Gubernur Ansar bantah Pulau Galang jadi penampungan pengungsi Rohingya
Selasa, 2 Januari 2024 14:33 WIB
Gubernur Kepri Ansar Ahmad. (ANTARA/Ogen)
Tanjungpinang (ANTARA) - Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Ansar Ahmad membantah rumor bahwa pihaknya bersama UNHCR Indonesia telah menyepakati menjadikan Pulau Galang di Batam sebagai tempat penampungan pengungsi Rohingya.
"Rumor itu tidak benar dan disebarkan oleh akun-akun media sosial yang tidak bertanggung jawab. Saya tegaskan belum ada kesepakatan apapun antara Pemprov Kepri dan UNHCR Indonesia mengenai Pulau Galang," kata Gubernur Ansar di Tanjungpinang, Selasa.
Ansar juga menampik kabar yang menyatakan jika UNHCR Indonesia telah menerima tanah kosong dari Pemprov Kepri untuk dijadikan tempat pengungsi Rohingya.
"Itu hoaks. Kami tidak pernah memberikan tanah kosong kepada UNHCR Indonesia," ujarnya.
Baca juga: Mahfud Md pastikan Pulau Galang di Batam tidak jadi tempat pengungsi Rohingya
Ia mengatakan penyebaran rumor tersebut berpotensi menimbulkan kegaduhan di tengah-tengah masyarakat. Ia pun meminta masyarakat tidak mudah percaya dengan informasi yang tidak jelas sumber dan kebenarannya.
Menurut Ansar, Pemerintah Indonesia saat ini memang melihat keberadaan pengungsi Rohingya adalah sebuah keadaan yang harus diselesaikan, namun pemerintah belum mengambil kebijakan apapun, apalagi diisukan menunjuk Pulau Galang sebagai titik penampungan warga Rohingya.
"Saya minta warga bijak merespons informasi di internet. Jangan sampai terpengaruh oleh provokasi yang dapat merusak persatuan dan kesatuan bangsa kita," ucap Ansar.
Selain itu, Ansar turut menegaskan sampai saat ini tak ada arahan dari pemerintah pusat mengenai penempatan pengungsi Rohingya di Pulau Galang.
Baca juga: Puluhan imigran Rohingya dari Aceh Timur ditolak di Lhokseumawe
Pemerintah pusat, kata dia, masih berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan UNHCR Indonesia untuk mencari solusi terbaik bagi pengungsi Rohingya.
Pemprov Kepri menghormati keputusan pemerintah pusat dan UNHCR Indonesia sebagai lembaga yang berwenang dalam menangani masalah pengungsi.
"Kami siap mendukung upaya-upaya yang dilakukan pemerintah pusat dan UNHCR untuk menyelesaikan masalah pengungsi Rohingya secara humanis dan sesuai ketentuan hukum internasional," kata Ansar menegaskan.
Hal senada juga disampaikan oleh UNHCR Indonesia melalui akun resmi mereka, yang menyatakan bahwa pihaknya tidak pernah meminta tempat atau pulau tersendiri untuk pengungsi Rohingya, termasuk menyepakati soal penempatan pengungsi dari Myanmar tersebut di Pulau Galang, Batam, Kepri.
"Mohon bijak dalam memproses informasi di internet karena komentar-komentar ini bukan dari akun resmi UNHCR Indonesia. Ikuti perkembangan info terbaru dari akun-akun resmi @UNHCRIndonesia yang berupaya menemukan solusi terbaik untuk semua bersama Pemerintah Republik Indonesia," tulis UNHCR Indonesia.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Gubernur Kepri bantah Pulau Galang jadi penampungan pengungsi Rohingya
Baca juga:
Bupati Natuna ingatkan kepala desa dan BPD bersinergi
XL Axiata kenalkan SKKL BaSICS ke pelaku usaha di Batam
Pemkot Tanjungpinang sambut kedatangan wisnus perdana di bandara RHF
Bandara Tanjungpinang angkut 10.005 penumpang Natal dan Tahun Baru
"Rumor itu tidak benar dan disebarkan oleh akun-akun media sosial yang tidak bertanggung jawab. Saya tegaskan belum ada kesepakatan apapun antara Pemprov Kepri dan UNHCR Indonesia mengenai Pulau Galang," kata Gubernur Ansar di Tanjungpinang, Selasa.
Ansar juga menampik kabar yang menyatakan jika UNHCR Indonesia telah menerima tanah kosong dari Pemprov Kepri untuk dijadikan tempat pengungsi Rohingya.
"Itu hoaks. Kami tidak pernah memberikan tanah kosong kepada UNHCR Indonesia," ujarnya.
Baca juga: Mahfud Md pastikan Pulau Galang di Batam tidak jadi tempat pengungsi Rohingya
Ia mengatakan penyebaran rumor tersebut berpotensi menimbulkan kegaduhan di tengah-tengah masyarakat. Ia pun meminta masyarakat tidak mudah percaya dengan informasi yang tidak jelas sumber dan kebenarannya.
Menurut Ansar, Pemerintah Indonesia saat ini memang melihat keberadaan pengungsi Rohingya adalah sebuah keadaan yang harus diselesaikan, namun pemerintah belum mengambil kebijakan apapun, apalagi diisukan menunjuk Pulau Galang sebagai titik penampungan warga Rohingya.
"Saya minta warga bijak merespons informasi di internet. Jangan sampai terpengaruh oleh provokasi yang dapat merusak persatuan dan kesatuan bangsa kita," ucap Ansar.
Selain itu, Ansar turut menegaskan sampai saat ini tak ada arahan dari pemerintah pusat mengenai penempatan pengungsi Rohingya di Pulau Galang.
Baca juga: Puluhan imigran Rohingya dari Aceh Timur ditolak di Lhokseumawe
Pemerintah pusat, kata dia, masih berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan UNHCR Indonesia untuk mencari solusi terbaik bagi pengungsi Rohingya.
Pemprov Kepri menghormati keputusan pemerintah pusat dan UNHCR Indonesia sebagai lembaga yang berwenang dalam menangani masalah pengungsi.
"Kami siap mendukung upaya-upaya yang dilakukan pemerintah pusat dan UNHCR untuk menyelesaikan masalah pengungsi Rohingya secara humanis dan sesuai ketentuan hukum internasional," kata Ansar menegaskan.
Hal senada juga disampaikan oleh UNHCR Indonesia melalui akun resmi mereka, yang menyatakan bahwa pihaknya tidak pernah meminta tempat atau pulau tersendiri untuk pengungsi Rohingya, termasuk menyepakati soal penempatan pengungsi dari Myanmar tersebut di Pulau Galang, Batam, Kepri.
"Mohon bijak dalam memproses informasi di internet karena komentar-komentar ini bukan dari akun resmi UNHCR Indonesia. Ikuti perkembangan info terbaru dari akun-akun resmi @UNHCRIndonesia yang berupaya menemukan solusi terbaik untuk semua bersama Pemerintah Republik Indonesia," tulis UNHCR Indonesia.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Gubernur Kepri bantah Pulau Galang jadi penampungan pengungsi Rohingya
Baca juga:
Bupati Natuna ingatkan kepala desa dan BPD bersinergi
XL Axiata kenalkan SKKL BaSICS ke pelaku usaha di Batam
Pemkot Tanjungpinang sambut kedatangan wisnus perdana di bandara RHF
Bandara Tanjungpinang angkut 10.005 penumpang Natal dan Tahun Baru
Pewarta : Ogen
Editor : Yuniati Jannatun Naim
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Sejumlah warga usir 152 pengungsi Rohingya dari depan kantor Kemenkumham Aceh
08 November 2024 7:23 WIB, 2024
Nelayan temukan tiga mayat di laut Aceh Jaya yang diduga warga Rohingya
23 March 2024 16:01 WIB, 2024
Polresta Pekanbaru-Riau amankan 59 pria etnis Rohingya dari sebuah rumah
06 March 2024 12:17 WIB, 2024
Warga Rohingya menyebrang ke Bangladesh akibat perang junta-pemberontak
06 February 2024 14:04 WIB, 2024
Muhammed Amin pernah ke Aceh sebelum jadi tersangka penyeludupan Rohingya
18 December 2023 18:26 WIB, 2023
Presiden Jokowi sampaikan pemerintah tampung sementara pengungsi Rohingya
11 December 2023 13:50 WIB, 2023
Presiden Jokowi sampaikan pemerintah tampung sementara pengungsi Rohingya
11 December 2023 13:50 WIB, 2023
Polisi sebut penyelundup Rohingya ke Pidie Aceh raup keuntungan Rp3 miliar
07 December 2023 20:45 WIB, 2023
Din Syamsuddin sambut opsi Wapres tempatkan para pengungsi Rohingya di Pulau Galang
07 December 2023 16:58 WIB, 2023
Mahfud Md pastikan Pulau Galang di Batam tidak jadi tempat pengungsi Rohingya
06 December 2023 18:53 WIB, 2023