BPBD Natuna fokuskan anggaran tahun 2024 untuk kegiatan mitigasi bencana
Kamis, 11 Januari 2024 15:30 WIB
Kepala BPBD Natuna Raja Darmika (ANTARA/Muhamad Nurman)
Natuna (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau memfokuskan anggaran tahun 2024 untuk kegiatan mitigasi bencana.
Kepala Pelaksana BPBD Natuna Raja Darmika di Natuna, Kamis, mengatakan, kegiatan mitigasi bencana yang dilakukan berupa membuat kajian risiko bencana, sosialisasi terkait prabencana, tanggap darurat dan pemulihan pascabencana.
Adapun sasaran dari kegiatan tersebut adalah masyarakat yang berada di lokasi potensi bencana.
"Untuk 2024 kegiatan yang kita susun lebih banyak menyentuh pencegahan dan kesiapsiagaan bencana," ucap dia.
Menurut dia, masyarakat Natuna harus hidup berdampingan dengan bencana, pasalnya bencana tidak bisa dihindari.
"Hampir semua wilayah di Natuna berpotensi dilanda bencana, oleh karena itu kita harus mengedukasi masyarakat cara untuk meminimalkan kerugian baik itu barang maupun jiwa," ujar dia.
Selain masyarakat, kegiatan sosialisasi pada tahun 2024 juga menyasar ke sekolah-sekolah, tujuannya untuk menambah wawasan para pelajar terkait potensi bencana di Natuna dan cara menyelamatkan diri ketika berhadapan pada peristiwa bencana.
"Pemerintah juga akan membuat tim kebencanaan di setiap satuan pendidikan, tujuannya untuk melindungi generasi," kata dia.
Ia menjelaskan, selain mitigasi dengan memberikan edukasi, mitigasi dalam bentuk pembangunan juga perlu dilakukan, hal tersebut bisa dimulai dengan melakukan pelebaran dan pendalaman sungai, menghubungkan dan membersihkan drainase yang putus dan kotor serta pembangunan lainnya yang bisa meminimalkan dampak yang diakibatkan oleh bencana itu sendiri.
"Saya lihat pembangunan kita perlahan sudah menuju ke arah sana (mitigasi)," ujar dia.
Ia merinci bencana yang berpotensi terjadi di Natuna meliputi kebakaran hutan dan lahan, banjir, tanah longsor, cuaca ekstrem berupa angin kencang, gelombang ekstrem dan abrasi, banjir bandang dan kekeringan.
"Yang kerap terjadi itu karhutla, banjir dan cuaca ekstrem," ungkap dia.
Baca juga:
KPU Kota Tanjungpinang tambah personel lipat surat suara
Bandara Tanjungpinang berangkatkan 230 ribu penumpang pada tahun 2023
BMKG imbau masyarakat Batam waspadai banjir rob
Kepala Pelaksana BPBD Natuna Raja Darmika di Natuna, Kamis, mengatakan, kegiatan mitigasi bencana yang dilakukan berupa membuat kajian risiko bencana, sosialisasi terkait prabencana, tanggap darurat dan pemulihan pascabencana.
Adapun sasaran dari kegiatan tersebut adalah masyarakat yang berada di lokasi potensi bencana.
"Untuk 2024 kegiatan yang kita susun lebih banyak menyentuh pencegahan dan kesiapsiagaan bencana," ucap dia.
Menurut dia, masyarakat Natuna harus hidup berdampingan dengan bencana, pasalnya bencana tidak bisa dihindari.
"Hampir semua wilayah di Natuna berpotensi dilanda bencana, oleh karena itu kita harus mengedukasi masyarakat cara untuk meminimalkan kerugian baik itu barang maupun jiwa," ujar dia.
Selain masyarakat, kegiatan sosialisasi pada tahun 2024 juga menyasar ke sekolah-sekolah, tujuannya untuk menambah wawasan para pelajar terkait potensi bencana di Natuna dan cara menyelamatkan diri ketika berhadapan pada peristiwa bencana.
"Pemerintah juga akan membuat tim kebencanaan di setiap satuan pendidikan, tujuannya untuk melindungi generasi," kata dia.
Ia menjelaskan, selain mitigasi dengan memberikan edukasi, mitigasi dalam bentuk pembangunan juga perlu dilakukan, hal tersebut bisa dimulai dengan melakukan pelebaran dan pendalaman sungai, menghubungkan dan membersihkan drainase yang putus dan kotor serta pembangunan lainnya yang bisa meminimalkan dampak yang diakibatkan oleh bencana itu sendiri.
"Saya lihat pembangunan kita perlahan sudah menuju ke arah sana (mitigasi)," ujar dia.
Ia merinci bencana yang berpotensi terjadi di Natuna meliputi kebakaran hutan dan lahan, banjir, tanah longsor, cuaca ekstrem berupa angin kencang, gelombang ekstrem dan abrasi, banjir bandang dan kekeringan.
"Yang kerap terjadi itu karhutla, banjir dan cuaca ekstrem," ungkap dia.
Baca juga:
KPU Kota Tanjungpinang tambah personel lipat surat suara
Bandara Tanjungpinang berangkatkan 230 ribu penumpang pada tahun 2023
BMKG imbau masyarakat Batam waspadai banjir rob
Pewarta : Muhamad Nurman
Editor : Angiela Chantiequ
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kekeringan di Bintan, Bupati instruksikan OPD salurkan air bersih untuk 24.479 KK
26 March 2026 10:04 WIB
BPBD Natuna miliki tim reaksi cepat sebagai penilai kerusakan dari dampak bencana
02 March 2026 18:10 WIB
BPBD sebut Natuna masih berada dalam status siaga darurat bencana hingga Maret 2026
25 February 2026 17:16 WIB
Dinsos PM Batam tegaskan fokus Taruna Siaga Bencana tangani korban yang terdampak
20 February 2026 12:22 WIB
Warga harap jalan di Aceh Tengah bisa kembali normal pasca bencana Sumatera
19 February 2026 15:41 WIB
Pemerintah tambah anggran pemulihan pasca bencana di Aceh, Sumut dan Sumbar
05 February 2026 15:35 WIB
Terpopuler - Kesra
Lihat Juga
Pemprov Kepri terapkan kebijakan WFH hingga pangkas biaya perjalanan dinas bagi ASN
03 April 2026 15:25 WIB