Lebih dari 600 ribu anak di Rafah kelaparan
Minggu, 7 April 2024 16:51 WIB
Sejumlah anak menunggu untuk menerima bantuan makanan saat bulan suci Ramadan di Gaza City pada 13 Maret 2024. (Xinhua/Mohammed Ali)
New York (ANTARA) - Juru bicara UNICEF, James Elder meningkatkan kewaspadaan atas situasi mengerikan yang dialami lebih dari 600.000 anak di Rafah, Gaza selatan, yang bergulat dengan kelaparan dan ketakutan di tengah ancaman serangan Israel.
Melalui unggahan video di akun X, Elder menceritakan penderitaan anak-anak di Rafah yang berjuang bertahan hidup di tengah gempuran Israel, menyusul kedatangan 1,5 juta orang ke wilayah tersebut akibat agresi Israel.
Elder mengingatkan anak-anak dan keluarga yang menyelamatkan diri dari serangan Israel agar mereka disuruh pergi ke Rafah karena situasi di sana aman. Namun, meski ada jaminan ini, serangan brutal Israel masih terus terjadi.
“Rafah adalah kota bagi anak-anak. Terdapat 600.000 anak laki-laki dan perempuan, namun mereka di bawah ancaman serangan militer, terjebak di Rafah, tanpa tempat yang aman untuk pergi,” kata dia.
Dia juga menyoroti perjuangan setiap hari orang tua yang berupaya menanamkan harapan pada anak-anak di tengah ketakutan dan kelaparan, menekankan kata “harapan” berpotensi dihapus dari kamus di Gaza.
Sumber: WAFA
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Lebih dari 600 ribu anak di Rafah kelaparan di tengah serangan Israel
Melalui unggahan video di akun X, Elder menceritakan penderitaan anak-anak di Rafah yang berjuang bertahan hidup di tengah gempuran Israel, menyusul kedatangan 1,5 juta orang ke wilayah tersebut akibat agresi Israel.
Elder mengingatkan anak-anak dan keluarga yang menyelamatkan diri dari serangan Israel agar mereka disuruh pergi ke Rafah karena situasi di sana aman. Namun, meski ada jaminan ini, serangan brutal Israel masih terus terjadi.
“Rafah adalah kota bagi anak-anak. Terdapat 600.000 anak laki-laki dan perempuan, namun mereka di bawah ancaman serangan militer, terjebak di Rafah, tanpa tempat yang aman untuk pergi,” kata dia.
Dia juga menyoroti perjuangan setiap hari orang tua yang berupaya menanamkan harapan pada anak-anak di tengah ketakutan dan kelaparan, menekankan kata “harapan” berpotensi dihapus dari kamus di Gaza.
Sumber: WAFA
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Lebih dari 600 ribu anak di Rafah kelaparan di tengah serangan Israel
Pewarta : Asri Mayang Sari
Editor : Yuniati Jannatun Naim
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
UPTD PPA Batam tangani 338 kasus kekerasan perempuan dan anak sepanjang tahun 2025
21 January 2026 15:51 WIB
Jaksa Agung pastikan kasus guru jadi tersangka dugaan kekerasan anak akan dihentikan
20 January 2026 16:21 WIB
Pemkab Natuna nonaktifkan oknum camat diduga kasus asusila anak di bawah umur
09 January 2026 17:27 WIB