Pemprov pulangkan enam mahasiswa Kepri penyintas konflik Sudan
Kamis, 4 Mei 2023 14:37 WIB
Enam warga penyintas konflik Sudan asal Kepri dipulangkan ke Tanjungpinang melalui bandara RHF Tanjungpinang, Kamis (4/5/2023). ANTARA/HO-Humas Pemprov Kepri
Tanjungpinang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Pemprov Kepri) melalui Dinas Sosial (Dinsos) memulangkan enam warga penyintas konflik Sudan asal daerah itu untuk diantar kembali ke kampung halaman masing-masing.
Kepala Dinas Sosial Kepri, Eko Sumbaryadi, mengatakan keenamnya dijemput di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, setelah sebelumnya dipulangkan dari Sudan dan ditampung di sana bersama para penyintas Sudan dari daerah Indonesia lainnya.
"Hari ini kami berangkatkan ke Tanjungpinang melalui Bandara Raja Haji Fisabilillah (RHF), menggunakan pesawat Citilink. Biaya tiket pesawat ditanggung oleh Dinas Sosial Kepri," kata Eko di Tanjungpinang, Kamis.
Keenam penyintas Sudan Asal Kepri tersebut masing-masing bernama Ghiyaath Al Farisi dan Hardi Saputra dari Kabupaten Karimun. Kemudian Abdul Aziz, Fikri Wahyudi Maulana, Aditya Pramudyaputra Mulyadi, dan Abdurrahman Tsani dari Kota Batam.
Mereka semua adalah putra asal Kepri yang sedang belajar di Sudan dan harus dipulangkan dari negara tujuan karena adanya konflik di negara tersebut.
Eko juga berharap para penyintas ini bisa langsung bertemu keluarganya masing-masing setelah dipulangkan ke Tanjungpinang.
"Sesuai instruksi Pak Gubernur Kepri Ansar Ahmad bahwa penjemputan ini merupakan tanggung jawab kita, dengan harapan semoga prosesnya lancar sampai mereka berkumpul dengan keluarga masing-masing," demikian Eko.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Pemprov Kepri pulangkan enam warga penyintas konflik Sudan
Kepala Dinas Sosial Kepri, Eko Sumbaryadi, mengatakan keenamnya dijemput di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, setelah sebelumnya dipulangkan dari Sudan dan ditampung di sana bersama para penyintas Sudan dari daerah Indonesia lainnya.
"Hari ini kami berangkatkan ke Tanjungpinang melalui Bandara Raja Haji Fisabilillah (RHF), menggunakan pesawat Citilink. Biaya tiket pesawat ditanggung oleh Dinas Sosial Kepri," kata Eko di Tanjungpinang, Kamis.
Keenam penyintas Sudan Asal Kepri tersebut masing-masing bernama Ghiyaath Al Farisi dan Hardi Saputra dari Kabupaten Karimun. Kemudian Abdul Aziz, Fikri Wahyudi Maulana, Aditya Pramudyaputra Mulyadi, dan Abdurrahman Tsani dari Kota Batam.
Mereka semua adalah putra asal Kepri yang sedang belajar di Sudan dan harus dipulangkan dari negara tujuan karena adanya konflik di negara tersebut.
Eko juga berharap para penyintas ini bisa langsung bertemu keluarganya masing-masing setelah dipulangkan ke Tanjungpinang.
"Sesuai instruksi Pak Gubernur Kepri Ansar Ahmad bahwa penjemputan ini merupakan tanggung jawab kita, dengan harapan semoga prosesnya lancar sampai mereka berkumpul dengan keluarga masing-masing," demikian Eko.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Pemprov Kepri pulangkan enam warga penyintas konflik Sudan
Pewarta : Ogen
Editor : Yuniati Jannatun Naim
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemerintah siapkan pelatihan kerja bagi penyintas banjir lahar dingin Sumbar
23 May 2024 10:02 WIB, 2024
Gerak cepat KBRI yang menenangkan kakak beradik asal Batam dari perang saudara di Sudan
08 May 2023 9:05 WIB, 2023
Kapolda Jabar pimpin penyaluran bantuan untuk penyintas gempa melalui helikopter di Cianjur
27 November 2022 18:23 WIB, 2022
Bocah penyintas gempa di Cianjur belajar Alquran untuk pemulihan trauma
26 November 2022 10:28 WIB, 2022
Korban gempa di Kampung Rawa Cina Cianjur dirikan tenda di atas tanah kuburan
23 November 2022 17:50 WIB, 2022