Pemkot Batam waspadai kenaikan harga beras menjelang Ramadan
Kamis, 9 Februari 2023 12:01 WIB
Sekretaris Daerah Kota Batam sekaligus Ketua Harian TPID Kota Batam Jefridin Hamid saat memimpin Rapat Koordinasi TPID Batam tahun 2023 (ANTARA/HO-Pemkot Batam)
Batam (ANTARA) - Pemerintah Kota Batam (Pemkot) Kepulauan Riau (Kepri) mewaspadai kenaikan harga beras jelang memasuki bulan Ramadan 1444 Hijriah
Sekretaris Daerah Kota Batam sekaligus Ketua Harian Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Batam Jefridin Hamid mengatakan untuk mengantisipasi terjadinya inflasi pada komoditas bahan pangan, pihaknya terus melakukan koordinasi dan kerja sama dengan seluruh pemangku kebijakan, terutama dengan Asosiasi Distributor Bahan Pokok Batam.
"Saat ini kita mewaspadai gambaran dari kenaikan harga beras, meski di Batam belum mengalami kenaikan. Beras kalau sudah naik, bisa sampai Rp3 ribu per kilogram-nya yang pasti akan berpengaruh pada inflasi kita. Sehingga stok ketersediaan beras Batam sangat penting perlu kita antisipasi,” ujar Jefridin dalam keterangan yang diterima di Batam, Kamis.
Baca juga:
BP Batam rombak pejabat Badan Usaha SPAM, dorong peningkatan pelayanan
Polda Kepri pantau penggalangan dana bantuan bencana di media sosial
Ia menjelaskan Pemkot Batam juga telah melakukan berbagai upaya untuk menekan inflasi, salah satunya dengan melaksanakan sembako murah bagi seluruh masyarakat.
“Di awal tahun 2023 Disperindag Batam merencanakan - sesuai kebijakan pak Wali Kota - yaitu sembako murah yang didanai dari APBD. Sebanyak 96 ribu paket akan kita distribusikan pada masyarakat Batam pada tanggal 6 Maret nanti dan saat ini tengah proses pengadaan,” kata dia.
Kepala Badan Pusat Statistik Kota Batam Aguskadaryanto menyampaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) Kota Batam pada bulan Januari 2023 menunjukkan deflasi sebesar 0,26 persen, dengan tingkat inflasi tahun ke tahun Januari 2023 terhadap Januari 2022 sebesar 4,90 persen.
“Bila melihat kelompok yang andil menyebabkan inflasi tertinggi ialah angkutan udara, kemudian disusul bayam dan kangkung. Terlihat sederhana tapi mampu menyebabkan inflasi,” ujarnya.
Dengan begitu BPS Kota Batam memaparkan data tersebut juga sebagai bahan acuan bagi Pemkot Batam agar dapat mengambil kebijakan dalam pengendalian inflasi, terutama menjelang puasa dan hari raya.
Baca juga:
PT PLN Batam minta seluruh pekerja dukung Program K3
Bakamla gelar latihan kesiapsiagaan di Batam
Polisi tetapkan ibu rumah tangga sebagai tersangka pengiriman PMI ilegal
7.262 warga Batam telah divaksin COVID-19 dosis penguat kedua
Sekretaris Daerah Kota Batam sekaligus Ketua Harian Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Batam Jefridin Hamid mengatakan untuk mengantisipasi terjadinya inflasi pada komoditas bahan pangan, pihaknya terus melakukan koordinasi dan kerja sama dengan seluruh pemangku kebijakan, terutama dengan Asosiasi Distributor Bahan Pokok Batam.
"Saat ini kita mewaspadai gambaran dari kenaikan harga beras, meski di Batam belum mengalami kenaikan. Beras kalau sudah naik, bisa sampai Rp3 ribu per kilogram-nya yang pasti akan berpengaruh pada inflasi kita. Sehingga stok ketersediaan beras Batam sangat penting perlu kita antisipasi,” ujar Jefridin dalam keterangan yang diterima di Batam, Kamis.
Baca juga:
BP Batam rombak pejabat Badan Usaha SPAM, dorong peningkatan pelayanan
Polda Kepri pantau penggalangan dana bantuan bencana di media sosial
Ia menjelaskan Pemkot Batam juga telah melakukan berbagai upaya untuk menekan inflasi, salah satunya dengan melaksanakan sembako murah bagi seluruh masyarakat.
“Di awal tahun 2023 Disperindag Batam merencanakan - sesuai kebijakan pak Wali Kota - yaitu sembako murah yang didanai dari APBD. Sebanyak 96 ribu paket akan kita distribusikan pada masyarakat Batam pada tanggal 6 Maret nanti dan saat ini tengah proses pengadaan,” kata dia.
Kepala Badan Pusat Statistik Kota Batam Aguskadaryanto menyampaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) Kota Batam pada bulan Januari 2023 menunjukkan deflasi sebesar 0,26 persen, dengan tingkat inflasi tahun ke tahun Januari 2023 terhadap Januari 2022 sebesar 4,90 persen.
“Bila melihat kelompok yang andil menyebabkan inflasi tertinggi ialah angkutan udara, kemudian disusul bayam dan kangkung. Terlihat sederhana tapi mampu menyebabkan inflasi,” ujarnya.
Dengan begitu BPS Kota Batam memaparkan data tersebut juga sebagai bahan acuan bagi Pemkot Batam agar dapat mengambil kebijakan dalam pengendalian inflasi, terutama menjelang puasa dan hari raya.
Baca juga:
PT PLN Batam minta seluruh pekerja dukung Program K3
Bakamla gelar latihan kesiapsiagaan di Batam
Polisi tetapkan ibu rumah tangga sebagai tersangka pengiriman PMI ilegal
7.262 warga Batam telah divaksin COVID-19 dosis penguat kedua
Pewarta : Jessica Allifia Jaya Hidayat
Editor : Yuniati Jannatun Naim
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Polda Kepri gagalkan peredaran 353 keping vape mengandung etomidate di Kota Batam
12 February 2026 17:40 WIB
BPJS Kesehatan Batam sebut 55 ribu PBI non aktif dapat diaktifkan kembali
12 February 2026 17:06 WIB
Terpopuler - Ekonomi & FTZ
Lihat Juga
BPJS Kesehatan Tanjungpinang sebut sebanyak 11 ribu peserta PBI dinonaktifkan
11 February 2026 17:10 WIB