Presiden prihatin dan empati atas insiden kunker di Sumut
Selasa, 19 Maret 2024 9:47 WIB
Koordinator Staf Khusus Presiden Ari Dwipayana. ANTARA/Andi Firdaus
Jakarta (ANTARA) - Koordinator Staf Khusus Presiden Ari Dwipayana menyampaikan Presiden RI Joko Widodo merasa prihatin dan empati atas inside saat kunjungan kerja di Labuhanbatu, Sumatera Utara, beberapa waktu lalu.
"Terkait dengan kejadian saat kunjungan kerja Presiden ke Labuhanbatu perlu disampaikan beberapa hal berikut. Presiden turut prihatin dan berempati atas insiden yang terjadi saat kunjungan kerja ke Labuhanbatu," kata Ari dalam pesan singkat di Jakarta, Selasa.
Salah satu insiden yang terjadi adalah wafatnya Marhan Harapan bersamaan saat kunjungan kerja Presiden ke Sumatera Utara.
Saat itu Marhan Harahap hendak masuk ke Masjid Agung Rantauprapat di Labuhanbatu untuk menunaikan Salat Jumat.
Saat hendak masuk ke halaman masjid, Marhan diarahkan oleh petugas yang berjaga karena masjid sudah dipenuhi masyarakat yang antusias ingin melihat kedatangan Presiden Joko Widodo.
Marhan sempat terjatuh, kemudian dibawa ke rumah sakit guna mendapatkan perawatan medis. Namun, Marhan mengembuskan napas terakhirnya.
"Presiden menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya Bapak Marhan Harahap," kata Ari.
Setiap kunjungan kerja, kata Ari, Presiden selalu terbuka untuk berinteraksi, berkomunikasi, dan mendengarkan langsung aspirasi dari masyarakat.
Dalam berbagai kesempatan, lanjut dia, Presiden selalu menekankan agar Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) dan aparat pengamanan wilayah bertindak humanis.
Presiden juga meminta agar aspirasi yang disampaikan masyarakat segera direspons dan ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah dan instansi terkait lainnya untuk dicarikan solusi yang konkret.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Presiden prihatin dan empati atas insiden kunker di Sumatera Utara
"Terkait dengan kejadian saat kunjungan kerja Presiden ke Labuhanbatu perlu disampaikan beberapa hal berikut. Presiden turut prihatin dan berempati atas insiden yang terjadi saat kunjungan kerja ke Labuhanbatu," kata Ari dalam pesan singkat di Jakarta, Selasa.
Salah satu insiden yang terjadi adalah wafatnya Marhan Harapan bersamaan saat kunjungan kerja Presiden ke Sumatera Utara.
Saat itu Marhan Harahap hendak masuk ke Masjid Agung Rantauprapat di Labuhanbatu untuk menunaikan Salat Jumat.
Saat hendak masuk ke halaman masjid, Marhan diarahkan oleh petugas yang berjaga karena masjid sudah dipenuhi masyarakat yang antusias ingin melihat kedatangan Presiden Joko Widodo.
Marhan sempat terjatuh, kemudian dibawa ke rumah sakit guna mendapatkan perawatan medis. Namun, Marhan mengembuskan napas terakhirnya.
"Presiden menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya Bapak Marhan Harahap," kata Ari.
Setiap kunjungan kerja, kata Ari, Presiden selalu terbuka untuk berinteraksi, berkomunikasi, dan mendengarkan langsung aspirasi dari masyarakat.
Dalam berbagai kesempatan, lanjut dia, Presiden selalu menekankan agar Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) dan aparat pengamanan wilayah bertindak humanis.
Presiden juga meminta agar aspirasi yang disampaikan masyarakat segera direspons dan ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah dan instansi terkait lainnya untuk dicarikan solusi yang konkret.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Presiden prihatin dan empati atas insiden kunker di Sumatera Utara
Pewarta : Rangga Pandu Asmara Jingga
Editor : Yuniati Jannatun Naim
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Istana sebut perjanjian ekstradisi RI-Singapura perkuat penegakan hukum
23 March 2024 12:14 WIB, 2024
Ari Dwipayana bantah ban mobil Presiden tidak bocor saat kunjungan kerja
25 January 2024 10:05 WIB, 2024
Istana bantah isu Jokowi angkat jutaan PNS jika Prabowo-Gibran menang Pilpres 2024
16 January 2024 14:36 WIB, 2024
Ari Dwipayana: Jokowi mungkin tak hadiri HUT PDI Perjuangan pekan depan
05 January 2024 17:27 WIB, 2024