Batam (ANTARA) - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri), meminta PT Air Batam Hilir (ABH) untuk menuntaskan persoalan pendistribusian air kepada masyarakat.

Anggota DPRD Kota Batam Hendra Asman di Batam, Kamis, mengatakan permintaan tersebut disampaikan karena sudah hampir dalam sepekan air bersih tidak mengalir di sejumlah perumahan warga Batam.

"Persoalan ini harus ditanggapi dan ditangani dengan serius, tidak mungkin ini terus terjadi dan harus ada upaya konkrit. Tidak bisa hanya dengan kata-kata ini," kata Hendra.

Baca juga:
Pemprov Kepri tinjau lokasi pembangunan tapak Jembatan Batam - Bintan

TPID Kepri tekan inflasi melalui konsistensi GNPIP

Menurutnya, Badan Pengusahaan (BP) Batam juga harus ikut serta memberikan solusi sebagai instansi yang memilih PT Air Batam Hilir untuk mengelola air di wilayah itu.

"Saya setuju dan saya sepakat bahwa teman-teman dari pihak direktur, dari BP Batam, yang khusus pengelola masalah air, jika katakanlah ada kecelakaan yang terjadi memecahkan pipa, itu tidak bisa terus-terus terjadi, seharusnya pipa itu kita tahu di mana lokasinya dan kenapa ini terus terjadi," ujarnya.

Lebih lanjut, Hendra menyebutkan pihak PT ABH perlu mengecek kembali basis data serta cetak biru (blue print) dalam rencana tata kelola pipa air.

"Oleh sebab itu saya minta BP Batam dengan pengelola air di Kota Batam ini, ayo duduk bersama, termasuk juga OPD yang mengerjakan pelebaran jalan ini duduk bersama dan kembali membuka blue print-nya," kata Hendra.

Sementara itu Humas PT Air Batam Hilir (ABH) Ginda Alamsyah mengatakan perbaikan sudah mulai selesai.

Baca juga:
11.459 haji Debarkasi Batam telah tiba di Tanah Air

Ekspor migas Batam naik 0,83 persen pada Juni 2023

Ia menyampaikan untuk beberapa titik pengerjaan sudah mulai tuntas, sehingga aliran air di beberapa titik sudah kembali lancar.

Untuk menuntaskan persoalan air bersih ini, pihaknya juga mendatangkan peralatan dari Singapura guna optimalisasi perbaikan instalasi agar berjalan lebih baik.

"Kamis ini alat direncanakan tiba di Batam dari Singapura. Kendati begitu belum bisa difungsikan karena harus ada alat bantuan lain untuk menunjang fungsi alat dari luar tersebut," kata Ginda.

Ginda menyebutkan normalisasi aliran air secara bertahap karena ada beberapa pelanggan yang ada di ujung dan elevasi yang tinggi membutuhkan beberapa waktu.

"Sudah mulai mengalir. Untuk normal kami optimalisasi dalam waktu sepekan ini bisa tuntas. Karena alat sudah datang, tentu tim teknis akan bergerak lebih cepat," katanya.

Baca juga:
Polres Natuna beri konseling penganiaya hewan yang viral di media sosial

Kunjungan wisman ke Batam meningkat 73,61 persen pada Juni 2023

BP Batam pastikan perbaikan satu pompa intake rampung, penyaluran air ke beberapa daerah mulai normal

Telkom mengalihkan layanan komunikasi di Kepri ke teknologi radio


Pewarta : Jessica Allifia Jaya Hidayat
Editor : Yuniati Jannatun Naim
Copyright © ANTARA 2024