Karimun (ANTARA News) - Pemerintah Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau mencanangkan program Gerakan Masyarakat Maghrib Membaca (GM3) yang merupakan program Kementerian Agama untuk menumbuhkembangkan gemar membaca Alquran.

Pencanangan Program GM3 dilakukan Bupati Karimun Nurdin Basirun dalam acara penutupan Seleksi Tilawatil Quran (STQ) tingkat kabupaten di Kecamatan Buru, Minggu (10/4) malam.

"Momen STQ kali ini sangat tepat untuk mencanangkan program GM3," katanya.

Nurdin mengatakan program Kementerian Agama itu sejalan dengan salah satu dari empat azam (moto) Kabupaten Karimun, yaitu peningkatan iman dan taqwa.

Azam ini diharapkan menjadi penopang utama tiga azam lainnya, pengembangan ekonomi kerakyatan, peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pengembangan seni budaya.

"Kami akan mempertimbangkan untuk meninjau kembali insentif bagi ustadz dan ustadzah (guru mengaji) di Taman Pendidikan Alquran (TPQ), peranan mereka sangat penting dalam mendorong program GM3," ucapnya.

Sebagai kabupaten yang bermoto azam iman dan takwa, dia mengatakan pemerintah daerah mendukung budaya membaca Alquran, salah satunya dengan mendorong pendirian TPQ di setiap masjid dan mushalla.

"Melalui GM3 diharapkan tidak ada lagi kebiasaan menonton televisi bagi anak-anak setelah Maghrib. Semuanya mengaji di TPQ," katanya.

Lebih lanjut dikatakannya, pelaksanaan STQ yang dipusatkan di Kecamatan Buru, juga sebagai salah satu upaya membudayakan gemar membaca Alquran.

Alquran, lanjut dia, merupakan pedoman hidup yang dapat menopang program pembangunan. Dia berharap seluruh warga pulau tetap membudayakan gemar membaca kitab suci tersebut.

"Selain itu, STQ juga diharapkan melahirkan qori dan qoriah yang dapat mengharumkan nama Karimun di tingkat provinsi dan nasional," tuturnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Karimun Erman Zaruddin mengatakan program GM3 merupakan program unggul yang diharapkan dapat mewujudkan masyarakat yang gemar membaca Alquran.

"Alquran selain dibaca, juga untuk dihayati dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari," ucapnya.

STQ yang diikuti sembilan kecamatan di Kecamatan Buru berlangsung meriah dengan ditutup secara resmi oleh Bupati Nurdin Basirun.

Seribu lebih warga Buru dan desa-desa di sekitarnya memadati lokasi pelaksanaan STQ yang juga menggelar bazar pembangunan dan aneka makanan khas Karimun.

Pemkab Karimun menyewa kapal untuk mengangkut rombongan pejabat dari ibu kota Tanjung Balai Karimun menuju Pulau Buru untuk menghadiri penutupan STQ.

(ANT-RD/N005)