Nadia Dimakamkan dalam Derai Isak Tangis
Minggu, 8 Agustus 2010 15:54 WIB
Jenazah Nadia dimakamkan. (Foto kepri.antaranews.com/Rusdianto)
Karimun (ANTARA News) - Nadia (30), korban ledakan tabung gas milik Yarni penjual balon di keramaian konser ''Gebyaraya'' di Taman Bunga, Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau, Minggu pagi dimakamkan.
Suasana duka mewarnai prosesi pemakaman Nadia di tempat pemakaman umum Baran I, Kelurahan I, Kecamatan Meral, setelah insiden di yang juga melukai 11 orang, termasuk penjual balon gas.
Maryani, ibu Nadia, tak henti-hentinya menangis mengiringi pemberangkatan jenazah dari rumah duka di RT 02/RW 02 No 54 Kelurahan Baran menuju pemakaman.
Fandi, adik korban mengaku tidak menduga kakaknya mengalami musibah yang tidak terduga.
''Kami shock atas kepergian kakak. Dia selama ini dikenal baik dan pendiam,'' katanya.
Bujang, ayah Nadia mengaku sempat melarang pergi menyaksikan konser pada malam itu. Namun, keinginan kuat Nadia untuk menyaksikan hiburan melunakkan penjual sayur di Pasar Naga Mas Meral itu.
''Karena dia jarang keluar, saya akhirnya mengizinkannya. Dia pergi dan berjanji akan pulang pukul 21.00 WIB,'' katanya.
Bujang mengaku baru mengetahui setelah anak pertamanya itu sudah dibawa ke rumah sakit sekitar pukul 22.00 WIB.
''Dia merupakan andalan keluarga untuk mengurus rumah,'' ucapnya.
Bupati Karimun Nurdin Basirun yang berkunjung ke rumah duka menyatakan ikut berbelasungkawa.
''Ini merupakan musibah tak terduga dan diharapkan keluarga tetap sabar dan tabah menghadapi cobaan ini,'' katanya.
Dalam kesempatan itu, Bupati Nurdin yang didampingi Ketua DPRD Karimun Raja Bakhtiar dan Sekretaris Daerah Anwar Hasyim turut memberikan santunan kepada keluarga korban.
Nadia meninggal akibat luka sayatan di leher diduga terkena serpihan tabung gas dan meninggal saat mendapat pertolongan tim medis RSUD Karimun.(Rdn/Btm1)
Suasana duka mewarnai prosesi pemakaman Nadia di tempat pemakaman umum Baran I, Kelurahan I, Kecamatan Meral, setelah insiden di yang juga melukai 11 orang, termasuk penjual balon gas.
Maryani, ibu Nadia, tak henti-hentinya menangis mengiringi pemberangkatan jenazah dari rumah duka di RT 02/RW 02 No 54 Kelurahan Baran menuju pemakaman.
Fandi, adik korban mengaku tidak menduga kakaknya mengalami musibah yang tidak terduga.
''Kami shock atas kepergian kakak. Dia selama ini dikenal baik dan pendiam,'' katanya.
Bujang, ayah Nadia mengaku sempat melarang pergi menyaksikan konser pada malam itu. Namun, keinginan kuat Nadia untuk menyaksikan hiburan melunakkan penjual sayur di Pasar Naga Mas Meral itu.
''Karena dia jarang keluar, saya akhirnya mengizinkannya. Dia pergi dan berjanji akan pulang pukul 21.00 WIB,'' katanya.
Bujang mengaku baru mengetahui setelah anak pertamanya itu sudah dibawa ke rumah sakit sekitar pukul 22.00 WIB.
''Dia merupakan andalan keluarga untuk mengurus rumah,'' ucapnya.
Bupati Karimun Nurdin Basirun yang berkunjung ke rumah duka menyatakan ikut berbelasungkawa.
''Ini merupakan musibah tak terduga dan diharapkan keluarga tetap sabar dan tabah menghadapi cobaan ini,'' katanya.
Dalam kesempatan itu, Bupati Nurdin yang didampingi Ketua DPRD Karimun Raja Bakhtiar dan Sekretaris Daerah Anwar Hasyim turut memberikan santunan kepada keluarga korban.
Nadia meninggal akibat luka sayatan di leher diduga terkena serpihan tabung gas dan meninggal saat mendapat pertolongan tim medis RSUD Karimun.(Rdn/Btm1)
Pewarta :
Editor : Jo Seng Bie
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
KPK sebut dugaan korupsi KPU dan gas air mata belum naik ke tahap penyelidikan
21 November 2025 11:34 WIB
PGN Batam percepat pemasangan jaringan gas dengan 988 pelanggan terlayani
19 September 2025 12:52 WIB
Polisi bubarkan ratusan demonstran di Mako Brimob dengan tembakan gas air mata
29 August 2025 15:29 WIB
KPK selidiki dugaan korupsi penjualan gas oil perusahaan RI dengan Filipina
02 August 2025 15:54 WIB
Terpopuler - Kesra
Lihat Juga
Polres Lingga tanam 200 bibit pohon pisang guna dukung program ketahanan pangan
31 January 2026 16:18 WIB