Presiden minta penyelesaian Rempang dikedepankan demi kepentingan masyarakat
Senin, 25 September 2023 14:31 WIB
Menteri Investasi Bahlil Lahadalia usai mengikuti rapat terbatas dengan Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (25/9/2023). ANTARA/Rangga Pandu Asmara Jingga
Jakarta (ANTARA) - Presiden Joko Widodo meminta penyelesaian masalah di Pulau Rempang, Kepulauan Riau dilakukan secara kekeluargaan dengan mengedepankan hak dan kepentingan masyarakat.
Hal itu disampaikan Presiden dalam rapat terbatas dengan sejumlah menteri terkait di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin, sebagaimana diungkapkan Menteri Investasi Bahlil Lahadalia.
“Tadi bapak Presiden dalam arahan rapat pertama adalah untuk penyelesaian masalah Rempang harus dilakukan secara baik, secara betul-betul kekeluargaan, dan tetap mengedepankan hak-hak dan kepentingan masyarakat di sekitar di mana lokasi itu diadakan,” kata Menteri Investasi Bahlil Lahadalia.
Bahlil mengaku diberikan tugas khusus oleh Presiden untuk menyelesaikan persoalan di Rempang dengan baik dan melibatkan kementerian lain.
Dia melaporkan kepada Kepala Negara bahwa dari 17.000 hektare area Pulau Rempang, hanya 7.000-8.000 hektare yang bisa dikelola, sedangkan selebihnya adalah hutan lindung.
"Dan kami fokus pada 2.300 hektare tahap awal untuk pembangunan industri yang sudah kami canangkan tersebut untuk membangun ekosistem pabrik kaca dan solar panel," jelas Bahlil.
Dia mengungkapkan dalam pertemuan dengan para tokoh masyarakat di Rempang beberapa hari lalu, dirinya telah menyampaikan bahwa apa yang terjadi di Rempang bukan penggusuran atau relokasi, melainkan penggeseran.
"Bukan penggusuran, sekali lagi. Kedua bukan juga relokasi, tapi adalah pergeseran. Kalau relokasi, dari pulau A ke pulau B. Tadinya kita mau geser relokasi dari Rempang ke Galang. Tetapi sekarang hanya dari Rempang ke kampung yang masih ada di Rempang," tuturnya.
Selain itu, menurut Bahlil, masyarakat juga diberikan penghargaan terhadap status lahan. Menurut Bahlil, sebagian masyarakat di Rempang secara turun-temurun sebagian belum mempunyai dokumen alas hak. Selama masa menunggu rumah, masyarakat juga akan diberikan uang tunggu senilai Rp1.200.000 per orang dan uang kontrak rumah senilai Rp1.200.000 per kepala keluargam, imbuhnya.
Baca juga:
Rudi instruksikan petugas tidak memaksa warga Rempang pindah
BP Batam tambah lahan relokasi baru untuk warga Rempang
BP Batam prioritaskan relokasi untuk warga Rempang yang sudah mendaftar
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Presiden minta penyelesaian Rempang kedepankan kepentingan masyarakat
Hal itu disampaikan Presiden dalam rapat terbatas dengan sejumlah menteri terkait di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin, sebagaimana diungkapkan Menteri Investasi Bahlil Lahadalia.
“Tadi bapak Presiden dalam arahan rapat pertama adalah untuk penyelesaian masalah Rempang harus dilakukan secara baik, secara betul-betul kekeluargaan, dan tetap mengedepankan hak-hak dan kepentingan masyarakat di sekitar di mana lokasi itu diadakan,” kata Menteri Investasi Bahlil Lahadalia.
Bahlil mengaku diberikan tugas khusus oleh Presiden untuk menyelesaikan persoalan di Rempang dengan baik dan melibatkan kementerian lain.
Dia melaporkan kepada Kepala Negara bahwa dari 17.000 hektare area Pulau Rempang, hanya 7.000-8.000 hektare yang bisa dikelola, sedangkan selebihnya adalah hutan lindung.
"Dan kami fokus pada 2.300 hektare tahap awal untuk pembangunan industri yang sudah kami canangkan tersebut untuk membangun ekosistem pabrik kaca dan solar panel," jelas Bahlil.
Dia mengungkapkan dalam pertemuan dengan para tokoh masyarakat di Rempang beberapa hari lalu, dirinya telah menyampaikan bahwa apa yang terjadi di Rempang bukan penggusuran atau relokasi, melainkan penggeseran.
"Bukan penggusuran, sekali lagi. Kedua bukan juga relokasi, tapi adalah pergeseran. Kalau relokasi, dari pulau A ke pulau B. Tadinya kita mau geser relokasi dari Rempang ke Galang. Tetapi sekarang hanya dari Rempang ke kampung yang masih ada di Rempang," tuturnya.
Selain itu, menurut Bahlil, masyarakat juga diberikan penghargaan terhadap status lahan. Menurut Bahlil, sebagian masyarakat di Rempang secara turun-temurun sebagian belum mempunyai dokumen alas hak. Selama masa menunggu rumah, masyarakat juga akan diberikan uang tunggu senilai Rp1.200.000 per orang dan uang kontrak rumah senilai Rp1.200.000 per kepala keluargam, imbuhnya.
Baca juga:
Rudi instruksikan petugas tidak memaksa warga Rempang pindah
BP Batam tambah lahan relokasi baru untuk warga Rempang
BP Batam prioritaskan relokasi untuk warga Rempang yang sudah mendaftar
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Presiden minta penyelesaian Rempang kedepankan kepentingan masyarakat
Pewarta : Rangga Pandu Asmara Jingga
Editor : Angiela Chantiequ
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Perkuat investasi, BP Batam jalin kemitraan strategis dengan Jerman dan Jepang
25 February 2026 9:51 WIB
Harga emas hari ini 25 Februari 2026: UBS dan Galeri24 di Pegadaian naik lagi
25 February 2026 8:55 WIB
Harga emas Antam hari ini 24 Februari 2026: Naik Rp40.000, tembus Rp3,068 Juta
24 February 2026 9:01 WIB
Harga emas di Pegadaian Senin 23 Februari 2026: UBS dan Galeri24 masih stagnan
23 February 2026 8:34 WIB
Harga Emas Pegadaian Minggu 22 Februari 2026: UBS tembus Rp3,06 Juta, Galeri24 naik
22 February 2026 8:46 WIB
Harga emas Antam hari Ini 21 Februari 2026: Meroket Rp68 ribu ke level Rp3,012 juta
21 February 2026 9:33 WIB
Terpopuler - Politik
Lihat Juga
Trump ancam Iran akan hadapi 'hari yang buruk' jika tak mencapai kesepakatan
24 February 2026 12:16 WIB
Tak ada pelanggaran, MKD pastikan penetapan kembali Ahmad Sahroni di Komisi III sesuai aturan
22 February 2026 10:32 WIB
Trump sebut Jepang mulai berinvestasi di proyek minyak, gas, dan mineral kritis
18 February 2026 10:36 WIB