Dokter: Jangan obesitas agar tak kena kanker
Sabtu, 4 Maret 2023 8:43 WIB
Ilustrasi seseorang mengukur lingkar perut (Pixabay)
Jakarta (ANTARA) - Guna mengantisipasi timbulnya berbagai penyakit termasuk mencegah terkena kanker di kemudian hari, Dokter spesialis penyakit dalam konsultan hematologi-onkologi medik dari Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI), dr Faizal Drissa Hasibun, Sp.PD-KHOM menyarankan orang-orang sebaiknya jangan sampai mengalami obesitas.
"Hindari pola makan tak sehat, itu awal langkah buruk untuk risiko kanker," kata dia dalam sebuah diskusi kesehatan yang digelar daring, Jumat (3/3/2023).
Menurut Kementerian Kesehatan, kondisi obesitas ditandai dengan indeks massa tubuh (IMT) di atas 27 yang didapatkan dari hasil membagi antara berat badan dalam satuan kilogram dibagi tinggi badan dalam satuan meter dan dikuadratkan.
Selain pengukuran IMT, ada juga penghitungan menggunakan lingkar perut untuk menunjukkan obesitas sentral. Pria dikatakan obesitas sentral bila lingkar perutnya lebih dari 90 cm, sementara wanita di atas 80 cm.
Faizal mengingatkan masyarakat untuk mengurangi makanan berlemak dan menerapkan diet sehat, seimbang termasuk memilih makanan segar, memperbanyak asupan buah dan sayur karena makanan ini mengandung serat guna mencegah menempelnya zat-zat jahat yang bisa diserap usus.
"Hati-hati makanan mengandung pewarna dan pengawet juga penggunaan minyak goreng berulang sampai hitam," kata Faizal.
Minuman beralkohol bisa menimbulkan risiko kanker lambung, hati dan leher. Lalu, menghindari asap rokok dan kebiasaan merokok, aktif bergerak dan minimalisir stres .
"Lakukan gerakan ringan 15 menit jika duduk dua jam, minimalisir stres, ibadah membantu menenangkan pikiran dan diri, menekan stres," demikian pesan Faizal.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Jangan obesitas agar tak kena kanker
"Hindari pola makan tak sehat, itu awal langkah buruk untuk risiko kanker," kata dia dalam sebuah diskusi kesehatan yang digelar daring, Jumat (3/3/2023).
Menurut Kementerian Kesehatan, kondisi obesitas ditandai dengan indeks massa tubuh (IMT) di atas 27 yang didapatkan dari hasil membagi antara berat badan dalam satuan kilogram dibagi tinggi badan dalam satuan meter dan dikuadratkan.
Selain pengukuran IMT, ada juga penghitungan menggunakan lingkar perut untuk menunjukkan obesitas sentral. Pria dikatakan obesitas sentral bila lingkar perutnya lebih dari 90 cm, sementara wanita di atas 80 cm.
Faizal mengingatkan masyarakat untuk mengurangi makanan berlemak dan menerapkan diet sehat, seimbang termasuk memilih makanan segar, memperbanyak asupan buah dan sayur karena makanan ini mengandung serat guna mencegah menempelnya zat-zat jahat yang bisa diserap usus.
"Hati-hati makanan mengandung pewarna dan pengawet juga penggunaan minyak goreng berulang sampai hitam," kata Faizal.
Minuman beralkohol bisa menimbulkan risiko kanker lambung, hati dan leher. Lalu, menghindari asap rokok dan kebiasaan merokok, aktif bergerak dan minimalisir stres .
"Lakukan gerakan ringan 15 menit jika duduk dua jam, minimalisir stres, ibadah membantu menenangkan pikiran dan diri, menekan stres," demikian pesan Faizal.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Jangan obesitas agar tak kena kanker
Pewarta : Lia Wanadriani Santosa
Editor : Fery Heriyanto
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Dinkes Batam pastikan calon pengantin sehat guna cegah risiko stunting pada anak
16 September 2025 14:44 WIB
BKKBN Kepri: Gerakan Orang Tua Asuh dorong masyarakat bantu keluarga risiko stunting
06 December 2024 12:27 WIB, 2024
RSBP Batam antisipasi risiko depresi paslon pilkada gagal dengan respon dini
29 November 2024 13:54 WIB, 2024
BKKBN: Tren jumlah keluarga risiko stunting turun pada semester I-2024
22 October 2024 17:50 WIB, 2024