PDAM Tirta Kepri diingatkan antisipasi kelangkaan air bersih
Kamis, 23 Februari 2023 16:52 WIB
Waduk Gesek, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau saat dalam kondisi kering beberapa waktu lalu. ANTARA/Nikolas Panama
Tanjungpinang (ANTARA) - Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Kepri diingatkan untuk mengantisipasi kelangkaan air bersih di Pulau Bintan (Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan). Sebab ada potensi terjadi kelangkaan air bersih dalam waktu dekat akibat perubahan iklim yang menyebabkan suhu panas.
"Kondisi ini sebaiknya mendapat perhatian PDAM Tirta Kepri agar tidak mengganggu pelayanan kepada pelanggan," kata Penggiat lingkungan, Kherjuli di Tanjungpinang, Kamis (23/2/2023).
Menurut dia, perbaikan perlu dilakukan di Sei Pulai yang terkoneksi dengan Waduk Gesek, Kabupaten Bintan. Sedimentasi yang terjadi di sumber air baku yang dikelola PDAM Tirta Kepri perlu segera diatasi, sehingga volume air mencukupi dalam melayani pelanggan.
"Sei Pulai dan Waduk Gesek kembali dangkal karena lumpur yang masuk saat banjir, dan tumbuhan liar di atas lain yang menyebabkan kualitas dan kuantitas air terganggu," ujar Presiden LSM Air, Lingkungan dan Manusia tersebut.
Menurut dia, pembenahan terhadap sumber air baku di Pulau Bintan harus dibenahi secara menyeluruh. Rencana interkoneksi sumber air baku di Pulau Bintan merupakan solusi untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
"Interkoneksi sumber air bersih seperti yang dicanangkan Gubernur Kepri sebagai pemegang saham mayorotas di PDAM Tirta Kepri perlu dilaksanakan segera mengingat kapasitas Sei Pulai dan Waduk Gesek terbatas melayani kebutuhan masyarakat," ucapnya.
Direktur PDAM Tirta Kepri Mamat membenarkan Sungai Pulai dan Waduk Gesek mengalami sedimentasi. PDAM Tirta Kepri sudah mengajukan permohonan kepada Balai Wilayah Sungai Sumatera IV yang bermarkas di Kota Batam untuk melakukan pendalaman Waduk Gesek.
Sei Pulai yang terhubung dengan Waduk Gesek memiliki mata air, namun sangat kecil sehingga sumber air baku lebih dipengaruhi oleh hujan. Ketika hujan deras, misalnya air waduk penuh dalam waktu tidak lama.
"Dalam beberapa pekan terakhir jarang terjadi hujan, padahal hujan merupakan sumber air utama untuk meningkatkan volume air di Waduk Gesek dan Sei Pulai," katanya.
Mamat mengatakan, jumlah pelanggan PDAM Tirta Kepri di Tanjungpinang sebanyak 18.000 ribu unit rumah, sedangkan di Bintan 4.000 unit rumah.
Ia mengimbau masyarakat untuk hemat menggunakan air bersih, terutama saat cuaca panas kering. "Kami mulai mempersiapkan beberapa pompa dan pipa cadangan agar dapat menarik sumber air bersih dengan kedalaman tertentu," katanya.
"Kondisi ini sebaiknya mendapat perhatian PDAM Tirta Kepri agar tidak mengganggu pelayanan kepada pelanggan," kata Penggiat lingkungan, Kherjuli di Tanjungpinang, Kamis (23/2/2023).
Menurut dia, perbaikan perlu dilakukan di Sei Pulai yang terkoneksi dengan Waduk Gesek, Kabupaten Bintan. Sedimentasi yang terjadi di sumber air baku yang dikelola PDAM Tirta Kepri perlu segera diatasi, sehingga volume air mencukupi dalam melayani pelanggan.
"Sei Pulai dan Waduk Gesek kembali dangkal karena lumpur yang masuk saat banjir, dan tumbuhan liar di atas lain yang menyebabkan kualitas dan kuantitas air terganggu," ujar Presiden LSM Air, Lingkungan dan Manusia tersebut.
Menurut dia, pembenahan terhadap sumber air baku di Pulau Bintan harus dibenahi secara menyeluruh. Rencana interkoneksi sumber air baku di Pulau Bintan merupakan solusi untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
"Interkoneksi sumber air bersih seperti yang dicanangkan Gubernur Kepri sebagai pemegang saham mayorotas di PDAM Tirta Kepri perlu dilaksanakan segera mengingat kapasitas Sei Pulai dan Waduk Gesek terbatas melayani kebutuhan masyarakat," ucapnya.
Direktur PDAM Tirta Kepri Mamat membenarkan Sungai Pulai dan Waduk Gesek mengalami sedimentasi. PDAM Tirta Kepri sudah mengajukan permohonan kepada Balai Wilayah Sungai Sumatera IV yang bermarkas di Kota Batam untuk melakukan pendalaman Waduk Gesek.
Sei Pulai yang terhubung dengan Waduk Gesek memiliki mata air, namun sangat kecil sehingga sumber air baku lebih dipengaruhi oleh hujan. Ketika hujan deras, misalnya air waduk penuh dalam waktu tidak lama.
"Dalam beberapa pekan terakhir jarang terjadi hujan, padahal hujan merupakan sumber air utama untuk meningkatkan volume air di Waduk Gesek dan Sei Pulai," katanya.
Mamat mengatakan, jumlah pelanggan PDAM Tirta Kepri di Tanjungpinang sebanyak 18.000 ribu unit rumah, sedangkan di Bintan 4.000 unit rumah.
Ia mengimbau masyarakat untuk hemat menggunakan air bersih, terutama saat cuaca panas kering. "Kami mulai mempersiapkan beberapa pompa dan pipa cadangan agar dapat menarik sumber air bersih dengan kedalaman tertentu," katanya.
Pewarta : Nikolas Panama
Editor : Fery Heriyanto
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemkab Bintan ingatkan perusahaan patuhi aturan penerapan UMK pada May Day 2026
02 May 2026 9:26 WIB
PLN Batam ingatkan pentingnya pilih peralatan listrik ber-SNI demi cegah kebakaran
30 April 2026 13:50 WIB
PLN Batam ingatkan bahaya listrik ilegal, picu kebakaran dan ancam keselamatan
30 April 2026 13:04 WIB
PLN Batam ingatkan masyarakat hindari aktivitas berbahaya di dekat jaringan listrik
28 April 2026 14:18 WIB
Cuaca Kepri Senin 20 April: BMKG Ingatkan Potensi Hujan Petir di Empat Wilayah
20 April 2026 6:46 WIB
Terpopuler - Kesra
Lihat Juga
Mandiri Bintan Marathon perkuat komitmen keberlanjutan lingkungan lewat tanam mangrove
09 May 2026 11:49 WIB