Anies bakal kaji ulang UU Ciptaker
Senin, 29 Januari 2024 16:36 WIB
Anies Baswedan di Madrasah Aliah Al-Itqon, Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat, Senin (29/1/2024). ANTARA/HO-Timnas AMIN
Jakarta (ANTARA) - Calon Presiden nomor urut 1 Anies Baswedan berkomitmen mengkaji ulang UU Cipta Kerja (Ciptaker) yang tidak memberikan rasa keadilan untuk pekerja kerah biru.
"Kami berkomitmen untuk mengkaji ulang Undang-Undang Cipta Kerja agar aturan-aturan yang dipandang tidak memberikan rasa keadilan bisa dikoreksi untuk memberikan rasa keadilan," kata Anies di Jakarta, Senin.
Anies mengatakan bahwa UU Ciptaker yang disusun untuk menciptakan lapangan pekerjaan, menuai hasil yang kontradiktif.
Baca juga: Anies silaturahim kunjungi gurunya di Ponpes Al-Itqon
Mengutip data BPS, Anies mengatakan bahwa pengangguran turun 5,3 persen pada era kepemimpinan Susilo Bambang Yudhoyono. Pada era pasca-UU Ciptaker Presiden RI Joko Widodo, pengangguran hanya turun 0,73 persen.
"Artinya ada indikator yang menunjukkan bahwa usaha penciptaan lapangan pekerjaan itu pun tidak terjadi. Dengan aturan yang seperti ini, kita harus memastikan," ujar mantan Gubernur DKI Jakarta itu.
Tidak kalah penting, Anies mengatakan bahwa pada era pasca-UU Ciptaker pemenuhan hak pesangon kepada korban PHK tidak diberikan secara penuh.
Baca juga: Staf Khusus Presiden: Pertemuan Jokowi dengan ketum partai bukan kampanye
Menurut dia, hak tersebut harus dipastikan terlaksana dan pemerintah tidak boleh abai sehingga pemerintah harus memastikan pemenuhan hak-hak itu terjadi.
"Jadi, kami ingin memastikan review atas omnibus law atau Undang-Undang Cipta Kerja. Insyaallah, kami lakukan dan kita kerja bersama-sama untuk memastikan itu terjadi," kata Anies.
Anies mengatakan bahwa persoalan UU Ciptaker tidak hanya terkait dengan urusan perburuhan, melainkan hubungan pemerintah pusat dan daerah yang termasuk kewenangannya banyak sekali, yang justru menimbulkan permasalahan merepotkan pengusaha.
Baca juga:
KPU Kepri imbau warga tak berlibur sebelum mencoblos ke TPS
Gus Yahya: PBNU tidak terlibat dukung salah satu capres di Pemilu 2024
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Anies berkomitmen kaji ulang UU Ciptaker
"Kami berkomitmen untuk mengkaji ulang Undang-Undang Cipta Kerja agar aturan-aturan yang dipandang tidak memberikan rasa keadilan bisa dikoreksi untuk memberikan rasa keadilan," kata Anies di Jakarta, Senin.
Anies mengatakan bahwa UU Ciptaker yang disusun untuk menciptakan lapangan pekerjaan, menuai hasil yang kontradiktif.
Baca juga: Anies silaturahim kunjungi gurunya di Ponpes Al-Itqon
Mengutip data BPS, Anies mengatakan bahwa pengangguran turun 5,3 persen pada era kepemimpinan Susilo Bambang Yudhoyono. Pada era pasca-UU Ciptaker Presiden RI Joko Widodo, pengangguran hanya turun 0,73 persen.
"Artinya ada indikator yang menunjukkan bahwa usaha penciptaan lapangan pekerjaan itu pun tidak terjadi. Dengan aturan yang seperti ini, kita harus memastikan," ujar mantan Gubernur DKI Jakarta itu.
Tidak kalah penting, Anies mengatakan bahwa pada era pasca-UU Ciptaker pemenuhan hak pesangon kepada korban PHK tidak diberikan secara penuh.
Baca juga: Staf Khusus Presiden: Pertemuan Jokowi dengan ketum partai bukan kampanye
Menurut dia, hak tersebut harus dipastikan terlaksana dan pemerintah tidak boleh abai sehingga pemerintah harus memastikan pemenuhan hak-hak itu terjadi.
"Jadi, kami ingin memastikan review atas omnibus law atau Undang-Undang Cipta Kerja. Insyaallah, kami lakukan dan kita kerja bersama-sama untuk memastikan itu terjadi," kata Anies.
Anies mengatakan bahwa persoalan UU Ciptaker tidak hanya terkait dengan urusan perburuhan, melainkan hubungan pemerintah pusat dan daerah yang termasuk kewenangannya banyak sekali, yang justru menimbulkan permasalahan merepotkan pengusaha.
Baca juga:
KPU Kepri imbau warga tak berlibur sebelum mencoblos ke TPS
Gus Yahya: PBNU tidak terlibat dukung salah satu capres di Pemilu 2024
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Anies berkomitmen kaji ulang UU Ciptaker
Pewarta : Devi Nindy Sari Ramadhan
Editor : Yuniati Jannatun Naim
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Anies kaget pemesanan tiket Kumpul Akbar mengalahkan konser Coldplay
08 February 2024 12:17 WIB, 2024
Tom Lembong ajak Muhammadiyah kampanyekan gagasan untuk menangkan AMIN
03 February 2024 14:42 WIB, 2024
Terpopuler - Politik
Lihat Juga
Perda RPIK jadi pedoman pembangunan industri Tanjungpinang untuk 20 tahun ke depan
30 September 2026 16:09 WIB
Dubes RI Washington sambut rencana LKBN ANTARA buka kantor perwakilan di AS
24 September 2026 15:56 WIB
Pemprov Kepri bersama DPRD tetapkan APBD Perubahan 2026 naik jadi Rp3,63 Triliun
23 September 2026 9:09 WIB
LKBN ANTARA dan 34 kantor berita Asia Pasifik bahas penanganan disinformasi
21 September 2026 7:40 WIB
Pemkot luncurkan Batam Policy Lab untuk pengambilan kebijakan berbasis bukti
19 September 2026 10:58 WIB