Bandara Serasan jadi gerbang investasi asing di Natuna
Selasa, 10 Mei 2022 13:14 WIB
Bupati Natuna saat melakukan pertemuan bersama Staf Khusus Kedutaan Besar Amerika Serikat di Kantor Bupati Natuna, Selasa (10/5). (ANTARA/HO-Kominfo Natuna/Cherman)
Natuna (ANTARA) - Bupati Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau Wan Siswandi meyakini rencana pembangunan Bandara Perintis di Serasan menjadi gerbang untuk menarik investasi asing ke Natuna.
Hal itu disampaikan nya pada saat pemaparan potensi pariwisata Pantai Sisi saat menjamu perwakilan Duta Besar Amerika Serikat di Natuna.
"Rencana pembangunan Bandara Perintis untuk Serasan, Pontianak, Malaysia ini. Merupakan peluang investasi disamping Pos Lintas Batas Negara," terang Bupati Natuna saat kunjungan staf ahli Kedutaan Besar Amerika Serikat bagian ekonomi di Kantor Bupati Natuna, Selasa (10/5).
Secara umum menurutnya potensi investasi di Natuna sangat menjanjikan sesuai dengan 5 pilar Presiden Jokowi untuk Kabupaten Natuna.
"Pemda Natuna saat ini berkonsentrasi pada potensi perikanan dan pariwisata," kata Bupati.
Dari sudut pandang pemerintah pusat, Natuna sangat menjadi perhatian pemerintah pusat dari dua sektor prioritas yaitu Migas dan keamanan.
"Karena berbatasan langsung dengan negara tetangga dan bersinggungan dengan nine dashline," ujarnya.
Dari sisi pariwisata Bupati juga menyampaikan Natuna telah ditetapkan sebagai Geopark Nasional oleh UNESCO.
Pemerintah Natuna berharap dengan adanya perhatian dan peninjauan secara langsung oleh Kedubes AS saat ini bisa membawa investor bidang perikanan dan pariwisata masuk ke Natuna.
"Kami juga mendukung kegiatan offshore untuk Migas kita dan berharap homebase nya bisa dibangun di Natuna," jelasnya.
Peluang usaha lainnya, yaitu listrik, yang saat ini baru tersedia 8 megawat dan penambahan 2 megawat, sementara kebutuhan di Natuna sekitar 20 megawat.
"Untuk Natuna sendiri belum memiliki pelabuhan marina mengingat Natuna sering dilalui Yacht pada event sailing dan ini juga merupakan potensi usaha," kata dia.
Menanggapi hal tersebut, Staf Khusus Keduataan Besar Amerika Serikat bidang Ekonomi, Abbey Jostrad Canada, mengatakan tujuan kunjungan ini adalah ingin belajar dan ingin mengetahui prioritas apa saja yang akan dibangun di Natuna.
"Ini merupakan kunjungan kerja lanjutan setelah kunjungan Dubes pada waktu sebelumnya dan kami melihat pembangunan yang begitu masif dari pelabuhan pelelangan hingga cold stroage," kata Abbey.
"Dari pihak AS sangat konsen untuk potensi maritim khususnya di Natuna," lanjut dia.
Sementara, rekannya Nicholas Austin pada diskusi ini menyampaiakan bahwa potensi perikanan yang telah berjalan di Natuna bisa bekelanjutan.
"Apakah sudah ada arah kesana terlebih konsentrasi kami pada ikan tuna," katanya.
Hal itu disampaikan nya pada saat pemaparan potensi pariwisata Pantai Sisi saat menjamu perwakilan Duta Besar Amerika Serikat di Natuna.
"Rencana pembangunan Bandara Perintis untuk Serasan, Pontianak, Malaysia ini. Merupakan peluang investasi disamping Pos Lintas Batas Negara," terang Bupati Natuna saat kunjungan staf ahli Kedutaan Besar Amerika Serikat bagian ekonomi di Kantor Bupati Natuna, Selasa (10/5).
Secara umum menurutnya potensi investasi di Natuna sangat menjanjikan sesuai dengan 5 pilar Presiden Jokowi untuk Kabupaten Natuna.
"Pemda Natuna saat ini berkonsentrasi pada potensi perikanan dan pariwisata," kata Bupati.
Dari sudut pandang pemerintah pusat, Natuna sangat menjadi perhatian pemerintah pusat dari dua sektor prioritas yaitu Migas dan keamanan.
"Karena berbatasan langsung dengan negara tetangga dan bersinggungan dengan nine dashline," ujarnya.
Dari sisi pariwisata Bupati juga menyampaikan Natuna telah ditetapkan sebagai Geopark Nasional oleh UNESCO.
Pemerintah Natuna berharap dengan adanya perhatian dan peninjauan secara langsung oleh Kedubes AS saat ini bisa membawa investor bidang perikanan dan pariwisata masuk ke Natuna.
"Kami juga mendukung kegiatan offshore untuk Migas kita dan berharap homebase nya bisa dibangun di Natuna," jelasnya.
Peluang usaha lainnya, yaitu listrik, yang saat ini baru tersedia 8 megawat dan penambahan 2 megawat, sementara kebutuhan di Natuna sekitar 20 megawat.
"Untuk Natuna sendiri belum memiliki pelabuhan marina mengingat Natuna sering dilalui Yacht pada event sailing dan ini juga merupakan potensi usaha," kata dia.
Menanggapi hal tersebut, Staf Khusus Keduataan Besar Amerika Serikat bidang Ekonomi, Abbey Jostrad Canada, mengatakan tujuan kunjungan ini adalah ingin belajar dan ingin mengetahui prioritas apa saja yang akan dibangun di Natuna.
"Ini merupakan kunjungan kerja lanjutan setelah kunjungan Dubes pada waktu sebelumnya dan kami melihat pembangunan yang begitu masif dari pelabuhan pelelangan hingga cold stroage," kata Abbey.
"Dari pihak AS sangat konsen untuk potensi maritim khususnya di Natuna," lanjut dia.
Sementara, rekannya Nicholas Austin pada diskusi ini menyampaiakan bahwa potensi perikanan yang telah berjalan di Natuna bisa bekelanjutan.
"Apakah sudah ada arah kesana terlebih konsentrasi kami pada ikan tuna," katanya.
Pewarta : Cherman
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Perdana Menteri Inggris minta maaf atas penunjukan dubes terkait kasus Epstein
06 February 2026 15:53 WIB
Deretan artis papan atas ikut meriahkan pesta rakyat HUT 79 RI di Singapura
26 August 2024 13:48 WIB, 2024
Terpopuler - Ekonomi & FTZ
Lihat Juga
Satgas Pangan Natuna sidak pasar, pantau harga pangan jelang Imlek dan Ramadhan
14 February 2026 15:04 WIB