UNICEF sebut anak-anak di Gaza terjebak mimpi buruk
Sabtu, 6 Januari 2024 10:21 WIB
Anak-anak duduk di belakang truk saat warga Palestina berangkat dari bagian utara Gaza untuk meninggalkan Jalur Gaza bagian tengah dan selatan pada 10 November 2023. (ANTARA/Anadolu)
Washington (ANTARA) - Direktur eksekutif UNICEF Catherine Russell pada Jumat (5/1) memperingatkan bahwa lebih dari 1,1 juta anak terancam akibat meningkatnya konflik, malnutrisi, dan penyakit di Jalur Gaza.
“Anak-anak di Gaza terjebak dalam mimpi buruk yang setiap harinya semakin memburuk,” kata Russell lewat pernyataan.
Anak-anak dan keluarga di Gaza yang terbunuh dan terluka terus bertambah selama perang berlangsung dan kehidupan mereka semakin berisiko terkena penyakit --yang sebenarnya dapat dicegah-- serta mengalami kekurangan makanan dan air, katanya.
Russell menambahkan bahwa seluruh anak-anak dan warga sipil harus dilindungi dari kekerasan dan harus memiliki akses untuk layanan dan pasokan dasar.
Kasus diare pada anak disebutkan melonjak 50 persen hanya dalam sepekan dan 90 persen anak-anak di bawah usia dua tahun menghadapi “kemiskinan pangan akut”.
UNICEF menyerukan gencatan senjata kemanusiaan segera guna membantu menyelamatkan warga sipil sekaligus mengurangi penderitaan mereka, kata Russell.
“UNICEF berupaya memberikan bantuan penyelamatan jiwa yang sangat dibutuhkan anak-anak di Gaza. Namun, kami sangat membutuhkan akses yang lebih baik dan aman untuk menyelamatkan anak-anak."
Sumber: Anadolu
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: UNICEF: Anak-anak di Gaza terjebak mimpi buruk
“Anak-anak di Gaza terjebak dalam mimpi buruk yang setiap harinya semakin memburuk,” kata Russell lewat pernyataan.
Anak-anak dan keluarga di Gaza yang terbunuh dan terluka terus bertambah selama perang berlangsung dan kehidupan mereka semakin berisiko terkena penyakit --yang sebenarnya dapat dicegah-- serta mengalami kekurangan makanan dan air, katanya.
Russell menambahkan bahwa seluruh anak-anak dan warga sipil harus dilindungi dari kekerasan dan harus memiliki akses untuk layanan dan pasokan dasar.
Kasus diare pada anak disebutkan melonjak 50 persen hanya dalam sepekan dan 90 persen anak-anak di bawah usia dua tahun menghadapi “kemiskinan pangan akut”.
UNICEF menyerukan gencatan senjata kemanusiaan segera guna membantu menyelamatkan warga sipil sekaligus mengurangi penderitaan mereka, kata Russell.
“UNICEF berupaya memberikan bantuan penyelamatan jiwa yang sangat dibutuhkan anak-anak di Gaza. Namun, kami sangat membutuhkan akses yang lebih baik dan aman untuk menyelamatkan anak-anak."
Sumber: Anadolu
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: UNICEF: Anak-anak di Gaza terjebak mimpi buruk
Pewarta : Asri Mayang Sari
Editor : Angiela Chantiequ
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
UPTD PPA Batam tangani 338 kasus kekerasan perempuan dan anak sepanjang tahun 2025
21 January 2026 15:51 WIB
Jaksa Agung pastikan kasus guru jadi tersangka dugaan kekerasan anak akan dihentikan
20 January 2026 16:21 WIB
Pemkab Natuna nonaktifkan oknum camat diduga kasus asusila anak di bawah umur
09 January 2026 17:27 WIB