HYBE minta keputusan kemungkinan pembebasan militer BTS
Senin, 11 April 2022 4:35 WIB
Grup idola K-pop BTS (twitter.com/bts_bighit)
Jakarta (ANTARA) - HYBE meminta Majelis Nasional di Korea Selatan untuk segera mengambil keputusan tentang kemungkinan pengecualian para personel grup idola K-pop Bangtan Sonyeondan (BTS) dari wajib militer.
Mereka, seperti dikutip dari The Korea Times, Senin, mengatakan hal yang belum terselesaikan itu menyebabkan sakit kepala bagi para artisnya.
Menurut Direktur komunikasi HYBE, Lee Jin-hyung, perusahaan telah memantau kebijakan dinas militer sejak tahun 2020, saat apa yang disebut "Hukum BTS" disahkan yang memungkinkan para anggota grup menunda layanan mereka sampai berusia 30 tahun.
Dengan begitu, Jin, anggota tertua BTS harus mendaftar pada bulan Desember tahun ini.
"Kami sangat berhati-hati mengangkat ini karena kami tahu betapa pentingnya masalah tugas militer di Korea. Namun, kami berharap keputusan (mengenai kemungkinan pembebasan BTS dari tugas wajib militer) akan tercapai sesegera mungkin," kata dia saat konferensi pers yang diadakan di MGM Grand Hotel di Las Vegas, Sabtu (9/4) waktu Amerika Serikat.
Di sisi lain, para personel BTS menyatakan komitmen mereka untuk memenuhi kewajiban mereka sebagai laki-laki berkewarganegaraan Korea. Tetapi Jin baru-baru ini mengatakan akan mempercayakan perusahaan untuk menangani masalah tugas militernya.
Saat ini terdapat Rancangan Undang-Undang (RUU) yang tertunda di Majelis Nasional tentang memungkinkan bintang pop pria terkemuka mendapatkan pengecualian wajib militer. Jika RUU ini disahkan, maka para pria yang terkena dampak dapat mengganti layanan tugas aktif wajib mereka dengan program alternatif.
RUU itu gagal disahkan oleh komite pertahanan nasional parlemen pada bulan November, karena dinilai sebagian orang dapat memicu kontroversi akibat adanya ketidakadilan.
Sebenarnya, pengecualian telah diberikan kepada peraih medali Olimpiade dan penerima penghargaan global dalam musik serta seni klasik, tetapi tidak ada klausul tentang musisi pop.
Semua pria Korea yang berbadan sehat diwajibkan untuk bertugas di militer selama sekitar dua tahun.
Mereka, seperti dikutip dari The Korea Times, Senin, mengatakan hal yang belum terselesaikan itu menyebabkan sakit kepala bagi para artisnya.
Menurut Direktur komunikasi HYBE, Lee Jin-hyung, perusahaan telah memantau kebijakan dinas militer sejak tahun 2020, saat apa yang disebut "Hukum BTS" disahkan yang memungkinkan para anggota grup menunda layanan mereka sampai berusia 30 tahun.
Dengan begitu, Jin, anggota tertua BTS harus mendaftar pada bulan Desember tahun ini.
"Kami sangat berhati-hati mengangkat ini karena kami tahu betapa pentingnya masalah tugas militer di Korea. Namun, kami berharap keputusan (mengenai kemungkinan pembebasan BTS dari tugas wajib militer) akan tercapai sesegera mungkin," kata dia saat konferensi pers yang diadakan di MGM Grand Hotel di Las Vegas, Sabtu (9/4) waktu Amerika Serikat.
Di sisi lain, para personel BTS menyatakan komitmen mereka untuk memenuhi kewajiban mereka sebagai laki-laki berkewarganegaraan Korea. Tetapi Jin baru-baru ini mengatakan akan mempercayakan perusahaan untuk menangani masalah tugas militernya.
Saat ini terdapat Rancangan Undang-Undang (RUU) yang tertunda di Majelis Nasional tentang memungkinkan bintang pop pria terkemuka mendapatkan pengecualian wajib militer. Jika RUU ini disahkan, maka para pria yang terkena dampak dapat mengganti layanan tugas aktif wajib mereka dengan program alternatif.
RUU itu gagal disahkan oleh komite pertahanan nasional parlemen pada bulan November, karena dinilai sebagian orang dapat memicu kontroversi akibat adanya ketidakadilan.
Sebenarnya, pengecualian telah diberikan kepada peraih medali Olimpiade dan penerima penghargaan global dalam musik serta seni klasik, tetapi tidak ada klausul tentang musisi pop.
Semua pria Korea yang berbadan sehat diwajibkan untuk bertugas di militer selama sekitar dua tahun.
Pewarta : Lia Wanadriani Santosa
Editor : Yuniati Jannatun Naim
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Indonesia berpartisipasi dalam Latihan militer di Pakistan yang diikuti 19 negara
05 February 2026 14:01 WIB
Trump dikabarkan perintahkan panglima operasi AS rencanakan invasi ke Greenland
11 January 2026 10:31 WIB
China kecam intervensi militer AS di Venezuela, tolak tindakan "polisi dunia"
05 January 2026 10:04 WIB
AS desak China untuk tahan diri hentikan tekanan militer usai di dekat Taiwan
02 January 2026 13:39 WIB
Hamas konfirmasi kematian jubir militer Abu Ubaida dalam perang Israel di Gaza
30 December 2025 9:19 WIB
Terpopuler - Jagat
Lihat Juga
Komisi Eropa ajukan keberatan ke Meta terkait pembatasan akses AI di WhatsApp
10 February 2026 13:54 WIB
Perdana Menteri Inggris minta maaf atas penunjukan dubes terkait kasus Epstein
06 February 2026 15:53 WIB
Gencatan senjata tahap kedua, 54 jenazah warga Palestina telah tiba di Gaza
05 February 2026 11:16 WIB
Kapolri usulkan Bintang Bhayangkara untuk Meri Hoegeng bentuk penghormatan
04 February 2026 14:22 WIB