FPI Bintan Tolak "Beach Party Fashion"
Jumat, 29 April 2011 13:33 WIB
Tanjungpinang (ANTARA News) - Front Pembela Islam menolak acara "Beach Party Fashion" yang digelar Fashion TV pada 14 Mei 2011 di Nirwana Gardens Resort, Lagoi, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau.
FPI (Front Pembela Islam) mendesak pemerintah dan pihak Nirwana Garden Resort membatalkan acara tersebut, karena melanggar norma agama dan tidak sesuai dengan nilai budaya melayu, kata Sekretaris FPI Bintan, Hazarullah Aswad, Jumat, di Tanjungpinang.
"Kami sudah menyampaikan penolakan terhadap acara pesta bikini itu kepada pemerintah," ungkapnya.
Acara "Beach Party Fashion" yang akan digelar Fashion TV di Lagoi hangat diperdebatkan masyarakat Kepulauan Riau (Kepri). Bahkan sebagian ulama di Bintan dan Tanjungpinang telah membahas permasalahan itu.
Ulama menolak acara itu dilaksanakan di Lagoi, maupun di daerah lainnya di Kepri, karena dapat merusak ketakwaan umat beragama.
"Kami akan menggelar aksi demonstrasi di Lagoi jika pemerintah dan pihak Nirwana tidak membatalkan acara tersebut," ujarnya.
Jika acara tersebut tetap dilaksanakan, maka dikhawatirkan akan menjadi agenda tahunan, yang kemungkinan ditiru oleh perusahaan lainnya. Karena itu, lanjutnya, acara yang memamerkan tubuh wanita itu harus dihentikan.
"Permasalahannya bukan terletak pada tertutup atau terbukanya acara tersebut, melainkan dampak negatif yang ditimbulkan jika acaranya tetap dilaksanakan," katanya.
Hal senada dikatakan Sekretaris Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Kepri, Suryadi. KAHMI menolak acara Fasfion TV yang akan digelar di Lagoi.
"Silahkan buat acara di Lagoi, maupun kawasan wisata lainnya, namun harus dilaksanakan sesuai ajaran agama dan nilai budaya melayu," ujar Suryadi.(ANT-NP/Z003/Btm2)
FPI (Front Pembela Islam) mendesak pemerintah dan pihak Nirwana Garden Resort membatalkan acara tersebut, karena melanggar norma agama dan tidak sesuai dengan nilai budaya melayu, kata Sekretaris FPI Bintan, Hazarullah Aswad, Jumat, di Tanjungpinang.
"Kami sudah menyampaikan penolakan terhadap acara pesta bikini itu kepada pemerintah," ungkapnya.
Acara "Beach Party Fashion" yang akan digelar Fashion TV di Lagoi hangat diperdebatkan masyarakat Kepulauan Riau (Kepri). Bahkan sebagian ulama di Bintan dan Tanjungpinang telah membahas permasalahan itu.
Ulama menolak acara itu dilaksanakan di Lagoi, maupun di daerah lainnya di Kepri, karena dapat merusak ketakwaan umat beragama.
"Kami akan menggelar aksi demonstrasi di Lagoi jika pemerintah dan pihak Nirwana tidak membatalkan acara tersebut," ujarnya.
Jika acara tersebut tetap dilaksanakan, maka dikhawatirkan akan menjadi agenda tahunan, yang kemungkinan ditiru oleh perusahaan lainnya. Karena itu, lanjutnya, acara yang memamerkan tubuh wanita itu harus dihentikan.
"Permasalahannya bukan terletak pada tertutup atau terbukanya acara tersebut, melainkan dampak negatif yang ditimbulkan jika acaranya tetap dilaksanakan," katanya.
Hal senada dikatakan Sekretaris Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Kepri, Suryadi. KAHMI menolak acara Fasfion TV yang akan digelar di Lagoi.
"Silahkan buat acara di Lagoi, maupun kawasan wisata lainnya, namun harus dilaksanakan sesuai ajaran agama dan nilai budaya melayu," ujar Suryadi.(ANT-NP/Z003/Btm2)
Pewarta :
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Koalisi Pembela Kebebasan Pers laporkan ajudan gubernur terkait pelanggaran kode etik
15 July 2022 19:38 WIB, 2022
Terpopuler - Kesra
Lihat Juga
Disdik Kepri anjurkan satuan pendidikan perbanyak tadarus selama bulan Ramadhan
14 February 2026 18:16 WIB
Pemkab Natuna gelar pasar murah stabilkan harga sembako menjelang hari keagamaan
14 February 2026 14:11 WIB