Batam (ANTARA News) - Kepala Dinas Kelautan, Perikanan, Pertanian, dan Kehutanan Kota Batam Suhartini membantah kabar bahwa Asriadi, dipukul Polisi Diraja Malaysia saat ditahan di negara itu beberapa waktu lalu.
"Tidak ada pemukulan kepada Asriadi, aparat kami diperlakukan baik," kata Suhartini di Batam, Kepulauan Riau, Kamis 19 Agustus 2010.
Mengenai luka di kepala Asriadi, sStaf Dinas KP Kepri, yang diperban saat pulang ke tanah air, Selasa (17/8), ia mengatakan itu disebabkan jatuh terpeleset di dalam kapal.
Asriadi, kata dia, terjatuh saat hendak ke luar kapal, ketika disuruh polisi Malaysia meninggalkan kapal.
Menurut dia, luka di kepala Asriadi tidak parah, seperti yang diberitakan sebuah harian lokal.
"Itu hanya lecet. Tidak bocor," kata dia.
Luka dikepala Asriadi sudah diperiksakan ke dokter saat berada di negeri jiran, kata dia, dan hasilnya tidak ada luka berarti.
Namun, untuk meyakinkan pihak Kementerian Kelautan dan Perikanan akan membawa Asriadi ke rumah sakit untuk dicek lebih lanjut.
"Hari ini dicek kesehatannya oleh kementerian," kata Suhartini.
Hal itu juga diungkap Kepala Kepala Stasiun Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Pontianak Bambang Nugroho saat mengantar Asriadi dan tiga temannya ke Batam, Selasa (17/8).
"Luka di kepala Asriadi karena terpeleset saat hendak ke luar kapal," kata dia.
Saat dikonfirmasi langsung, Asriadi pun membenarkan luka di kepalanya akibat terjatuh.
"Ini karena jatuh," kata dia.
Asriadi mengatakan perlakuan Polisi Diraja Malaysia cukup baik saat menahan tiga aparat Kementerian Kelautan dan Perikanan.
Ia mengatakan tidak mengalami penyiksaan selama ditahan di negeri jiran.
Tiga aparat KKP yaitu Selvo, Asriadi, dan Erwan sempat ditahan Polisi Diraja Malaysia dengan tuduhan menculik nelayan Malaysia yang mengambil ikan di Perairan Indonesia.
Padahal, saat itu, tiga PNS sedang menjalankan tugas mengamankan laut Nusantara dari penjarahan ikan nelayan asing. (Y011/Z003/Btm1)
Kadinas KP2K Bantah Asriadi Dipukuli Polisi Malaysia
Jumat, 20 Agustus 2010 1:47 WIB
Pewarta :
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Hukum
Lihat Juga
Polda Kepri mengungkap modus penyelundupan 70 ton daging beku dari Singapura
27 January 2026 16:25 WIB