Tanjungpinang (ANTARA News) - Sejumlah organisasi kemasyarakatan menuntut hasil
ujian tertulis CPNS Provinsi Kepulauan Riau dan Tanjungpinang
dibatalkan, karena ditemukan indikasi kecurangan.
Forum Anak
Daerah Bersatu yang menggelar aksi unjuk rasa di halaman Kantor
Pemerintah Kepulauan Riau (Kepri), Senin, menuntut agar tahapan CPNS
Kepri dan Tanjungpinang dihentikan, karena ditemukan banyak kejanggalan
yang merugikan seluruh CPNS yang mengikuti tes.
"Kami memberi
waktu kepada pemerintah selama sehari, jika tidak merealisasikan
tuntutan kami, maka kami akan melaporkan kasus ini kepada pihak yang
berwajib," ungkap Koordinator Lapangan Forum Anak Daerah Bersatu,
Sumantri Ardi, di
Tanjungpinang.
Forum Anak Daerah Bersatu
menyebarkan beberapa lembar kertas yang berisi dugaan kecurangan mulai
dari proses hingga hasil seleksi ujian CPNS Kepri dan Tanjungpinang.
Selebaran
yang disebarkan Forum Anak Daerah Bersatu itu tercantum nama Ummi
Pratiwi, seorang dokter gigi yang lulus ujian tes CPNS di Kepri dan
Tanjungpinang, padahal kedua daerah tersebut melaksanakan ujian tertulis secara
bersamaan.
Selain itu, Syarifah Syarifani Aulia dan Susila
Candra yang ikut ujian tertulis CPNS Kepri, namun lulus sebagai CPNS
Tanjungpinang. Sedangkan Selamat Munawar, peserta CPNS Kepri dan
Batam untuk formasi S1 Bahas Inggris, dinyatakan lulus sebagai CPNS
Kepri dan Batam. Padahal Selamat tidak mengikuti ujian CPNS Kepri.
"Penerimaan CPNS ini tidak murni, serta terindikasi adanya praktek kolusi dan korupsi,"
ungkapnya.
Sementara itu mantan Ketua Himpunan Mahasiswa
Islam Tanjungpinang Marsudi mengatakan, kesalahan yang terdapat dalam
proses penerimaan CPNS Kepri, Tanjungpinang dan Batam tidak dapat
ditolerir, karena itu hasilnya harus dibatalkan.
"Kesalahan
itu menunjukan adanya permainan yang terselubung yang dilakukan
oknum-oknum tertentu," ungkap Marsudi yang juga bekerja sebagai dosen di
salah satu perguruan tinggi di Tanjungpinang.
Indikasi
praktek korupsi dalam penerimaan CPNS Kepri juga sempat tersiar di salah
satu media massa sebelum hasil ujian tertulis diumumkan kepada publik.
Salah seorang wartawan media massa harian yang menyamar sebagai salah
seorang peserta CPNS Kepri bernegosiasi dengan oknum Badan Kepegawaian
Daerah (kepri) Kepri agar lulus ujian tertulis.
Nama oknum dan uang yang diminta agar lulus ujian CPNS Kepri sudah tergambar jelas
dalam berita tersebut, namun sayangnya tidak ditindaklanjuti oleh pihak yang berwajib.
"Jika
pada saat itu hasil investigasi wartawan itu diproses secara hukum,
maka kemungkinan kecurangan dalam penerimaan CPNS dapat diperkecil,
karena proses hukum akan memberi efek jera bagi pelakunya," katanya.
Ketua
Bintan Crisis Center Suryadi, menyatakan, pemerintah seharusnya
mengulang tahapan CPNS Kepri setelah ditemukan beberapa kesalahan.
Kesalahan
yang terjadi pada pelaksanaan CPNS Kepri maupun daerah lainnya
disebabkan lemahnya pengawasan. Menurut Suryadi proses penerimaan
CPNS di wilayah Kepri belum transparan, karena tidak melibatkan publik
sebagai tim pengawas.
"Kesalahan dan kecurigaan terhadap hasil CPNS Kepri itu muncul karena kurangnya pengawasan," katanya.
Sementara Kepala BKD Kepri Reni Yusneli mengatakan,
tuntutan yang disampaikan oleh berbagai organisasi kemasyarakatan tersebut akan disampaikan kepada pemerintah.
Kesalahan
yang terdapat pada penerimaan CPNS Kepri dan Tanjungpinang bukan
disebabkan oleh BKD, melainkan oleh tim penilai dari Universitas
Indonesia.
"Kami tidak memiliki kapasitas untuk membatalkan hasil CPNS Kepri," katanya.
Pemerintah
Kepri telah menggugurkan seorang peserta CPNS atas nama Selamat Munawar
yang sebelumnya dinyatakan lulus untuk formasi S1 Bahasa Inggris.
Selamat Munawar tidak pernah mengikuti ujian tertulis CPNS Kepri.
Namun Selamat mengikuti ujian tertulis CPNS Batam, dan dinyatakan lulus.
Sementara CPNS Tanjungpinang menggugurkan tiga peserta yaitu Ummi Pratiwi, Syarifah Syarifani Aulia dan Susila Candra.
Pada
24 Desember 2010, Ummi Pratiwi dinyatakan lulus sebagai CPNS Kepri dan
Tanjungpinang, padahal ia hanya mengikuti ujian untuk CPNS Kepri.
Sementara Syarifah lulus sebagai CPNS Tanjungpinang, padahal mengikuti
ujian untuk CPNS Kepri.
"Hari ini peserta CPNS Kepri dan Tanjungpinang yang dinyatakan lulus, namun bermasalah, telah digugurkan," ujarnya. (ANT-NP/Btm2)
Sejumlah Ormas Tuntut Hasil CPNS Kepri Dibatalkan
Senin, 27 Desember 2010 17:23 WIB
Pewarta :
Editor : Jo Seng Bie
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Hukum
Lihat Juga
Polda Kepri gagalkan peredaran 353 keping vape mengandung etomidate di Kota Batam
12 February 2026 17:40 WIB