Mesir tidak akan mengizinkan pindah paksa warga Palestina dari Gaza
Senin, 18 Maret 2024 12:51 WIB
Ilustrasi - Seorang wanita yang menggendong seorang anak perempuan menyelamatkan diri usai serangan udara Israel yang menghantam permukiman Ridwan di Kota Gaza, Gaza, 23 Oktober 2023. ANTARA/Anadolu/Ali Jadallah/pri
Kairo (ANTARA) - Presiden Mesir Abdel-Fattah al-Sisi pada Minggu mengatakan negaranya tidak akan membiarkan pemindahan paksa warga Palestina dari Jalur Gaza.
Sisi mengadakan pembicaraan dengan Presiden Komisi Uni Eropa Ursula von der Leyen di sela-sela KTT Mesir-Eropa di Kairo.
"Mesir menolak pemindahan paksa warga Palestina dari tanah mereka dan tidak akan mengizinkannya," kata pemimpin Mesir tersebut seperti dikutip dari pernyataan presiden.
Sisi juga menggarisbawahi perlunya gencatan senjata di Jalur Gaza.
Perundingan antara kedua belah pihak membahas kerja sama bilateral antara Mesir dan Uni Eropa serta perkembangan regional, kata pernyataan itu.
Mesir dan Uni Eropa bersiap meningkatkan hubungan mereka ke "kemitraan komprehensif strategis" pada Minggu, di tengah laporan bahwa blok Eropa tersebut akan memberi Kairo paket pendanaan sebesar 7,4 miliar euro (sekitar Rp126,2 triliun) dari 2024-2027 untuk menstabilkan perekonomian mereka.
Mesir telah berada di bawah tekanan ekonomi akibat perang Israel yang sedang berlangsung di Jalur Gaza, yang berdampak pada pendapatan negara itu dari sektor pariwisata dan pelayaran yang melalui Terusan Suez.
Israel melancarkan serangan militer mematikan di Gaza sejak serangan Hamas pada 7 Oktober 2023, yang menewaskan hampir 1.200 orang.
Sumber: Anadolu
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Mesir tidak akan izinkan pemindahan paksa warga Palestina dari Gaza
Sisi mengadakan pembicaraan dengan Presiden Komisi Uni Eropa Ursula von der Leyen di sela-sela KTT Mesir-Eropa di Kairo.
"Mesir menolak pemindahan paksa warga Palestina dari tanah mereka dan tidak akan mengizinkannya," kata pemimpin Mesir tersebut seperti dikutip dari pernyataan presiden.
Sisi juga menggarisbawahi perlunya gencatan senjata di Jalur Gaza.
Perundingan antara kedua belah pihak membahas kerja sama bilateral antara Mesir dan Uni Eropa serta perkembangan regional, kata pernyataan itu.
Mesir dan Uni Eropa bersiap meningkatkan hubungan mereka ke "kemitraan komprehensif strategis" pada Minggu, di tengah laporan bahwa blok Eropa tersebut akan memberi Kairo paket pendanaan sebesar 7,4 miliar euro (sekitar Rp126,2 triliun) dari 2024-2027 untuk menstabilkan perekonomian mereka.
Mesir telah berada di bawah tekanan ekonomi akibat perang Israel yang sedang berlangsung di Jalur Gaza, yang berdampak pada pendapatan negara itu dari sektor pariwisata dan pelayaran yang melalui Terusan Suez.
Israel melancarkan serangan militer mematikan di Gaza sejak serangan Hamas pada 7 Oktober 2023, yang menewaskan hampir 1.200 orang.
Sumber: Anadolu
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Mesir tidak akan izinkan pemindahan paksa warga Palestina dari Gaza
Pewarta : Katriana
Editor : Angiela Chantiequ
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
APTIKNAS sebut transfer data pribadi ke AS harus tunduk pada peraturan Indonesia
24 July 2025 12:26 WIB
Bakamla dan Kejari Batam bahas pemindahan Kapal MT Arman ke Batu Ampar
23 August 2024 19:46 WIB, 2024
Debat capres, Anies ingatkan Ganjar tidak tiru pemerintah kolonial Belanda soal IKN
13 December 2023 5:49 WIB, 2023
Presiden Abdel Fattah El-Sisi tegaskan Mesir tolak pemindahan paksa warga Palestina
19 November 2023 11:40 WIB, 2023
Terpopuler - Jagat
Lihat Juga
Tren "mudik terbalik" saat Imlek kian populer di kalangan anak muda di China
12 February 2026 12:12 WIB
Komisi Eropa ajukan keberatan ke Meta terkait pembatasan akses AI di WhatsApp
10 February 2026 13:54 WIB
Perdana Menteri Inggris minta maaf atas penunjukan dubes terkait kasus Epstein
06 February 2026 15:53 WIB
Gencatan senjata tahap kedua, 54 jenazah warga Palestina telah tiba di Gaza
05 February 2026 11:16 WIB
Kapolri usulkan Bintang Bhayangkara untuk Meri Hoegeng bentuk penghormatan
04 February 2026 14:22 WIB