Serapan pinjaman UMKM Kepri di bank daerah capai Rp10 miliar
Kamis, 14 Juli 2022 8:44 WIB
Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Ansar Ahmad. (Ogen)
Tanjungpinang (ANTARA) - Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Ansar Ahmad menyebut serapan pinjaman modal UMKM tanpa bunga di perbankan daerah, Bank Riau Kepri (BRK) ,sudah mencapai Rp10 miliar hingga semester I tahun 2022.
"Informasi dari dinas terkait, ada sekitar 500 lebih pelaku UMKM yang telah mengakses pinjaman lunak tersebut," kata Gubernur Ansar di Tanjungpinang, Riau, Rabu.
Ia terus mendorong pelaku UMKM lainnya memanfaatkan pinjaman modal itu guna membantu mengembangkan usahanya, sehingga diharapkan berdampak pada pertumbuhan ekonomi masyarakat di tengah kondisi pandemi COVID-19.
Menurutnya, total pinjaman modal UMKM yang disiapkan BRK pada tahun 2022 sebesar Rp30 miliar.
Pelaku UMKM hanya perlu membayar dana pinjaman pokok, sementara bunganya ditanggung penuh Pemprov Kepri melalui kerja sama yang dibangun bersama BRK sejak tahun 2021.
"Tahun ini Pemprov Kepri menganggarkan sebesar Rp1,5 miliar untuk menanggung biaya bunga pinjaman pelaku UMKM di BRK," ungkap Ansar.
Ansar memastikan akan menambah porsi anggaran itu di APBD Perubahan 2022, apabila antusiasme pelaku UMKM dalam hal meminjam modal di BRK semakin bertambah.
Ia mengutarakan sejauh ini animo pelaku UMKM meminjam modal di BRK masih rendah, salah satunya ditengarai persyaratan administrasi yang belum lengkap.
Diakuinya, mekanisme peminjaman modal di perbankan memang sedikit rumit, karena jika program ini gagal akan menjadi tanggung jawab pihak bank selaku pemberi pinjaman.
"Makanya, para pelaku UMKM harus segera melengkapi persyaratan pinjaman sesuai prosedur perbankan," katanya.
"Informasi dari dinas terkait, ada sekitar 500 lebih pelaku UMKM yang telah mengakses pinjaman lunak tersebut," kata Gubernur Ansar di Tanjungpinang, Riau, Rabu.
Ia terus mendorong pelaku UMKM lainnya memanfaatkan pinjaman modal itu guna membantu mengembangkan usahanya, sehingga diharapkan berdampak pada pertumbuhan ekonomi masyarakat di tengah kondisi pandemi COVID-19.
Menurutnya, total pinjaman modal UMKM yang disiapkan BRK pada tahun 2022 sebesar Rp30 miliar.
Pelaku UMKM hanya perlu membayar dana pinjaman pokok, sementara bunganya ditanggung penuh Pemprov Kepri melalui kerja sama yang dibangun bersama BRK sejak tahun 2021.
"Tahun ini Pemprov Kepri menganggarkan sebesar Rp1,5 miliar untuk menanggung biaya bunga pinjaman pelaku UMKM di BRK," ungkap Ansar.
Ansar memastikan akan menambah porsi anggaran itu di APBD Perubahan 2022, apabila antusiasme pelaku UMKM dalam hal meminjam modal di BRK semakin bertambah.
Ia mengutarakan sejauh ini animo pelaku UMKM meminjam modal di BRK masih rendah, salah satunya ditengarai persyaratan administrasi yang belum lengkap.
Diakuinya, mekanisme peminjaman modal di perbankan memang sedikit rumit, karena jika program ini gagal akan menjadi tanggung jawab pihak bank selaku pemberi pinjaman.
"Makanya, para pelaku UMKM harus segera melengkapi persyaratan pinjaman sesuai prosedur perbankan," katanya.
Pewarta : Ogen
Editor : Yuniati Jannatun Naim
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemprov Kepri sebut sejumlah gerai sembako Koperasi Merah Putih beroperasi tanpa modal
20 September 2025 11:24 WIB
OJK terbitkan aturan transaksi dan lembaga efek tingkatkan integritas di pasar modal
06 February 2025 16:46 WIB
Terpopuler - Ekonomi & FTZ
Lihat Juga
Disnaker Batam catat penerimaan Rp44,8 miliar dari Retribusi tenaga kerja asing
29 January 2026 15:51 WIB
Garuda siapkan maskapai Citilink layani penerbangan di Bandara Tanjungpinang
29 January 2026 12:00 WIB