabeth, Pangeran Philip, dan ayahnya, Pangeran Charles.
Charles, pewaris takhta berusia 72 tahun, selama beberapa dekade menyerukan tindakan untuk menghentikan perubahan iklim dan kerusakan lingkungan, jauh sebelum masalah perlombaan wisata ke luar angkasa menjadi isu utama. William menyebut ayahnya sering kali menghadapi ejekan di sepanjang jalannya menyerukan isu lingkungan tersebut.
"Ini merupakan jalan yang sulit baginya. Dia mengalami perjalanan yang sangat sulit, dan saya pikir dia telah terbukti berada di depan kurva," kata William.
"Tapi seharusnya tidak ada generasi ketiga yang sekarang datang untuk lebih meningkatkannya (isu perubahan iklim). Bagi saya, itu akan menjadi bencana mutlak jika George (anak sulungnya) duduk di sini ... dalam waktu sekitar 30 tahun, waktu apa pun, masih mengatakan hal yang sama, karena pada saat itu kita akan terlambat," imbuhnya.
William juga mengatakan isu ini juga harus disampaikan di KTT COP26, Konferensi Perubahan Iklim PBB yang akan datang di Skotlandia.
Tanggapan pribadi sang pangeran terhadap masalah ini adalah menciptakan Earthshot Prize, yang bertujuan untuk menemukan solusi melalui teknologi atau kebijakan baru untuk masalah lingkungan terbesar di planet ini.
Lima pemenang pertama, yang masing-masing akan mengumpulkan 1 juta poundsterling (1,4 juta dolar AS), telah diumumkan pada upacara pada hari Minggu (17/10) waktu setempat.
Mengutip Reuters, Senin, selama wawancara dengan BBC yang disiarkan baru-baru ini, William muncul untuk mengkritik orang terkaya di dunia sekaligus bos Amazon Jeff Bezos, bos Tesla Elon Musk dan warga Inggris Richard Branson, yang semua berlomba-lomba untuk mengantarkan era baru perjalanan ruang angkasa menjadi hal yang komersil untuk kesenangan pribadi.
"Kita membutuhkan beberapa otak dan pikiran terhebat di dunia yang berusaha memperbaiki planet ini, bukan mencoba menemukan tempat berikutnya untuk pergi dan tinggal," kata William.
Komentarnya muncul setelah Musk berbicara tentang misi ke Mars, dan Bezos menggambarkan penerbangan luar angkasa perdananya pada bulan Juli sebagai bagian dari membangun jalan ke luar angkasa "sehingga anak-anak kita dan anak-anak mereka dapat membangun masa depan".
"Kita perlu melakukan itu untuk memecahkan masalah di Bumi ini," kata Bezos, yang pada pekan lalu merayakan pengiriman aktor "Star Trek" William Shatner ke luar angkasa dengan pesawat ruang angkasa New Shepard miliknya.
Berbicara tentang isu-isu lingkungan telah menjadi hal utama dari keluarga kerajaan Inggris, dan William (39) mengikuti jejak mendiang kakeknya dan suami Ratu Elizabeth, Pangeran Philip, dan ayahnya, Pangeran Charles.
Charles, pewaris takhta berusia 72 tahun, selama beberapa dekade menyerukan tindakan untuk menghentikan perubahan iklim dan kerusakan lingkungan, jauh sebelum masalah perlombaan wisata ke luar angkasa menjadi isu utama. William menyebut ayahnya sering kali menghadapi ejekan di sepanjang jalannya menyerukan isu lingkungan tersebut.
"Ini merupakan jalan yang sulit baginya. Dia mengalami perjalanan yang sangat sulit, dan saya pikir dia telah terbukti berada di depan kurva," kata William.
"Tapi seharusnya tidak ada generasi ketiga yang sekarang datang untuk lebih meningkatkannya (isu perubahan iklim). Bagi saya, itu akan menjadi bencana mutlak jika George (anak sulungnya) duduk di sini ... dalam waktu sekitar 30 tahun, waktu apa pun, masih mengatakan hal yang sama, karena pada saat itu kita akan terlambat," imbuhnya.
William juga mengatakan isu ini juga harus disampaikan di KTT COP26, Konferensi Perubahan Iklim PBB yang akan datang di Skotlandia.
Tanggapan pribadi sang pangeran terhadap masalah ini adalah menciptakan Earthshot Prize, yang bertujuan untuk menemukan solusi melalui teknologi atau kebijakan baru untuk masalah lingkungan terbesar di planet ini.
Lima pemenang pertama, yang masing-masing akan mengumpulkan 1 juta poundsterling (1,4 juta dolar AS), telah diumumkan pada upacara pada hari Minggu (17/10) waktu setempat.
Pewarta : Arnidhya Nur Zhafira
Editor : Evi Ratnawati
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Jokowi disambut secara kenegaraan ketika tiba di State House Nairobi Kenya
21 August 2023 19:38 WIB, 2023
Presiden Jokowi lakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Kenya William Ruto
21 August 2023 16:13 WIB, 2023
Timnas U-20 kedatangan dua pemain Belanda keturunan Indonesia jelang hadapi Slovakia
19 November 2022 6:05 WIB, 2022
Terpopuler - Jagat
Lihat Juga
Tren "mudik terbalik" saat Imlek kian populer di kalangan anak muda di China
12 February 2026 12:12 WIB
Komisi Eropa ajukan keberatan ke Meta terkait pembatasan akses AI di WhatsApp
10 February 2026 13:54 WIB
Perdana Menteri Inggris minta maaf atas penunjukan dubes terkait kasus Epstein
06 February 2026 15:53 WIB
Gencatan senjata tahap kedua, 54 jenazah warga Palestina telah tiba di Gaza
05 February 2026 11:16 WIB
Kapolri usulkan Bintang Bhayangkara untuk Meri Hoegeng bentuk penghormatan
04 February 2026 14:22 WIB