Harga Cabai Merah dan Rawit Bertahan Tinggi
Minggu, 6 Februari 2011 15:23 WIB
Pedagang cabai di Tanjungpinang. (kepr.antaranews.com/Nikolas Panama)
Tanjungpinang (ANTARA News) - Harga cabai merah dan rawit yang dijual pedagang sayur-mayur di Pasar Baru Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau bertahan tinggi sejak perayaan Imlek 2562.
"Sejak tiga hari lalu cabai merah yang dijual dengan harga Rp60.000/kg, sementara cabai rawit Rp46.000/kg," kata pedagang sayur-mayur Pasar Baru Tanjungpinang, Eli, Minggu.
Harga cabai merah merangkak naik dari Rp46.000/kg menjadi Rp60.000/kg, sedangkan cabai rawit naik dari Rp40.000/kg menjadi Rp46.000/kg.
Ia mengatakan, kenaikan harga cabai merah dan rawit dipengaruhi persedian yang terbatas, dan permintaan terhadap kedua komoditas itu meningkat menjelang Imlek. Saat ini, kata dia, stok cabai merah hanya 10-15 kg dalam sehari, yang dijual eceran kepada konsumen.
"Biasanya persedian masing-masing cabai mencapai 25-30 kg dalam sehari," ungkapnya.
Hal yang sama dikatakan Upik, 42 tahun, pedagang sayur-mayur di Pasar Baru Tanjungpinang. Ia mengatakan, kenaikan harga cabai merah dan rawit juga diikuti dengan naiknya harga cabai merah kering dari Rp34.000/kg menjadi Rp38.000/kg.
"Rata-rata cabai merah, rawit dan merah kering laku 10-15 kg setiap hari," katanya.
Ia mengatakan, persediaan cabai merah dan rawit terbata , karena petani di Pulau Jawa beberapa mengalami gagal panen, karena disebabkan bencana alam.
"Kami memperkirakan harga cabai merah dan rawit asal Pulau Jawa mulai turun sekitar dua bulan lalu," katanya.(ANT-NP/B008/Btm1)
(ANT-NP//B008/Btm1)
"Sejak tiga hari lalu cabai merah yang dijual dengan harga Rp60.000/kg, sementara cabai rawit Rp46.000/kg," kata pedagang sayur-mayur Pasar Baru Tanjungpinang, Eli, Minggu.
Harga cabai merah merangkak naik dari Rp46.000/kg menjadi Rp60.000/kg, sedangkan cabai rawit naik dari Rp40.000/kg menjadi Rp46.000/kg.
Ia mengatakan, kenaikan harga cabai merah dan rawit dipengaruhi persedian yang terbatas, dan permintaan terhadap kedua komoditas itu meningkat menjelang Imlek. Saat ini, kata dia, stok cabai merah hanya 10-15 kg dalam sehari, yang dijual eceran kepada konsumen.
"Biasanya persedian masing-masing cabai mencapai 25-30 kg dalam sehari," ungkapnya.
Hal yang sama dikatakan Upik, 42 tahun, pedagang sayur-mayur di Pasar Baru Tanjungpinang. Ia mengatakan, kenaikan harga cabai merah dan rawit juga diikuti dengan naiknya harga cabai merah kering dari Rp34.000/kg menjadi Rp38.000/kg.
"Rata-rata cabai merah, rawit dan merah kering laku 10-15 kg setiap hari," katanya.
Ia mengatakan, persediaan cabai merah dan rawit terbata , karena petani di Pulau Jawa beberapa mengalami gagal panen, karena disebabkan bencana alam.
"Kami memperkirakan harga cabai merah dan rawit asal Pulau Jawa mulai turun sekitar dua bulan lalu," katanya.(ANT-NP/B008/Btm1)
(ANT-NP//B008/Btm1)
Pewarta :
Editor : Jo Seng Bie
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Mudik Lebaran, Pelni Tanjungpinang cegah calo melalui pembelian tiket secara online
19 March 2026 9:56 WIB
Pelindo larang mobil parkir inap di Pelabuhan Sri Bintan Pura selama libur lebaran
18 March 2026 19:30 WIB
Pelindo Tanjungpinang prioritaskan kenyamanan pemudik di pelabuhan Sri Bintan Pura
18 March 2026 11:33 WIB
Kogabwilhan I lepas mudik gratis perdana prajurit TNI Rute Tanjungpinang-Siak
18 March 2026 7:10 WIB
Pemkot Tanjungpinang sepakati pinjaman daerah Rp30 miliar dengan Bank Riau Kepri Syariah
16 March 2026 18:53 WIB
Dampak konflik di Timur Tengah, Imigrasi Tanjung Uban permudah izin tinggal WNA
15 March 2026 7:50 WIB
Terpopuler - Ekonomi & FTZ
Lihat Juga
Mudik Lebaran, Pelni Tanjungpinang cegah calo melalui pembelian tiket secara online
19 March 2026 9:56 WIB