Mesir buka perbatasan Rafah dengan Gaza, Israel tolak bantuan masuk
Sabtu, 21 Oktober 2023 10:43 WIB
Sejumlah warga mengangkut para korban dari sebuah gedung yang hancur akibat serangan Israel di Kota Rafah di Jalur Gaza bagian selatan pada 17 Oktober 2023. ANTARA/Khaled Omar/Xinhua/tm
Kairo (ANTARA) - Mesir pada Jumat mengatakan perbatasan Rafah dengan Gaza telah dibuka di sisinya, dan menuduh Israel "menolak" bantuan masuk ke wilayah yang telah dikepung tersebut.
Mesir secara nyata menjadi target media Barat, yang mempromosikan "skenario pengungsian" bagi warga Palestina dan menganggap Kairo bertanggung jawab atas penutupan penyeberangan tersebut meskipun ada "serangan yang ditargetkan dan penolakan masuknya bantuan" oleh Israel," ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri Ahmed Abu Zeid pada X.
Media Barat juga menyindir Mesir bertanggung jawab atas "menghalangi warga negara ketiga" untuk keluar dari Gaza, kata dia.
Jubir kementerian itu menekankan bahwa perlintasan Rafah "terbuka dan Mesir tidak bertanggung jawab dalam menghalangi warga negara ketiga untuk keluar.
Ratusan warga Amerika Serikat terlunta-lunta di Gaza menunggu dibukanya perlintasan Rafah untuk evakuasi, dimana The New York Times memperkirakan jumlah mereka antara 500-600 jiwa.
Perlintasan Rafah adalah satu-satunya terminal antara Jalur Gaza dan Mesir.
Gaza menghadapi krisis kemanusiaan mengerikan, tanpa listrik, sementara makanan, bahan bakar dan persediaan obat-obatan mulai menipis.
Setidaknya 4.137 warga Palestina termasuk 1.534 anak-anak dan 1.000 wanita terbunuh dalam serangan Israel ke Jalur Gaza, sementara angka tersebut di pihak Israel menyentuh 1.400 jiwa.
Sumber: Anadolu
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Mesir buka perbatasan Rafah, Israel menolak bantuan masuk
Mesir secara nyata menjadi target media Barat, yang mempromosikan "skenario pengungsian" bagi warga Palestina dan menganggap Kairo bertanggung jawab atas penutupan penyeberangan tersebut meskipun ada "serangan yang ditargetkan dan penolakan masuknya bantuan" oleh Israel," ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri Ahmed Abu Zeid pada X.
Media Barat juga menyindir Mesir bertanggung jawab atas "menghalangi warga negara ketiga" untuk keluar dari Gaza, kata dia.
Jubir kementerian itu menekankan bahwa perlintasan Rafah "terbuka dan Mesir tidak bertanggung jawab dalam menghalangi warga negara ketiga untuk keluar.
Ratusan warga Amerika Serikat terlunta-lunta di Gaza menunggu dibukanya perlintasan Rafah untuk evakuasi, dimana The New York Times memperkirakan jumlah mereka antara 500-600 jiwa.
Perlintasan Rafah adalah satu-satunya terminal antara Jalur Gaza dan Mesir.
Gaza menghadapi krisis kemanusiaan mengerikan, tanpa listrik, sementara makanan, bahan bakar dan persediaan obat-obatan mulai menipis.
Setidaknya 4.137 warga Palestina termasuk 1.534 anak-anak dan 1.000 wanita terbunuh dalam serangan Israel ke Jalur Gaza, sementara angka tersebut di pihak Israel menyentuh 1.400 jiwa.
Sumber: Anadolu
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Mesir buka perbatasan Rafah, Israel menolak bantuan masuk
Pewarta : Yoanita Hastryka Djohan
Editor : Yuniati Jannatun Naim
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Zionis Israel cegat konvoi kapal-kapal bantuan hendak menuju Gaza di perairan Yunani
01 May 2026 11:57 WIB
Eliano Reijnders optimistis Persib tetap di jalur juara seusai tahan imbang Dewa United
21 April 2026 6:40 WIB
WHO peringatkan krisis persediaan medis di Gaza akibat pembatasan akses masuk
07 March 2026 15:37 WIB
Terpopuler - Jagat
Lihat Juga
Arab Saudi tegaskan angkut jemaah haji ilegal didenda 50.000 riyal dan hukuman penjara
07 May 2026 12:28 WIB