Natuna (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, berhasil melampaui target investasi 2025, dari sebesar Rp570 miliar mencapai Rp605 miliar atau meningkat sekitar 10,58 persen.
Penata Kelola Penanaman Modal Ahli Muda Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Natuna Isnaini Riduan dikonfirmasi dari Natuna, Rabu mengatakan, angka itu, berasal dari penanaman modal dalam negeri sebesar Rp605,50miliar dan penanaman modal asing Rp24.84 miliar.
Jika dibandingkan dengan realisasi pada 2024, pencapaian 2025 surplus 11,64 persen. Pada 2024, nilai investasi di Natuna mencapai Rp564,62 miliar
"Berdasarkan rencana strategis (RENSTRA) dinas, target investasi pada 2025 sebesar Rp570 miliar," ucapnya.
Baca juga: UPTD PPA Batam tangani 338 kasus kekerasan perempuan dan anak sepanjang tahun 2025
Sektor yang mendukung investasi di Natuna pada 2025 dari dalam negeri mencakup, perdagangan dan reparasi dengan nilai Rp263,61 miliar, hotel dan restoran Rp95,09 miliar, transportasi, gudang dan telekomunikasi Rp60,83 miliar, pertambangan Rp39,82 miliar, industri makanan Rp38,65 miliar, konstruksi Rp31,81 miliar, dan sektor lain Rp75,68 miliar.
"Perdagangan dan reparasi sekitar 43,54 persen, hotel dan restoran 15.70 persen, transportasi, gudang dan telekomunikasi 10,05 persen, pertambangan 6,58 persen, industri makanan 6,38 persen, konstruksi 5,25 persen dan sektor lain 12,50 persen," ujar dia.
DPMPTSP meningkatkan investasi 2025 melalui pengawasan pelaporan kegiatan penanaman modal pelaku usaha, pembinaan pelaku usaha lewat bimbingan teknis, sosialisasi, dan pendampingan berkala, serta memperkuat koordinasi dengan pemerintah provinsi guna mencapai target investasi.
"Berdasarkan rencana strategis (RENSTRA) dinas, target investasi pada 2026 sebesar Rp610 miliar," katanya.
Baca juga: Dinkes Kepri: Pasien di Batam negatif MERS-Cov

Komentar