Batam (ANTARA News) - Wakil Wali Kota Batam, Rudi meminta warganya tidak terpancing sentimen suku, agama dan ras yang bisa menimbulkan pertikaian dan kebencian antarpenduduk.
"Saya harap warga saing menjaga dan tidak terpancing isu atau pun konflik SARA," kata Rudi, di Batam, Kepulauan Riau, Senin.
Penduduk Batam terdiri dari berbagai macam suku, ras dan agama yang datang dari penjuru Indonesia, sehingga rawan konflik.
Meski begitu, ia mengatakan yakin, bila antarwarga masyarakat saling menjaga lingkungan satu sama lain, maka kerukunan dapat terjalin.
Sebagai kota industri yang bersaing di Asia Pasifik, Batam harus tetap kondusif untuk menjamin keamanan bagi penanam modal asing agar tidak hengkang ke kota sejenis.
Bom teroris di gereja pada Malam Natal 2000 yang sempat terjadi di Batam diharapkan menjadi pengalaman pahit yang tidak akan terulang lagi.
Menanggapi aksi bom bunuh diri di Gereja Kepunton Solo, Jawa Tengah, Minggu, Wakil Walikota Batam Rudi mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan lingkungan.
"Saya minta masyarakat Batam tidak terpancing atas kejadian yang terjadi di Solo, saya berharap peduli terhadap keamanan lingkungan demi menciptakan Batam yang aman dan kondusif," kata Wakil Wali Kota.
Ia meminta RT/RW, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Karang Taruna dan Lembaga Swadaya Masyarakat meningkatkan kewaspadaan kepada setiap kejadian di sekitar tempat tinggal.
"Sehingga Batam tetap aman dan kondusif untuk tempat berinvestasi dan bekerja diberbagai sektor," kata dia.
Sebelumnya, Wakil Ketua DPR-RI Anis Matta mengutuk keras atas kebiadaban pelaku aksi bom bunuh diri di Gereja Bethel Injil Sepenuh (GBIS) Kepunton, Solo.
"Kami mengutuk atas kebidaban pelaku bom bunuh diri tersebut. Kami minta aparat untuk mengusut tuntas atas aksi teroris di balik kejadian ini," kata Anis Matta di sela-sela acara Halalbihalal dan Temu Kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Denpasar.
Ia mengatakan, semua agama pasti mengutuk tindakan tersebut, karena di dalam ajaran agama manapun tidak membenarkan tindakan aksi teroris seperti itu.
"Aksi yang dilakukan para teroris ada dimana-mana, oleh karena itu kelompok-kelompok moderat sangat diperlukan dalam menumpas gerakan tersebut," katanya. (ANT-YJN/A013/Btm2)
Warga Batam Diminta Tidak Terpancing Sentimen SARA
Senin, 26 September 2011 12:50 WIB
Pewarta :
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Polda Kepri mengungkap modus penyelundupan 70 ton daging beku dari Singapura
27 January 2026 16:25 WIB